Jumat, 24 Mei 2013

Tips Mempersiapkan Business Plan

Setiap orang yang hendak menjalankan sebuah bisnis, perlu mempersiapkan rencananya dengan matang, melalui sebuah Business Plan. Sebab, tanpa adanya perencanaan yang teliti, besar kemungkinan bisnis tersebut mudah gulung tikar atau tidak mampu bertahan lama. Dunia bisnis adalah dunia yang sarat dengan tantangan. Memiliki produk bagus saja tidak cukup. Memiliki mental baja pun tidak selalu menjadi kunci keberhasilan. Kita memerlukan informasi yang cukup tentang segmen pasar yang dituju, berikut perencanaan menyeluruh bagi bisnis yang akan dijalankan.

Sumber

Veronica Ratna Ningrum, seorang Konsultan Marketing yang sudah cukup lama menggeluti dunia marketing terutama di sektor perbankan ini, memaparkan sejumlah tips penting saat mempersiapkan sebuah Business Plan:
  1. Pahami terlebih dahulu tipe klien serta kesesuaiannya dengan produk Anda. Dengan mendeskripsikan secara jelas tentang produk dan segmen klien yang hendak dituju, Anda akan memiliki gambaran yang jelas tentang prospek pemasaran produk tersebut.
  2. Kenali siapa kompetitor Anda. Setiap usaha, seunik apapun, pasti berpeluang mengundang kompetisi. Untuk itu, Anda perlu memahami siapa saja yang menjadi kompetitor Anda, seperti apa kualitas produk mereka, apa kelebihan dan kekurangan mereka. Deskripsikan dengan jelas tentang apa kelebihan yang Anda miliki, baik dari segi produk, layanan, pemasaran, dan sebagainya. Lalu bandingkan, dan tetapkan strategi yang paling pas agar produk Anda bisa bersaing di pasaran.
  3. Deskripsikan dengan jelas tentang bisnis Anda; mulai dari lokasi, sektor yang digarap, bentuk produk dan layanan, modal dan investasi lainnya, analisa pasar, proyeksi laba atau kembalinya modal, manajemen, dan strategi pemasarannya.
  4. Buatlah Business Plan dengan rapi dan profesional. Gunakan jasa seorang konsultan marketing untuk membantu mempersiapkan Business Plan tersebut sebaik mungkin. Business Plan yang rapi, mudah dibaca dan dipahami, serta jelas parameternya, akan menjadi penentu awal sukses tidaknya sebuah bisnis.
  5. Jika bisnis Anda memerlukan tambahan dana dari para penyedia bantuan modal, konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan marketing Anda tentang untung ruginya, serta sumber penyedia modal yang paling tepat. Bantuan modal umumnya mensyaratkan timbal balik, jadi pastikan bahwa perusahaan Anda dapat memberikan solusi yang memuaskan, baik bagi penyedia modal maupun bagi bisnis Anda sendiri.
  6. Terakhir, Veronica yang juga adalah CEO dari PT Masterindo Multiguna ini menyarankan, selalu siapkan alternatif, untuk mengantisipasi jika perencanaan pertama mengalami hambatan. Dalam dunia bisnis, hambatan bisa muncul secara tak terduga. Untuk itu, selalu siapkan payung sebelum hujan, dengan cara mempersiapkan Business Plan Anda secermat mungkin.

Posting Komentar