Selasa, 31 Juli 2012

Agustusku Kembali,,


Selamat Datang  Agustus Selamat Tinggal Juli.…(hati-hati yah Jul selama saya tinggal)

Bulan ini termasuk salah satu bulan yang paling ditunggu. Pada tahun-tahun sebelumnya saya melewati bulan ini dengan berbeda-beda situasi. Saya yakin tahun ini juga berbeda. Dulu pernah berencana, pada bulan ini mau keluar kota gitu,heheee.. Yapss,karena ada beberapa hal rencana berubah. Gagal. Kecewa sudah pasti. Hikz..hikzz.. Tapi gak perlu sampai berlarut-larut. Harus semangaaaaaaaat!!!!

 Mengawali bulan ini ada beberapa renacana yang sudah matang, yang akan saya lakukan. Butuh ketahanan fisik dan mental lebih. Semoga kesempatan itu masih ada. Fisik ini masih kuat. mental jadi lebih terlatih.

Di bulan dan tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan teman-teman lama saya. Sudah satu dekade kami kenal dalam acara Paskibraka Tingkat Kabupaten, waktu itu tahun 2002. Rencana tahun ini mau reunian 10 tahunnya angkatan kami. Semoga diklat tahun ini berjalan lancar. Walaupun saya tahu, hanya beberapa orang saja yang tersisa, namun ini tidak menutup kemungkinan untuk bisa menjaga kekompakan. *Berpelukaaaannn*

Sumber
Saya yakin, sepuluh tahun tentu perubahan fisik yang akan sangat terlihat signifikan. Tentu saja semakin tambah kesamping.Hehehee.. Membayangkan apa saja yang telah dilakukan selama sepuluh tahun, mungkin besar keinginan untuk mengulang semuanya, memperbaiki segala sesuatu. Menata hidup lebih baik dan lebih terarah. Semua telah terjadi, hikmah yan diambil dari keinginan itu. Memaknai setiap perjalanan kali ini dengan cermat. Semoga sepuluh tahun kedepan tidak ada penyesalan yang terucap. Amin.

***

Bicara paskibraka tentu saya teringat, dengan hari lahir saya. Berarti saya sedang menghitung hari pertambahan usia menuju setengah abad. Waaahhh… sudah tua rupanya. Tapi tetap jiwa dan semangat harus muda. Pada postingan ini, pernah menceritakan kisah kejutan yang diberikan untuk saya. Berjuta rasa kenangan sepuluh tahun silam. Namun tetap terpatri dalam ingatan.

Mari kita berhitung “ H-17”

sumber

Tahun-tahun yang lalu, besar keinginan saya untuk menikah diusia 25 tahun. And then, tahun itu datang sekarang, Ternyata itu masih isepan jempol belaka. (Hahaaa… asin kali yah rasanya) Masih banyak hal yang perlu saya pikirkan selain itu. Mungkin juga belum waktunya saya. Saya tidak berkecil hati karena keinginan ditahun kemarin tidak terpenuhi, malahan itu yang memacu saya untuk berpikir kembali, menata segala sesuatu agar apa yang telah direncanakan hilang begitu saja. Cukup sekali saya memasang target. Hari esok saya hanya berharap dari takdir dari Allah SWT, diselingi dengan usaha yang tak berujung.hehehee....
BUZZ!!


"....."
"....."
"....."


JLEB!!
Kapan yah Award ini ada ditangan saya...???
Difoto bareng Shenine, sambil senyum ceria dan gaya dari kalem sampe narsis. 

Shenine "Wedding Award


Teruntuk teman-temanku, dari kita baru satu yang telah menikah. Mungkin beberapa sudah punya rencana untuk itu. Dan yang jomblo mari buka hati kita. Diluar sana tentu ada ikhwan yang telah ditetapkan untuk bersama kita. Amin. (Jiaaahhh..... jadi ketuler galau, baca status temen yang galau)

***


Senin, 30 Juli 2012

Because it's me: Pink Penuh Semangat

Iseng-iseng blogwalking ada Kontes Sony Vaio.


Hmmm, hati pun tergerak untuk ikut. Mengingat saat ini yang selalu menemani sehari-hari blogwalking juga Sony Vaio seri VPCW115XG. Mengapa saya memilihi Sony Vaio? Ini dikarenakan dari kecil saya sudah diperkenalkan dengan produk-produk dari Sony, jadi sampai bisa membeli gadget ini pun, lebih memilih Sony sebagai andalan. Kalau saja Sony Vaio E14P bisa menggantikan posisi notebook saya sekarang, tentu saya sangat bersyukur sekali. Langsung deh cusss... browsing cari informasi tentang Sony Vaio E14P.

Sumber

Dari segi tampilan dan spesifikasi, Sony Vaio E14P menghadirkan desain menarik dengan lima pilihan warna. Warna yang dapat dipilih yaitu putih, hitam, pink, metalik dan perak. Pada bagian depan, seperti biasanya terdapat tulisan VAIO di tengah dengan desain yang tak kalah mengesankan. Warna yang ditawarkan Sony Vaio kali ini yang memang menjadi pilihan saya yang pink. Tentu saja ini merupakan warna favorit saya. Bisa dilihat diblog ini juga pinky habis.

Dari kecil suka sekali mengkoleksi segala sesuatu yang berwarna pink. Mungkin karena saya perempuan jadi merasa adem kalau melihat warna pink. Tapi jadi semangat kalau lihat warna pink neon. Pink itu juga memiliki tingkatan warna tersendiri. Tetapi bagi saya semua tetap memberikan tampilan yang lembut, elegan, kenyamanan serta semangat tersendiri bila menggunakan warna-warna pink. Apalagi bisa menggunakan Sony Vaio E14P warna pink, pakai baju, rok, hijab pink. Serasa dunia ini milik saya. : )
Pinky..pinkyy..pinkyyyy... hhaaaa..hhhaaaa...hhhhaaaaaa......
(dibacanya seperti yel-yel cherrybell)

Untuk selera warna saya rasa tidak tergantung usia maupun jenis kelamin. Saya yakin diluar sana ada pria yang suka dengan warna pink. Tapi karena warna pink lebih identik dengan wanita jadi terkadang pria malu untuk mengakui kalau warna kesukaannya warna pink. Saya salut dengan para pria yang tidak malu mnegenakan baju pink. Itu menunjukan bahwa warna itu juga universal. Siapa saja berhak untuk menyukai warna yang menarik dihati.

Sweet & Cheerful
> Pink itu terlihat lebih feminim
> Warnanya lembut dan tampak ceria
> Semburat warna pink membuat hidup menjadi lebih semangat






Teknologi canggih terbaru Ivy Bridge juga tak lupa disematkan kedalam otak prosessor Sony Vaio E14P. Ivy Bridge merupakan generasi ketiga Intel Core i7 CPU dikombinasikan dengan AMD Radeon HD 670M GPU diskrit dan VRAM 1 GB tentunya akan menambah mobilitas kinerja, sehingga semua kegiatan dengan aman, mudah dan cepat. Yaps, kebiasaan saya yang suka membawa notebook. Sony Vaio E14P tentu pas untuk menemani kehidupanku yang nomaden, dengan ketahanan 5,5 jam tentu saja gadget ini bisa menjadi andalan ketika berpergian. Ketahanan baterai akan dibuat lebih lama dengan efisiensi dengan disematkan drive optik yang secara otomatis membuat notebook untuk meniadakan konsumsi daya ketika tidak digunakan. Sesuai dengan kebutuhan.

Teknologi xLOUD dan Clear Phase yang disematkan pada audio Sony Vaio E14P. Hmm.. jadi kalau berpergian tidak perlu membawa speaker mobile, cukup dengan Sony Vaio E14P kemudahan ada ditangan kita. Cocok banget dengan saya yang mobilitasnya tinggi. Selain itu juga bila saya ingin nonton dan game, tanpa gangguan di film atau game favorit yang membuat kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih dan tajam. TOP dech.. Semoga saja saya termasuk orang-orang yang beruntung bisa memiliki Sony Vaio E14P.

Dari info yang saya dapat. Sony Vaio E14P memiliki beberapa fitur unggulan yang kecanggihannya tak diragukan lagi, salah satunya ialah Gesture Control. Gesture control merupakan fitur canggih yang memungkinkan kita menggunakan Sony Vaio E14P tanpa menyentuh touchpad. Kita hanya perlu menggerakkan tangan di depan kamera dengan sapuan ke kanan atau ke kiri. Woowwww.... ini memberikan nilai tersendiri terhadap Vaio. Selalu saja memberikan perubahan-perubahan yang mengejutkan. Seperti halnya saya yang menyukai perubahan dalam hidup. Tentu saja perubahan menjadi lebih baik. *ngarep*



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Sony Vaio_Because It's Me, yang diadakan oleh Sony Indonesia dan Female Daily.



***



Sabtu, 28 Juli 2012

Warna kehidupan

Subuh-subuh blogwalking, baca-baca eeehh ternyata ada giveaway persahabatan NF . Yang punya hajatan mbak Nurul Fadilah, salam kenal yah mbak. Tema yang menarik dihati yaitu pada tema kedua, karena untuk tema yang pertama saya tidak begitu memahami cerita fabel atau cerita binatang. Kalo nulis suka kebingungan sendiri. heheee...





"Manusia ibarat gelas kosong. Dituang kopi isinya menghitam, dituang air putih menjadi beninglah ia. Tetapi segelas apapun gelas kopi itu, ia akan kembali bening jika terus menerus dituang air putih, begitu pun sebaliknya."


Pertanyaan yang disampaikan oleh mbak Nurul Fadilah, untuk gambar serta penggalan kalimatnya yaitu Setujuhkah? kemukakan pendapatmu dalam sebuah postingan.

Kita dilahirkan ke dunia tanpa menggunakan apa-apa. Hanya berbalut ari-ari. Kemudian kita hidup dan berkembang dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga menginjak hari tua. Dalam perjalanan itu adalah sebuah proses dimana kita menjalani hidup dalam ketidaksempurnaan. Seperti penggalan kalimat diatas bahwa manusia dilahirkan ibarat gelas yang kosong.

Bila dari kecil kita ditanamkan sebuah kebaikan, sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Hadist maka kebaikan juga yang akan dituai hingga hari tua. Namun bila kita dari kecil ditanamkan sifat tercela dan sikap tidak terpuji maka lambat laun sifat dan sifat itu juga yang akan membentuk diri karakter kita. Diibaratkan sebuah gelas kosong bening bila kita isi dengan air kopi maka gelas tersebut akan terlihat hitam, begitu juga sebuah gelas kosong bening kita menuangkan dengan air putih maka akan terlihat putihnya air tersebut.

Namun apakah akan terus demikian?
Apakah manusia tidak akan diberi kesempatan untuk berubah?

Ini tidak akan terus terjadi, bumi ini berputar. Seperti halnya kehidupan manusia yang terus beputar. Allah SWT itu Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang. Selalu memberikan kesempatan kepada umatnya untuk bertobat. Asalkan kita memiliki niat untuk itu.

Sepanjang hidup tentu saja ada kesalahan serta kekhilafan. Tumpukan dosa itu ada tanpa kita sadari dan pahami berapa kadar dosa yang kita punyai. Masa lalu itu ada ketika kita menjalani hari ini dan esok. Maka sepanjang masa inilah perjalanan hidup yang tentu saja akan memberi warna tersendiri pada sebuah gelas yang bening. Ia akan berubah sesuai kadar air yang dituangkan. Sepekat apapun kopi itu bila kita terus menuangi dengan air putih secara terus menerus, maka ia akan berubah warna.

Hidup, kita yang memilih ingin seperti apakah kita. Ingin segelas kopi ataukah segelas air putih.

Tidak selamanya yang hitam, gelap, pekat itu buruk. Begitu juga hal yang baik tidak selalu indah, terang dan menarik. Perubahan akan terjadi. Percayalah. Kesempatan memperbaiki kehidupan berada pada diri kita. Allah selalu memberi kesempatan untuk itu.


Sahabat itu bukan bayangan tetapi mereka adalah sebuah cermin yang nyata


Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway persahabatan NF

Bercermin pada sebuah keputusan


Penuh Tanda (?)

Aaaarrrgghh, ketika ide begitu dengan indah menari dalam alam pikiran saya. Namun blog saya tidak bisa untuk buat postingan baru. Jadi tulisan ini saya tuliskan dulu di m.word. Nanti kalau blog saya sudah membaik langsung saya posting dalam blog. Bingung kenapa tampilan blognya tidak ada tulisan, hanya ada gambar-gambar yang saya posting saja.

Apakah karena jaringan?

 Ataukah kesalahan pada diri saya?

Atau juga blogspot memang sedang tidak bisa dibuka?

Ini sebuah tanda tanya kecil dalam benak saya. Semoga saja ini hanya masalah jaringan saja. Amin.

***
Saya mungkin punya pendapat sendiri tentang bagaimana untuk menentukan pilihan, walaupun pilihan itu juga terkadang sering terjebak dengan masalah atau malah gagal. Namun karena pilihan itu adalah kehendak kita, tentu kita sendiri yang harus mempertanggungjawabkan pilihan itu. Terkadang juga berpikir, apakah ini sebuah takdir yang telah digariskan kepada saya? Setelah itu saya berpikir kembali, apakah kegagalan itu sebuah bentuk teguran kecil dari Nya? Semua kenyataan yang kita jalani tidak semua mulus serta lancar seperti jalan tol (jalan tol juga bisa padat merayap kan,hehee..)

Berbicara tentang pilihan, apa saja bentuk pilihan-pilihan dalam hidup? Banyak sudah pasti. Namanya juga pilihan tentu lebih dari satu. Lain orang tentu lain juga kebutuhan. Begitu juga dengan pilihan dalam hidupnya.
Pilihan yang pernah saya hadapi salah satunya, mengikuti perkataan orang tua meskipun permintaan itu berlawanan dengan keinginan. Ini merupakan sebuah pilihan yang tidak terlihat. Pilihan yang berbentuk keinginan. Bila dihadapkan seperti ini tentu sulit, namun juga bila kita tidak mengikuti keinginan tersebut kita musti mempunyai alasan yang tepat sasaran, sehingga tidak melukai hati orang tua kita. Karena belum tentu pilihan kita adalah benar dikemudian hari. Naaahh, yang telah saya jalani adalah ternyata setelah mengikuti pilihan orang tua, dikemudian hari saya mendapat hambatan. Orang tua yang mengetahui hal itu.

Setelah orang tua saya mengetahui hal tersebut, beliau merasa bersalah. Dilema. Hati saya semakin terasa teriris dan diberi air jeruk, sangat pedih. Saya berusaha membesarkan hati beliau, namun pendapatnya tetap sama. Berpendapat, bahwa beliaulah yang salah atas pengaruhnya ketika saya menentukan pilihan. Entahlah, saya tidak mencari siapa yang salah dalam hal ini. Mungkin ini adalah takdir yang harus saya jalani.
Kehidupan ini penuh tanda (?)

***


Jumat, 27 Juli 2012

Celotehan seorang jobless

"Mengawali dan mengakhiri dengan penuh rasa syukur"

Sumber

Bulan ramadhan sungguh bulan penuh dengan kenikmatan bila kita bisa menerima segala kekurangan itu dengan lapang dada. Mengapa saya berkata lapang dada bukan ikhlas? Menurut saya keikhlasan itu bermula dari kita mampu mnegendalikan diri untuk berlapang dada menerima segala sesuatu maka timbul keikhlasan dalam hati kita. Puasa tentu saja banyak sekali cobaannya. Mulai dari menahan haus dan lapar, amarah serta mnejaga emosi agar tetap stabil juga terkadang sulit. Belum lagi bila siang hari cuaca begitu panas. Hmmp, semakin menambah warna puasa sekarang ini.

Syukur alhamdulillah untuk nikmat yang telah diberi ada hari ini. Dibalik kesulitan tentu masih ada kemudahan. Inilah yang saya rasakan hari ini. Mungkin tidak cukup hanya sekedar rasa syukur, atas segala kemudahan yang telah saya terima.

Sudah 3 bulan 1 minggu saya tidak bekerja. Saya belum begitu merasa kebingungan karena banyak hal bisa saya lakukan saat ini. Namun orang tentu banyak yang membicarakan tentang hal ini, saya tidak menuduh tapi inilah hal manusiawi dalam pergaulan didunia. Tetapi dengan demikian, semakin banyak ilmu diluar pendidikan formal dan informal yang pernah saya dapatkan. Semua itu saya dapatkan melalui socmed. Dalam postingan saya yang ini.

Sumber

Hmmp, sebenarnya saya bukanlah orang yang sangat suka membaca, namun kecendrungan saya hanya membaca hal yang menurut saya menarik. Alhasil, banyak buku yang saya pikir awalnya menarik dan sesuai mood saya ketika membeli buku ternyata salah. Walaupun entah beberapa bulan kemudian, ketika dilanda rasa bosan buku-buku itu yang menjadi santapan saya.

Ini merupakan ujian bagi saya, dimana kesabaran saya sedang diuji. Namun disisi lain juga saya diberi petunjuk untuk melakukan hal lain yang juga bermanfaat untuk hari esok. Kita tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi pada hari esok. Saya hanya berniat untuk melakukan sesuatu tapi bila Allah tidak mengkehendaki maka itu tidak akan bisa terjadi.

Semoga Allah mendengar keinginan saya, memberi kemampuan saya untuk berpikir lebih kreatif, memberi kesempatan saya untuk berkarya dan tentunya memberi pekerjaan saya yang tetap. ;p
Amin.

Sebagai hambanya wajar saya meminta apa yang saya inginkan. Tentu semua itu juga harus didampingi dengan usaha dan kerja keras untuk meraihnya. Serta doa agar semua keinginan bisa indah tepat pada waktu yan telah ditakdirkan.

***

Namanya Rezeki itu tidak akan lari kemana. Kemarin ketika iseng mengikuti sebuah Giveawaynya mbak Fanny seorang cerpenis, yang berhadiah 5 buah buku Kumcer. Ada pada postingan ini. Alhamdulillah saya mendapat bukunya mbak Fanny yang berjudul Jerat Cinta Yang Keliru. Penasaran banget pengen baca ceritanya. Dari sinopsisnya saya tertarik, makanya saya memilih buku tersebut. Sengangnya ketika nama saya ternyata menjadi salah satu pemenang. yihaaaa... *nyanyi.sambil.salto.dikamar*



Dan sebelumnya saya juga masuk dalam 30 besar event cerpen "Move On Broken Heart", Alhamdulillah saya diberi kepercayaan. Semoga saja ini mampu memberi motivasi dan penyemangat bagi diri saya pribadi. 

Jobless itu tidak selamanya membosankan, selama kita bisa menikmati itu semua dengan cara yang benar dan produktif. Dalam lingkungan sosial saja yang saya mungkin tidak mau menjelaskan karena apa saya (kemarin) memilih untuk tidak bekerja sementara waktu.

***

Kamis, 26 Juli 2012

Perempuan Di Era Digital: proses yang tak berujung

Kehidupan terus berputar. Teknologi juga semakin berkembang. Namu, apakah perempuan diluar sana mampu menghadapi di era yang serba digital. Yaps, tentu saja semua butuh proses pengenalan. Kita akan bisa karena terbiasa.

Awalnya saya bukan termasuk orang selalu menggunakan segala macam gadget. Namun sebuah kebutuhan yang mengharuskan saya menggunakan dan menjadi paham bahwa perkembangan jaman juga seiring dengan perkembangan kebutuhan.

Dahulu ketika saya masih bekerja disalah satu Bank Swasta, kebutuhan yang mengharuskan saya mnenyisihkan sedikit dari penghasilan untuk membeli sebuah notebook idaman. Ini yang saya namakan kebutuhan atas perkembangan teknologi. Orang bisa dengan segala cara untuk berusaha, bersusah payah mendapatkan gadget yang dinginkan. Ada juga yang bisa dengan mudah membelinya ketika ada sebuah produk baru diluncurkan. Saya bukan seberuntung kebanyakan orang, bisa dengan mudah mendapatkan apa yang mereka mau.

Bagi saya, berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan itu sangat menyenangkan dan rasa bangga tersendiri, karena itu adalah sebuah proses yang cukup panjang dengan cara menabung. Dan saya puas ketika bisa mewujudkan keinginan dengan hasil keringat sendiri. Di Rumah Kedua ini saya banyak mendapatkan pengalaman kerja, teman bahkan sudah seperti saudara. Serta bisa sedikit menabung membeli sesuatu yang saya inginkan. Kenangan akan rumah kedua yang sempat saya abadikan terdapat pada postingan yang special moment dan ini.

"Setiap usaha tentu ada jalan"

J

Semoga saya bisa menemukan Rumah kedua saya selanjutnya. Amin.

Berawal dari menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli sebuah notebook, memberikan jalan saya menemukan hobi baru, ini menjadi lebih berarti ketika disaat belum memiliki pekerjaan baru tetapi  memiliki hobi baru yang tetap membuat saya produktif.


Perempuan identik dengan dapur. Ketika memasak terkadang timbul perasaan bingung. Menu apa yang akan dimasak hari ini. Di era digital, tentu saja ibu-ibu yang memahami menggunakan gadget dapat dengan mudah mengakses segala macam bentuk resep masakan yang dinginkan. Dengan koneksi internet yang saat ini bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Dunia seperti berada dalam genggaman kita.


***

Newbie sebagai sebutan orang yang baru mengenal dunianya, karena juga ilmu semakin hari semakin berkembang. Jadi tidak ada kata terlambat bila kita mau belajar. Mungkin sebutan itu cocok untuk saya. Masih bisa disebut pendatang baru, terutama bagi seusia saya. Dari segala macam event-event antologi cerpen, puisi, kompetisi blog dan lain sebagainya. Ada dibeberapa kesempatan yang mungkin saya harus bersyukur bisa masuk dalam kategori 30 besar atau bahkan 100 besar. Bahkan banyak juga karya yang ditolak ada juga yang masih belum dapat kepastian. Namun saya harus berlapang dada, bahwa inilah yang dinamakan proses. Segala sesuatu tentu butuh proses. Kegagalan tentu memotivasi kita untuk bisa belajar dan memberikan yang lebih baik lain. Perempuan yang kuat adalah perempuan yang mau menjalani segala sesuatu dengan proses.


Antologi Cerpen yang baru terbit

Menulis bagi saya adalah kebebasan. Membebaskan apa yang ada dalam pikiran, perasaan serta dalam hati. Menjadikan apa yang kita lihat, dengan bahkan kita rasakan itu lebih berarti. Ini cara saya menikmati hidup. Melakukan apa yang saya senangi, tanpa menggangu kehidupan orang lain.

Bukan hanya itu saja, Saya juga bersyukur dengan kecanggihan teknologi ini. Bisa menerapkan apa yang saya lihat, mempelajari dari apa yang telah saya baca, mempraktekkan dari apa yang telah saya dengar. Fungsi dari panca indera yang kita miliki menjadi lebih sensitif. Untuk menerima segala perubahan teknologi yang ada.

Di era digital ini saya juga mendapatkan banyak informasi tentang bagaimana menggunakan hijab yang menarik, tetapi juga tidak meninggalkan kaidah-kaidah hijab sesungguhnya. Menggunakan hijab cantik itu tidak ribet. Ini sebuah keuntungan sebagai perempuan di era digital. Tutorial menggunakan hijab bisa dengan mudah kita dapatkan lihat, dan menjadikan perempuan Indonesia selain mengerti kecanggihan teknologi juga bisa menjadi fashionable.

gaya hijab saya yang santai

Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan menuntut kita harus kreatif untuk menjaring informasi yang berada di kota besar. Saya yang berdomisili di sebuah pulau, yaitu Pulau Bintan. Berdekatan dengan kota batam, banyak yang bilang bahwa batam merupakan surganya gadget murah. Murah, tidak selamanya baik. Banyak produk blackmarket terjual dengan bebas disana. Ini merupakan rahasia umum. Namun juga, ada dibeberapa tempat yang menjual produk asli. Harus cerdas dalam memilih.

***

"Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"

"Dimana akan kucari. Aku menangis seorang diri. Hatiku selalu ingin bertemu. Untukmu aku bernyanyi. Untuk Ayah tercinta, aku ingin bernyanyi walau air mata dipipiku. Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa. Walau hanya dalam mimpi. Lihatlah hari berganti, namun tiada seindah dulu. atanglah aku ingin bertemu. Denganmu aku bernyanyi."



Dua penggal lirik yang menggungkap rasa cinta dan rindu dengan kedua orang tua saya. Lagu yang begitu sederhana, namun terkadang mampu merobek benteng pertahanan saya, membuat airmata yang awalnya enggan untuk jatuh menjadi berseluncur dengan indah dikedua pipi saya.
Cinta yang begitu universal.
Cinta kita kepada Allah SWT beserta Rasulullah.
Cinta kepada orang tua.
Cinta kepada keluarga.
Cinta kepada teman dan sahabat.
 


Berbicara tentang cinta kepada lawan jenis, saya mungkin belum beruntung. Sempat terpikir untuk menikah muda, namun diusia hampir menduduki seperempat abad saya belum menemukan belahan jiwa.J 
Allah Maha Mengetahui. Bila saya berkehendak namun Allah belum mengizinkan tentu takdir itu belum menjadi milik saya. Semoga bila waktunya telah tiba, dipertemukan dengan orang yang mampu menjadi imam dalam kehidupan saya dihari esok. Sebagai seorang muslin tentu saya menginginkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. AMIN.

Setidaknya saya menikmati proses perjalanan saya untuk bertemu dengan tulang rusuk saya.

“Sejak diturunkan ke bumi, Hawa terus memikirkan Nabi Adam. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sanggup hidup sendirian di bumi ini? Hawa bertekad untuk bertemu Nabi Adam. Hawa terus berjalan menyusuri bumi. Sesekali ia beristirahat sambil makan buah-buahan. Ia terus berdoa kepada Allah agar segera dipertemukan dengan Nabi Adam. Hawa tiba di sebuah padang pasir dan bukit yang sangat gersang.  Ia sudah sangat kelelahan dan hampir putus asa. Kemudian ia berdoa kepada Allah dengan sangat khusyuk. Rupanya Allah mengabulkan doanya. Hawa melihat sosok yang sangat ia kenali. Ia adalah Nabi Adam. Hawa memanggil Nabi Adam dan Nabi pun memanggil Hawa dengan penuh kerinduan. Inilah saat yang paling membahagiakan bagi mereka.”


***


Tiada henti berucap kata syukur atas segala nikmat serta kehidupan yang telah saya jalani. Kehidupaan ini terus berjalan tidak statis pada sebuah masa. Ini yang membuat kita haru ingat pada kuasaNya. Bahwa hidup hanya sekali, jangan disia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Jadikan segala kesulitan itu sebuah pengalaman, agar kita mampu memperbaiki diri serta hati kita. Allah itu maha pengasih serta maha penyayang. Allah tidak akan menyia-nyiakan umatnya. Selagi kita masih berkeinginan untuk berusaha, dan berdoa.

Sampai detik ini, saya tetap berusaha untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Dan Allah juga telah memberi petunjuk. Tinggal saya yang berusaha untuk menjalani itu. Semoga saja saya bisa menjalani kehidupan ini dengan jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ini menjadi sebuah proses dalam membentuk kesabaran yang sesungguhnya.

***

Ternyata notebook idaman ini menghantarkan saya pada dunia tulis menulis. Meski masih sangat baru dalam dunia ini. Kemudahan di era digital ini membuat saya semakin terpacu untuk menulis. Tentu saja banyak belajar dari segala macam bahan bacaan. Terutama ketika blogwalking membaca postingan mereka banyak ilmu yang bisa saya dapatkan. Dalam dunia maya juga pertemanan juga bisa terjalin bila kita menemukan teman dalam dunia yang sama. Pengalaman saya, dengan tersedianya kemudahan berkomunikasi di socmed, tentu saja komunikasi yang terjalin juga menjadi semakin mudah. Terlebih untuk acara Fastron Blogging Challenge ini saya mendapatkan informasi dari teman yang memiliki hobi menulis juga. Kemudahan serta kecanggihan teknologi bisa mendekatkan yang terasa jauh. Terima kasih teman informasinya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge

Hadiah yang diberikan ini juga merupakan kecanggihan teknologi di jaman semakin canggih ini. Semoga saja mereka bahkan termasuk saya perempuan-perempuan yang beruntung untuk mengikuti kompetisi dan mendapatkan hadiah menarik ini.

Mac Mini
Setelah saya berkenalan dengan Mac Mini, hati saya tergelitik untuk memiliki. Namun harganya yang menurut saya masih super mahal. hehee... Mac Mini ini, merupakan produk Apple. Bentuk yang kecil tetapi memiliku fungsi yang besar.

Merdeka!!

***

Senin, 23 Juli 2012

Kuis Berhadiah, 5 buku Kumcer selama 5 hari..

Pagi-pagi blogwalking, baca-baca, iseng-iseng ada Kuis Berhadiah 5 buku KumcerMenarik!!
Waaahhh, kuis ini terdiri dari 4 pertanyaan yang sangat mudah. Mari pada ikutan.
Giveaway ini hanya lima hari, jadi buruan liat postingan ini.


Bagi para dateliners, ayooo buruan iktuan kuis ini. Lumayan bisa menambah koleksi buku kalian. Walaupun nantinya jawaban kita sudah benar. Namun akan di undi untuk mendapatkan 5 buku dari Fanny Fredlina.


Dari cover yang begitu menggelitik aku memilih ini. Hmmp.. Penasaran dengan isi ceritanya....
"Jerat Cinta Yang Keliru"
Judul buku ini membangkitkan memoar yang pahit, ;p jadi curcol....

Selamat mencobaaaa!
Semoga kita adalah orang-orang yang beruntung!!



Ini blog yang empunya Event Giveaway Fanny Fredlina.


***

Minggu, 22 Juli 2012

Celotehan Tentang Cinta

Mengejar Cinta Setengah Inci

"Eh, lo pikir gampang buat gue bisa deketin dia" ucapku penuh semangat.
"Ahh, lo kan ratu nikung. Gak mungkin lo lewatin kesempatan deket dengan dia" sahut Eca belagak menasehati aku.
"Gue emang ratu nikung, tapi itu dulu. Semenjak gue kenal dia. Dan dia nyuekin gue, gue merasa dialah orang yang gue cari selama ini" Dengan bergaya agak sedikit centil.
"Jadi lo dah tobat neh, ceritanya?" Eca bertanya kembali dengan nada yang begitu penasaran.
"Bukan tobat sih, lebih tepatnya aku mau berubah. Diawal ini cuma berubah untuk masalah Cinta. Kedepan gue tentu bakal merubah hal lain." Aku menjawab dengan santai.
"Ah, lo mah cuma bisanya soal cinta. Untuk hal lain gue masih belum percaya" Eca menunjukan ekspresi tetidakyakinannya terhadap aku.
"Ya terserah lo. Yang penting saat ini gue bukan ratu nikung lagi" Aku mempertegas kembali perkataan ku. Dan kembali meyakini Eca yang tetap saja tidak percaya.
"Ok, aku tunggu kabar lain yang mungkin bakal menjadi kejutan untuk gue" Eca pun berharap aku tidak main-main dengan perkataan tadi.

Aku memang pemuja lelaki, tetapi itu dulu. Aku sering memanfaatkan mereka untuk sekedar mendapatkan perhatian. Aku memang butuh itu, tidak lebih. Aku tidak meminta hal aneh dari mereka. Hanya mereka yang sering patah hati ketika aku menolak mereka. Mungkin kedekatan aku dengan mereka yang sering disalah artikan. Entahlah. Saat ini ketika aku ingin sekali mendapatkan seseorang yang aku inginkan, aku menjadi merasa aneh dengan sikapku sendiri. Ini tidak seperti biasanya.

**

"Ahh, Tomi ngapain kesini" keluhku dalam hati. Hati ini semakin tidak menentu ketika tomi hampir mendekat. Sedangkan Eca dengan penuh penasaraan melihat kedatangan Tomi. Sesekali Eca melihat aku dan kemudiam melihat kearah tomi. Eca tentu saja melihat aku menggerutu.

Hidupku seperti jungkir balik, perubahan sikap yang sangat aku rasakan semakin menjadi. Tomi sudah didepan mata. Namun aku begitu kaku. Seperti berada pada gundukan es yang tinggi yang membekukan seluruh tubuhku. Bibir pun turut keluh tanpa kata. Cinta yang selama ini aku kejar telah ada disampingku. Hanya berjarak satu inci. Begitu dekat dan nyata.

"Aya, ngapain lo ke diem, bengong, kaku gitu?" Eca pun memecahkan suasana hening kami betiga.
"...."
"Kenapa lo ya'?" tanya Eca kembali.
"Eh, iya aku gak apa-apa" Eca benar-benar memecah lamunanku dan berhasil membuat aku bersuara. 
"Liat dong disebelah lo ada siapa?" Eca pun mulai mempertegas bahwa Tomi telah berada disampingku.
"Iya" Sahut ku dengan begitu singkat.
"Jadi lo mau anggurin dia, yang sudah disamping lo?"
"...."
"Ok, tom gue cabut dulu. Jaga Aya yah. Ya' lo jangan diem aja. Kemana Aya yang selama ini gue kenal" Eca pun perlahan pergi meninggalkan aku dengan Tomi.

"Aaaarrrggghhh..". Dalam hati aku berteriak. Mengapa harus sekarang?? Aku benar-benar mati kutu berhadapan dengan Tomi.

"Ya', lo kok diem aja?" ucap Tomi sambil tersenyum. Menambah pergerakan denyut jantung menjadi kian cepat.
"Hmmp.. iya.. Kenapa Tadi?" tanya ku kembali kepada Tomi. Saking sibuknya aku dengan hayalanku hingga konsentrasiku pun terbagi.
"Kamu ini lucu yah. Sebenarnya dari dulu juga aku sudah perhatiin kamu" ucap Tomi yang membuat aku semakin melayang.
"oh yahh" jawabku singkat.
"Cuma, hobi lo yang suka memberi harapan yang membuat gue mikir berkali-kali buat deketin lo"
"Tapi gue udah berubah Tom"
"Iya, gue tahu"
"Hngaaahh, maksdu lo?"
"Iya, gue tahu semua tentang lo dari Eca. Dia juga cerita perubahan sikap lo sekarang ini."
"Terus" ucapku singkat, karena aku benar-benar bingung harus berkata apa.
"Ya, gue sebenarnya dari dulu pengen deket ama lo. Hanya Eca nahan gue. Gue sebenarnya sepupu Eca."
"What??"

Sumber

***

Lagi-lagi berbicara tentang cinta. Bingung mengukur besar kecilnya cinta, sudah pasti bukan hanya saya, anda pun tentu begitu. Tidak ada yang bisa menebak berbentuk persenan ataukah bilangan. Bila kita ingin melihat sebuah ukuran ataukah kadar itu CINTA, mungkin makna cinta jadi tidak begitu tulus. Jadilah cinta dalam sebentuk ukuran bukan menjadi tujuan untuk meraih makna seungguhnya CINTA.

Cinta mampu membuat kita tersipu malu. Cinta juga mampu membakar emosi. Untuk postingan kali ini ingin sekali membahas tentang "Kadar Cinta". Untuk usia mendekati seperempat abad. Tentu saja pandangan tentang sebuah kata C.I.N.T.A akan berbeda ketika masih remaja. Yah getir-getir sudah tentu ada, terlebih kegelisahan itu datang dari orang lain yang melihat kita. Ini bukan sebuah kebetulan ataukah telah menjadi kebiasaan hidup. Bahwa orang yang belum menikah (perempuan) dicap "gak laku" ketika usia hampir mendekati usia kritis 30 tahun. Saya tentu memandang sinis terhadap ucapan mereka. Mereka hanya bisa berkata, karena mereka termasuk orang yang tidak merasakan. 

Tiada seorang pun yang ingin di cap seperti itu, namun bagaimana pun keadaannya saya masih tetap percaya jodoh, rezeki, usia itu sudah ada yang mengatur. Istiqomahkan cinta, sesuai jalan yang dikendaki oleh Allah. J Mengapa saya mengangkat tema "Mengejar Cinta Setengah Inci", sebenarnya ini hanya sebuah kamuflase sehingga cinta itu terlihat lebih dekat (setengah inci). Yaps, cinta yang sangat umum menjadi terlihat mudah untuk diraih.

Selamat meraih cinta setengah inci!!

Celotehan ku tentang: Hikmah Cermin

Cermin yang paling jujur adalah perjalanan hidup.

Kesalahan adalah hal yang lazim dilakukan oleh setiap orang. Apapun bentuk kesalahan, besar dan kecilnya tetap sebuah kesalahan. Memperbaiki sebuah kesalahan juga tidak mudah dilakukan. Proses dimana kita dilahirkan, dibesarkan dan lingkungan sekitar kitalah yang menentukan pembentukan diri serta mental setiap individu. Sikap yang terbentuk berawal dari sebuah karakter serta pembawaan sejak kita dilahirkan. Kita wajib mengakui itu, bahwa karakter kita ditentukan oleh lingkungan. Kehidupan ini adalah cermin bagi kita. Kehidupan yang tidak sempurna membuat kita memilih untuk berjuang, memahami serta bersikap untuk lebih dapat menerima segala bentuk permasalaan.

Cermin itu perlu dalam kehidupan, bukan saja untuk memperhatikan bayangan diri kita, namun mampu menyadarkan kita dalam ketidakelokan pada diri kita tatkala bercermin. Sejauh apapun perjalanan yang telah kita tempuh, akan membawa sebuah kenangan yang mau tidak mau akan terpatri. Jika kenangan itu baik, maka akan baik yang tercipta. Bila kenangan itu buruk, jadilah sesuatu yang tidak ingin kita ingat kembali.

Sebaik-baiknya kita bersikap, tentu saja ada sisi buruk kita berucap. Saya mengakui itu adalah sebuah kekhilafan. Sebenar-benarnya, saya bertingkah-laku belum tentu orang lain sependapat dengan apa yang saya pikirkan. Benar dan salah setiap tindak tanduk kita tergantung dari cara pandang dan pendapat tiap orangnya.

***

Kematian merupakan takdir yang telah ditentukan. Ini akan mengingatkan bahwa kita terlahir, hidup dan berkembang, segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan. Tidak ada kegembiraan bila kita kehilangan orang yang kita sayangi. Setabah-tabahnya kita, tetap saja dalam kesendirian serta doa kehilangan itu tetap ada. Bercermin dalam duka, mampu menyadarkan saya bahwa hidup ini adalah kenyataan. Tidak ada yang mampu mendahului ketetaan Allah SWT. Mengikhlaskan seseorang yang telah tiada lebih baik dari pada kita menangisinya. Disini saya masih mampu berkata, walaupun saya sendiri masih sulit untuk menahan air mata ketika menghadapi berita duka.

Waktu yang terus berjalan ini adalah kesempatan, dimana kita memperbaiki segala gelap dan terang hidup kita. Episode kehidupan yang telah terjadi menjadi memoar yang mungkin saja terlupakan. Tidak semua bisa terpatri dengan indah dalam ingatan. Seringanya kerapuhan kita melangkah untuk meraih ridho ilahi. Maaf yang kita ucapkan belum tentu menghapuskan segala khilaf yang terjadi.




http://4.bp.blogspot.com/_kXWrsVtmw0A/TLR-4vOHQBI/AAAAAAAAINo/NfV4hZRK7mA/s1600/kartun%252Bakhwat.jpg
Sumber      







"



Cara+lukis+kartun+wanita+bertudung - 3182171796 D915c03c02
Sumber



"Nafas akan terhenti, tanpa ada yang mengetahui kapan itu akan terjadi"

Rabu, 18 Juli 2012

Seperempat Abad

Celotehanku tentang waktu..


Tinggal menghitung mundur beberapa hari kedepan, usia saya bertambah. Banyak hal yang telah dilakukan, namun sebagai manusia saya masih akan terus berjuang memaknai hidup ini. Dilahirkan sebagai anak yang tidak sama dengan anak lainnya, tentu perbedaan ini yang menjadi dinamika dalam hidup. Saya harus berjuang bagaimana untuk mendapatkan apapun yang saya inginkan. Bagi saya hidup ini tidak mudah. Banyaknya pilihan yang harus mengorbankan hal yang lain.

Ketika saya berpikir masih ada hari esok untuk menyelesaikan suatu hal, itu ternyata hanya untuk menghilangkan beban sesaat. Saya sadar saat ini. Hari ini adalah hari ini. Esok tentu hari esok. Begitu seterusnya. Dihari yang terus berjalan, serta usia yang kian menambah membuat saya mengejar mimpi dengan menghitung waktu.

Sepuluh Tahun yang lalu, ketika usia saya masih empat belas tahun. Saya baru masuk SMA. Baru mengenal dunia remaja yang sesungguhnya. Usia yang penuh kenangan. Lagu kenangan masa lalu yang masih layak untuk saya sandingkan setiap tahunnya "Selamat Ulang Tahun by Jamrud". Tepat tanggal 17 Agustus 2002 malam. Lagu itu yang menjadi soundtrack penghantar malam yang berkesan. Pada postingan sebelumnya saya pernah berceloteh tentang Selamat Ulang Tahun bercerita tentang kisah bertambah usia saya. Kini usia seperempat abad akan datang. Akankah lagu itu menjadi teman penghantar malam saya?? entahlah..

Usia sebuah ukuran untuk seseorang. Kita bisa mengetahui tua muda seseorang dari usia, karena penampilan itu bisa menipu. Ini tentang saya, kita (Shenine), dan seng-seng lainnya. Usia kita yang tidak bisa dikatakan muda dan tidak juga bisa dikatakan tua. Bila dipotong rata, usia kita adalah seperempat abad. Masing-masing dari kita saat ini memiliki jalan hidup yang berbeda, namun atas dasar kebersamaan, kenangan yang membuat kita ingin kembali bersama. Mengatur waktu untuk berkumpul tidak mudah. Itu yang membuat kita terlihat jauh.

Shenine 
***

Matang. Saat inilah kita dianggap memiliki usia matang. Dimana kita telah mampu menentukan pilihan dan jalan hidup kita sendiri yang tak terlepas dari orang tua sebagai pendamping dan   SWT sebagai penuntun. Tentu saja diusia yang telah matang ini banyak pertanyaan yang terlintas dibenak orang ain terhadap kita. Kebetulan saja ada beberapa teman termasuk saya yang belum menikah. Pertanyaan kapan nikah? dan lain-lain itu yang membuat kesan kita gak laku.


J


Inilah nasib perempuan diusia seperempat abad. Selamat Menjalani !!

Bagi saya ini adalah jalan hidup kita, jodoh rezeki sudah ada yang mengatur. Bila saya dan beberapa teman belum menemukan pasangan hidup, berarti inilah yang telah ditakdirkan. Bagi beberapa teman yang menikah, bahkan telah memiliki anak tentu itu juga merupakan jalan hidup mereka. Saya tentu bahagia melihat mereka bahagia. Namun, sekuat dan sekeras apapun saya berusaha bila itu belum takdir saya. Itu belum bisa terjadi.

Berkomitmen untuk usia saat ini tidaklah semudah dulu, walaupun juga dulu tidak begitu mudah. Saat ini lebih banyak hal yang menjadi pertimbangan. Bisa jadi seperti fobia untuk menentukan pilihan. Untuk hanya sekedar "tahu" bagi saya tidak masalah. Tapi untuk mengenal, saya termasuk orang yang harus berpikir berkali-kali.


"Wedding Award" siapakah selanjutnya?

***

Ingin, menginginkan serta berkeinginan itu manusiawi. Mewujudkannya itu adalah proses. Proses itu alamiah. Sealamiah keinginan itu ada. Menentukan jalan untuk mewujudkan aadalah hak. Namun hak itu juga berdampingan dengan tanggung jawab. Berpikir serta berusahalah untuk mewujudkan keinginan itu dengan cara yang kita anggap sempurna. 

Bila saya berceloteh tentang apa yang diinginkan tentu tidak akan ada habisnya, mengingat setiap keinginan akan menimbulkan keinginan yang lainnya. Saya, anda juga mereka mempunyai keinginan yang berbeda. Bagaimana mewujudkan keinginan adalah sebuah proses. Proses itu tidak ada yang instan, sebuah ajang pencarian bakat sekali pun itu membutuhkan proses, hingga mereka bisa tampil dalam ajang tersebut. Proses yang mudah tentu saja hasil yang diterima juga dengan mudah. Bila proses itu sulit kita akan mampu menghargai hasil dari sebuah proses itu.

Hasil merupakan perwujudan dari sebuah proses yang telah dilalui. Hasil juga mencerminkan seberapa besar keinginan dan usaha kita mewujudkan itu. Waktu yang telah kita jalani untuk mendapatkan apa yang diinginkan adalah saksi perjuangan yang telah dilakukan. Susah senang adalah bentuk ukuran yang telah dijalani. Terima hasil dari sebuah proses dengan ikhlas. Sempurna ataukah tidak, sesuai apakah tidak kita yang menentukan itu semua. Jadi, jangan mensia-siakan proses yang dilakukan. Harus total dan pemikiran yang matang. Selamat berkeinginan!

Merdeka!! 


***



Minggu, 08 Juli 2012

Celotehan: hari ini

Setiap orang tentu saja tidak ada yang menginginkan kegagalan. Tidak ada seorang pun yang berdoa untuk gagal. Namun mengapa gagal itu menghampiri setiap manuisa?? Mengapa semakin kita berusaha kegagalan terkadang semakin nyata. Hidup memang terus berjalan dengan begitu banyak pilihan. Memilih untuk salah pilihan hari ini atau memilih untuk melakukan kesalahan esok hari.

Tentu saja semua perjalanan hidup ini harus dilewati. Apapun itu kenyataannya. Cobaan serta ujian tentu saja membuat kita semakin kuat untuk melangkah. Melihat keberhasilan orang lain terkadang membuat kita termotivasi untuk menjadi berhasil juga. Tapi yang harus kita lihat adalah bagaimana oarng lain itu mencapai keberhasilannya. Bukan dari hasil yang telah dinikmatinya.

Melarikan diri pada setiap permasalahan bukan sebuah jalan keluar. Tapi hadapi itu semua secara cepat dan tepat. Lebih baik masalah itu dihadapi secepatnya, dari pada kita menunda masalah hingga menimbulkan masalah lain. Lebih parah bila kita menunda menyelesaikan masalah, karena sekali kita menunda hari esok kita akan terus menunda.  Menunda hanya sebuah rentang waktu untuk mundur.

Kesadaran yang selalu mengingatkan kita jauh dikemudian hari setelah kita melakukan kegagalan, kesalahan serta kekeliruan yang fatal. Salah mengambil langkah tentu akan menghambat perjalanan kita kemudian hari. Menyadari itu semua sebagai kesalahan pribadi juga sama sulitnya ketika kita menyadari itu. Terkadang kita selalu mencari kambing hitam, sebab musabab dari semua kekeliruan yang kita jalani.

Pernah mendengar seseorang bercerita bahwa dia adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini. Itu menurut ia pribadi. Namun ia tidak pernah sekali pun melihat diluar sana. Keburuntungan akan menjadi milik siapa saja yang mau berusaha bukan mengeluh pada nasib.

***

Hari ini hikmah yang saya dapat dari perjalanan selama 7 (tujuh) hari yang tidak jua membawa hasil adalah sabar. Mungkin saya belum bisa bersabar dan menerima segala cobaan yang saya hadapi saat ini. Terasa semakin lelah ketika saya menggerutu dalam hati tentang kesia-siaan perjalanan saya ini. Mungkin inilah takdir yang saya harus terima. Saya telah berusaha semampu dan sekuat tenaga. Namun belum jua menemukan hasil. Ini adalah pelajaran, perenungan untuk kemudian hari dalam mengambil keputusan. Terutama pada keputusan yang melibatkan banyak orang. 

Sumber
Memandangi langit diatas sana. Semakin membuat saya sadar. Tingginya langit diatas sana belum tentu bisa saya gapai dengan sebuah keberhasilan apalagi bila saya hadapi dengan keluh dan kesah. Cerah dan mendung hari ini menentukan keberhasilan namun kita harus berusaha, apaun kondisinya. 

Saya mungkin lelah bahkan teramat lelah, namun kelelahan ini tidak seberapa artinya bila saya memilih untuk menyerah. Kerugian akan jauh lebih besar bila saya menyerah saat ini. Ini juga bukan bentuk sebuah hitung-hitungan namun untuk menetapkan hati bahwa kehidupan ini memang sebuah perjalanan.  Jalan yang saya hadapi saat ini sedang menapaki tingkat lika-liku yang melelahkan. Semoga ini berakhir dengan sebuah keberhasilan. Itu harapan saya.


Sumber

"Awan yang terlihat indah itu tentu saja memiliki rahasia, entah menyimpan mendung ataukah menyimpan cahaya kecerahan"



Rabu, 04 Juli 2012

Tentang Cinta Versi Novel

Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale

Penulis: Bunga Mega
Penerbit: Andi Publisher
Tebal: 280 Halaman
Harga: Rp 43.500



Cap.. Cip..Cup belalang kuncup..
Awalnya membeli buku ini hanya pilih-pilih cover dan judul yang menarik. Kemudian lanjut baca bagian sinopsis dan komentar. Akhirnya terpilihlah "Tic Toc Tic Toc: Quarter Lfe's Tale. Menakjubakan, walaupun ini termasuk bukan buku baru, karena diterbitkan tahun 2010. Dalam cerita ini seolah saya yang menjadi Shiva, Donna dan Ilya.




Ini perjalanan cinta 3 sahabat yang mempunyai cerita cinta, cara mencintai, kehidupan sosial yang berbeda. Namun mereka terpacu dengan waktu. Quarter life's crisis, Jam biologis dan hukum gravitasi yang menghantui mereka. Mereka menyebut mereka adalah swin gank (susah kawin gank). Usia yang akan menunjukan kepala tiga. Usia yang menjadi perbincangan sana-sini bila belum menikah. Perbedaan presepsi yang membuat mereka semakin saling mengisi. Ketiganya yakin akan pandangan tentang cinta yang mereka agungkan. Shiva selalu berpikir berulang kali untuk berkomitmen, yakin suatu saat akan bertemu dengan "pangeran punggung"nya, memiliki firasat kebathinan yang cukup kuat. Ilya ingin sekali berkomitmen,  berharap Wahyu akan melamarnya, namun cobaan yang membuat Ilya sadar dan mampu moved on. Adam menjadi pelabuhan terakhirnya walaupun Ilya belum sempat secara ucapan Adam yang melamarnya. Donna kehidupan keluarga yang abnormal membuat ia menjadi sosok yang cuek terhadap komitmen, namun  kehadiran Galih, ucapan kedua sahabatnya ini Donna secara tiba-tiba menikah lebih dahulu tanpa pikir panjang. Donna berharap memiliki keluarga kecil yang normal. Suasana begitu tergambar jelas. Suasana hati pembaca semakin terbawa ketika di akhir cerita. Antara bahagia, duka dan kebersamaan. 

***

Cerita dalam buku ini membuat saya membuka mata dan hati. Melihat dari sisi yang berbeda lagi tentang cinta yang begitu universal. Secara lahiriah, tidak ada yang mengetahui siapa dan kapan jodoh kita akan datang. Tentu saja kita juga tidak bisa mengerti bagaimana cara kita akan bertemu dengan tulang rusuk kita. Orang yang berusaha sekali pun untuk mendapatkan jodoh, namun bila Allah SWT belum menghendaki itu tetap saja tidak bisa terjadi. Hari kemarin adalah hari yang telah kita lalui, tidak mungkin bisa kembali. Hari ini adalah hari yang kita jalani, apapun itu merupakan pilihan kita.

Hari esok penuh dengan rencana, tetap saja semua itu kembali pada kuasa sang pencipta. Kehidupan yang tergambar dalam cerita begitu hidup, sehingga pembaca terbawa dalam cerita. Sosok Shiva  dengan "aku". Donna dengan "Gue" dan Ilya dengan "Saya"