Jumat, 10 Mei 2013

Teruntukmu R

Sumber

Aku ingin bercerita tentang kamu. Sudah cukup lama bibir ini terkunci untukmu. Begitu juga dengan pikiranku yang telah kuberi pembatas agar tak memikirkan kamu. Tapi kini seolah tembok kokoh itu runtuh. Memberi celah padaku mengingatmu lagi. Sebelum aku bercerita, ada hal ingin aku pertanyakan. Kamu mau tahu itu apa? Ah, ku rasa kau lebih memilih bungkam seribu bahasa.

Baiklah, akan aku jelaskan! Kamu tahu aku mengira kamu masih seperti dulu. Masih bersama keluarga dan sahabat karibmu. Aku pikir selama ini kamu benar-benar melupakanku. Tapi ternyata aku salah. Ada hal yang baru aku tahu darimu. Tentang kepergianmu dari seorang saudara perempuanmu yang tanpa sengaja melihat nomor handphoneku di dinding kamarmu. Ternyata benar, kamu mengabadikannya didinding kamarmu dengan lengkap.

Aku menyesal terakhir kamu menghubungi, aku biarkan begitu saja. Andaiku tahu itu kata perpisahan dari mu. Dengan senang hati aku akan mendengar keluh kesahmu.

Ya, sejak tahu kamu telah berada disisiNya aku sempat tak percaya. Menduga ini hanya rekayasamu. Mencoba mendapat perhatianku lagi. Tapi kini, aku merasa kehilanganmu. Bukan sebagai orang yang pernah mengisi hari-hariku. Tetapi sebagai penyemangat dikala aku merasa lelah.

Aku mendoakanmu R.
Posting Komentar