Jumat, 10 Mei 2013

Menulis dengan keterbatasan

Sumber

Mencoba menulis disegala keterbatasan. Satu bulan sudah lepiku rusak. Hmm, kerusakan kali ini tepat pada layar LCDnya.. Warnanya jadi tidak terang dan hanya bagian-bagian tertentu saja yang kelihatan. Saking niat mau buat postingan, terpaksa kali ini nulis dengan segala keterbatasan.  Menulis dengan hati. Menggerakkan jemari dengan penuh perasaan. Maaf bila dalam penulisan nantinya banyak kesalahan. Karena apa yang ditulis sementara tidak bisa dibaca untuk direvisi kembali.

Roda beputar. Aku mempercayai itu seperti aku mempercayai bahwa jalan hidupku tidak pernah semulus yang dibayangkan orang lain. Banyak sekali menaruh harapan terlalu jauh akan suatu hal yang akhirnya malah membuat sebuah kekecewaan. Yaps, inilah hidup. Aku memaknai perjalanan hidup yang tidak mudah ini. Sekali saja salah melangkah rasa kecewa itu susah sekali terobati. Hanya waktu yang bisa mendamaikan gejolak bathin dan pikiran.

Add caption


Waktu. Aku pernah berlarian mengejar ketertinggalan yang teramat sangat, namun setelah kusampai aku menyadari bahwa ketertinggalan ini hanya bersifat keinginan (ambisi). Sesungguhnya tanpa keinginan itu aku juga bisa melakukan hal lain yang jauh bermanfaat. Hanya saja kesempatan lain itu telah lari dari kenyataanku lagi. Aku hanya bisa menunduk lemas, menacri cara untuk menemukan kesempatan baru yang di ridhoi oleh Allah.

Emosi. Semua kejadian yang aku alami akhir-akhir ini sering memicu emosi. Bukan berarti aku darah tinggi loh.. :D Hanya saja kejadian ini terjadi berulang kali. Hidup bertetangga haruslah saling bersilaturahmi, untuk menjaga tali persaudaraan. Wahai tetanggaku yang budiman, serapat apapun kebohongan yang engkau tutup rapat suatu saat nanti akan terbongkar juga. Bila aku mungkin tak kuasa membalas Allah maha melihat, Allah tidak pernah tidur. Sedikit permasalahan yang terlihat spele sesungguhnya sangat merugikanku. SUdah bertahun-tahun, meskipun tidak setiap hari ini terjadi.

 Ini bukan panggung sandirwara teman. Hidup adalah perjalanan.Di tengah perjalanan wajar saja bila kita merasa lelah, bosan, sakit, senang, sedih, bahagia dan derita. Petik setiap perjalanan hidup sebagai hikmah untuk berbenah. Semoga hari esok kita jauh lebih baik lagi teman. AMIN. :)

"Apapun yang terjadi nanti  adalah takdir. Rezeki, jodoh dan kematian telah diatur olehNya"




Posting Komentar