Sabtu, 04 Mei 2013

Indonesia dengan media digital

 

Kemudahan teknologi bak jamur yang menyebar dengan pesat, masyarakat Indonesia yang pada dasarnya merupakan makhluk sosial tentu saja senang menggunakan media sosial, bahkan telah ketergantungan dengan media sosial.

Media digital yang kini menjadi sebuah pilihan bagi masyarakat Indonesia untuk memasarkan produknya. Terutama bagi wirausaha muda dan UKM. Saat ini pengguna wirausaha dan UKM menawarkan produk atau jasa melalui Twitter dan Facebook. Tentu saja dengan cara demikian para wirausahawan dan UKM mampu menembus pasar pengguna jejaring sosial tersebut. Digital Agency juga dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah produk atau jasa Razi Thalib CEO Bridges and Balloons Digital Agency dapat membantu Anda mengmbangkan usaha Anda melalui media digital.

Menurut SocialBakers, pada sebuah artikel di Indscript Creative situs yang mengkhususkan diri untuk soal statistik media sosial, Indonesia menempati peringkat ke-4 di dunia, dengan prosentase pengguna aktif mencapai hampir 20 persen dari total populasi. Sedangkan untuk jumlah pengguna Twitter, Forbes (The World’s Most Active Twitter City? You Won’t Guess It, 30/12/2012) sudah menobatkan Jakarta dan Bandung sebagai kota dengan pengguna Twitter terbesar nomor satu dan enam di dunia.

Media Sosial #1 : Twitter
  1. Indonesia memegang ranking ke-5 sebagai negara dengan pengguna Twitter terbanyak
  2. Saat ini, jumlah pengguna dari Indonesia adalah 29.000.000 akun Twitter. Indonesia berada di urutan ke-5 setelah Amerika Serikat, Brazil, Jepang, dan Inggris.
  3. 2,4 % tweet dari seluruh jumlah tweet di dunia berasal dari Jakarta
  4. Jumlah tweet dari seluruh dunia adalah 10,6 miliar. Jakarta menyumbang 2,4 % dari keseluruhan jumlah tersebut atau sekitar 255 juta tweets. Dengan jumlah ini, Jakarta mengungguli Tokyo (2,3%) dan London (2%).
  5. @INFOMAICIH adalah akun Twitter yang menduduki peringkat 3 terpopuler
  6. Akun Twitter pebisnis keripik pedas Maicih, @INFOMAICIH, memiliki followers dengan jumlah 363.691 akun Twitter. Peringkat pertama dan kedua akun Twitter brands yang populer adalah @CINEMA21 (3.420.828) dan @TRANS7 (789.630).
Media Sosial #2 : Facebook
  1. Jakarta punya 11,6 juta pengguna Facebook
  2. Ibukota Negara Indonesia, Jakarta, punya 11,65 juta pengguna Facebook. Jakarta berada di urutan kedua dalam peringkat Ibukota yang memiliki jumlah pengguna Facebook terbanyak. Peringkat pertama adalah Bangkok dengan jumlah 12,7 juta dan yang ketiga adalah Sao Paulo dengan jumlah 8,7 juta pengguna.
  3. Tiga fanpages terpopuler
  4. Fanpages Opera Van Java (Trans 7), Mario Teguh, dan Dahsyat (RCTI) adalah tiga fanpages terpopuler di Indonesia dengan jumlah likes sekitar 7,1 hingga 7,6 juta.
  5. 59% pengguna Facebook di Indonesia adalah laki-laki
  6. Perbandingan pengguna Facebook: Indonesia memiliki 59% laki-laki dan 41% wanita pengguna Facebook. Hal ini cukup berbeda dengan India yang memiliki 75% laki-laki dan 25% perempuan.
Media Sosial #3 : YouTube
  1. Channel yang paling banyak dilihat adalah malesbangetdotcom
  2. Channel “malesbangetdotcom” dilihat sebanyak 4.141.654 kali. Channel tersebut mengungguli channel Gadis Gery (2.918.751), dan Pocari Sweat Indonesia (2.851.761).
  3. Channel yang memiliki perkembangan pesat dalam jumlah viewers-nya adalah L-Men
  4. Channel L-Men memiliki pertumbuhan viewers paling besar dibanding channel-channel brand lainnya. Yakni, dengan pertumbuhan 18 ribu views per harinya.
Media Sosial #4 : LinkedIn
  1. Indonesia punya 1,3 juta pengguna LinkedIn
  2. Sejak diluncurkan LinkedIn berbahasa Indonesia, negara ini termasuk salah satu negara yang paling besar pertumbuhan jumlah penggunanya, selain Turki dan Kolombia. Tiga akun perusahaan Indonesia yang terpopuler adalah Medco E&P Indonesia, Telkomsel, dan Pertamina.

Dari data diatas jelas terlihat bahwa Indonesia salah satu pengguna teknologi digital terbesar. Meskipun masih banyak pengguna media digital hanya sebagai tempat pengisi waktu luang. Namun suatu saat nanti masyarakat Indonesia akan mampu menggunakan media digital bukan sekedar ajang sosialisasi namun lebih tepat guna dan fungsi. Menurut Razi Thalib, “Salah satu penyebab utamanya adalah cara berpikir masyarakat yang belum banyak beranjak dari segi fungsi. Mereka lebih sering berpikir untuk sekadar menggunakan, meniru, atau mengikuti tren, tanpa mengeksplorasi penggunaan media digital lebih jauh.” 




Razi Thalib juga mengatakan "Sayang sekali jika kita hanya berhenti sekedar sebagai konsumen, tanpa memanfaatkan akses dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital untuk berkarya. Padahal potensi yang dimiliki negara ini sangat besar.” Inilah yang seharusnya menjadi tolak ukur masyarakat Indonesia, bahwa pengguna media digital seharusnya mampu memfungsikan media digital lebih jauh, sebagai contoh memanfaatkan media digital untuk membangun brand, seperti layaknya pelaku bisnis. Media digital memberi banyak kita kesempatan untuk berpikir kreatif.


Menurut Razi Thalib yang merupakan Personal Branding Agency, kini sudah saatnya para pengguna media digital di Indonesia mengoptimalkan teknologi ini dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak lagi sekadar sebagai pemakai, namun juga menggunakannya sebagai media untuk mengedukasi masyarakat, merubah cara berpikir, memberikan solusi, serta mendorong mereka ke arah perubahan yang lebih baik.

 
"Semakin optimal menggunakan media digital, semakin besar pula kesempatan kita untuk berkembang" 
 
 
Menurut Anda mengapa Indonesia harus peduli media digital?
Posting Komentar