Rabu, 05 Juni 2013

Produk: dari sudut pandang konsumen


Sumber
Pernah bertanya dengan seorang teman, mengapa ia suka mencoba-coba produk baru? Sedikit tercengan dengan jawaban yang sederhana. "Mencoba bukan berarti menyukai produk itu, terkadang produk baru pun jauh lebih baik," ujarnya. Kemudian ia melanjutkan "Meski banyak produk yang seru namun tidak sama dari segi fungsinya, begitu juga dengan harga, mahal belum tentu berkualitas."Mendengar ucapannya itu bisa kita lihat bahwa seorang konsumen berhak menilai produk-produk yang ada. Konsumen mempunyai cara tersendiri dalam menilai. 

Beberapa teman lain ketika berbelanja bersama, beberapa kali terlihat mereka suka memegang barang-barang yang unik dari tampak luar, warna mencolok, desain menarik dan harga namun hanya sebatas melihat secara detail saja. Hal ini dapat dilihat bahwa seseorang akan tertarik pada sebuah produk yang memiliki warna dan desain. Ada juga teman hanya memegang barang yang inginkan saja. Selebihnya ia hanya melihat dan berlalu.

Prilaku konsumen yang beranekaragam ini harus dipahami oleh para produsen atau pelaku usaha. Seperti yang diungkapkan Veronica Ratna Ningrum, WomanMarketer, CEO PT Masterindo Multiguna perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi marketing dan merupakan Personal Branding Agency pada Indscript Creative “Itulah dampak dari cara penyajian sebuah produk. Konsumen menilai layak tidaknya harga dan kualitas sebuah produk dari kemasannya." Veronica juga menambahkan "desain kemasan produk adalah salah satu unsur yang seharusnya tidak diabaikan oleh para pebisnis."

Berdasarkan artikel Indscript Creative dikatakan beberapa unsur yang menurutnya penting untuk diperhatikan saat membuat perencanaan kemasan produk antara lain adalah:

- Warna

Warna memiliki efek besar terhadap aspek emosional konsumen. Itu sebabnya, setiap perancang kemasan maupun desainer, sangat memperhatikan pengaruh warna terhadap sebuah produk. Warna merah dan kuning, misalnya. Dua warna itu kerap digunakan dalam kemasan makanan atau warna dinding restoran, sebab dapat membantu memancing selera makan. Sementara warna biru dan hijau, kerap digunakan dalam kemasan makanan sehat atau organik, karena menimbulkan kesan natural serta menyehatkan. 

- Desain

Pemilihan bentuk kemasan, turut mempengaruhi kesan yang ditimbulkan. Perhatikanlah desain botol parfum dari merk-merk ternama. Akan terlihat bahwa mereka tidak sembarangan menentukan desain botol dan kotak pembungkusnya. Setiap botol menimbulkan kesan tertentu sesuai dengan citra yang diinginkan. Misalnya kesan elegan, berkharisma, ceria, dan sebagainya. 

- Logo 

Logo seringkali dianggap remeh oleh pemilik bisnis. Padahal sebenarnya, logo memiliki kekuatan untuk menimbulkan kesan tersendiri bagi konsumen. Sebuah kotak kemasan kue yang putih polos, akan tampil mewah dan elegan hanya dengan tempelan logo berdesain indah yang dicetak pada stiker warna emas. Sebaliknya, logo yang terlalu rumit, bisa menimbulkan kesan berantakan dan berat. 

- Bahan 

Pemilihan bahan turut menentukan sisi estetika kemasan. Pertimbangkanlah jenis materialnya; seperti mika, kertas, kain. Pertimbangkan pula motif serta asesoris pendukung, agar dapat menunjang penampilan produk Anda.

Nah, dari informasi di atas kita bisa melihat bagaimana konsumen menilai sebuah produk. Bila Anda memerlukan jasa konsultan marketing silahkan menghubungi Veronica Ratna Ningrum.

Artikel terkait:

Posting Komentar