Selasa, 11 Juni 2013

Fakta tentang Meditasi

Bagi sebagian orang, meditasi masih merupakan sebuah misteri. Praktik meditasi dapat memberikan manfaat bagi kita secara psikologis, spiritual, dan fisik. Banyak fakta tentang meditasi yang mungkin tidak diketahui oleh khalayak ramai. Pada kesempatan ini akan dipaparkan beberapa fakta tentang meditasi.

Mungkin banyak yang berpikir bahwa meditasi harus dilakukan berjam-jam atau memakan waktu lama. “Padahal meditasi dapat dilakukan dalam waktu sebentar saja, yaitu satu menit,” ujar Adjie Silarus pada sebuah kesempatan. Teknik meditasi yang dibagikannya, yaitu meditasi sejenak hening. Ia mengajak untuk berdiam diri, konsentrasi pada diri selama satu menit saja. Banyak juga yang menganggap bahwa meditasi sulit dilakukan. Tapi dalam hal ini, Adjie pun mengatakan, “Meditasi mudah dilakukan atau dipelajari oleh siapa pun, baik itu oleh orang dewasa atau remaja.”

Adjie membagikan teknik yang sederhana, yaitu teknik bernapas. Dengan teknik ini, Anda berkonsentrasi pada pernapasan. Anda sadari ketika menghirup dan mengembuskan napas. “Saat bernapas secara sadar, kita memulihkan diri sepenuhnya dan merasakan hidup di masa sekarang, saat ini, bukan masa lalu maupun masa depan,” ungkap Adjie.


Adjie-1Meditasi pun tidak harus dilakukan di tempat hening atau tersembunyi, tapi meditasi dapat dilakukan di mana saja. Misalnya, ketika jadwal penerbangan Anda mengalami keterlambatan, saat itu Anda berada di ruang tunggu di bandara yang ramai dengan penumpang pesawat. “Sambil menunggu, Anda dapat duduk di kursi dengan posisi tegak dan kedua tangan di atas paha sedangkan kaki menginjak lantai, atau Anda pun dapat mengambil posisi bersila di lantai. Konsentrasi pada pernapasan Anda selama satu menit. Sejenak kembali “pulang” pada diri sendiri dengan berlatih menyadari napas dan berlatih tersenyum,” ujar Adjie.

Selain itu, meditasi dapat dilakukan kapan saja. Misalnya saja ketika di kantor, Anda mengalami kejenuhan dalam bekerja. Anda dapat meluangkan waktu satu menit untuk melakukan meditasi sejenak hening. Menurut meditator yang mempunyai akun twitter @AdjieSilarus ini, “Meditasi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi stres, bahkan hal ini terbukti dari penelitian Dr. Benson, seorang profesor dari Sekolah Kedokteran Harvard di Amerika dalam bukunya yang berjudul Relaxation Response. Dalam bukunya dikatakan bahwa dengan bermeditasi, melemaskan/mengistirahatkan tubuh dan fokus pada pernapasan. Dengan melakukannya kontinyu setiap hari, maka hal ini dapat membantu untuk mengurangi stres dan darah tinggi.”

Meditasi terbukti untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Pada tahun 2008, Dr. Randy Zusman, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Massachusetts, meminta pasien yang menderita tekanan darah tingi untuk mencoba program relaksasi berbasis meditasi selama tiga bulan. Ini adalah pasien tekanan darah sebelum dikontrol dengan obat-obatan. Setelah bermeditasi secara teratur selama tiga bulan, 40 dari 60 pasien menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat tekanan darah dan mampu mengurangi beberapa pengobatan mereka. Ternyata relaksasi menghasilkan pembentukan oksida nitrat yang membuka pembuluh darah Anda.

Seperti kita ketahui semua, meditasi berkaitan dengan pikiran. “Jon Kabat-Zinn, seorang profesor dari Universitas Massachusetts yang juga pakar meditasi membuktikan bahwa meditasi dapat melatih kesadaran. Dalam bukunya yang berjudul Wherever You Go, There You Are dikemukakan bahwa meditasi memberikan perhatian pada saat ini, dan menjadi sadar akan perasaan kita, dan yang terjadi di sekitar kita,” tambah Adjie.

Bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, tak ada salahnya untuk melakukan meditasi. Karena meditasi dapat membantu Anda untuk tidur nyenyak. “Setelah Anda belajar bermeditasi dan melakukan meditasi setiap hari, Anda akan tahu bagaimana untuk bersantai, bagaimana melakukan pernapasan dan memfokuskan pikiran Anda yang membawa Anda untuk bersantai dalam hitungan detik. Gunakan teknik meditasi ini ketika Anda akan tidur,” saran Adjie.

Fakta yang sangat menarik adalah meditasi dapat memperlambat progres dari HIV. Apakah bisa? Menurut berita di huffingtonpost.com memberitakan tentang sebuah studi tahun 2008 tentang pasien HIV-positif menemukan bahwa setelah kursus meditasi delapan minggu, pasien yang akan bermeditasi tidak menunjukkan penurunan limfosit dibandingkan dengan non-meditator yang menunjukkan penurunan yang signifikan dalam limfosit. Limfosit atau sel darah putih adalah “otak” dari sistem kekebalan tubuh dan sangat penting untuk orang HIV positif. Studi ini juga menemukan bahwa tingkat limfosit benar-benar meningkat dengan setiap sesi meditasi. Namun, karena ukuran sampel yang kecil, hanya 48 relawan, masih sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti.

Adjie pun mengatakan, “Untuk yang mempunyai penyakit lupa, jangan sungkan untuk melakukan meditasi karena bermeditasi bisa memperbaiki daya ingat Anda.” Seperti yang diberitakan di huffingtonpost.com bahwa sebuah studi tahun 2005 tentang pria dan wanita Amerika yang bermeditasi hanya 40 menit sehari menunjukkan bahwa mereka memiliki dinding cortical lebih tebal daripada non-meditator. Ini berarti bahwa otak mereka akan mengalami penuaan lebih lambat. Ketebalan cortical juga berhubungan dengan pembuatan keputusan, perhatian, dan memori.

Posting Komentar