Minggu, 09 Juni 2013

Satu Hari Saja

Satu hari saja. Bagiku seribu tahun lamanya.

Kemarin. Aku dan kamu menyatukan sebuah rasa. Sebuah pengakuan tentang kasih sayang dan cinta. Di masa lalu telah lama kita bersama. Bermain, senda gurau, bercengkrama sebagai sepasang sahabat tidaklebih, namun tidak pernah sekali kamu mengucapkan rasa mu untukku. Mengapa? Ego.

Itu kelebihanmu, mampu menyimpan segala rasamu hingga kemarin. Hingga kamu menawakan aku sebuah kepastian lebih sekedar sahabat.

Mengapa baru kemarin kita bersama sebagai sepasang kekasih? Ah, penyesalanku menjadi doa untuk mu. Bahagia telah menjadi duka bagiku. Sehari bersamamu jauh lebih bahagia dibandingkan puluhan tahun kita bersama sebagai sahabat.

"Kita sepasang kekasih" Itu perkataanmu yang kuingat. Tapi itu seperti sebilah pisau yang menyayat hati saat aku mengingatmu telah tiada. Aku dan kamu kini telah berbeda alam. Semoga rasa yang pernah ada akan tetap sama. Sampai kita bertemu di sana. Kelak.

Kini. Aku memahami. Bahagia bukan berarti harus bersama. Cinta tidak selamanya bersatu. Sayang semestinya bisa menerima segala keadaan.

Aku merekam semua kisahmu dalam ingatan. Bukan untuk sekeda berlalu, tapi untuk sesekali aku putar dalam benak saat aku merindumu.

***
Posting Komentar