Kamis, 31 Mei 2012

"Rumah Kedua" 2

"Rumah Kedua" sementara


Salah satu hal yang tidak bisa dilupakan ketika berada pada "Rumah Kedua"


Sekedar mengobati rasa Rindu untuk berada pada "Rumah Kedua". Senyum sudah pasti merekah dengan indahnya kala saya mengingat Rumah Kedua, pikiran ini juga melayang dengan indah bersama ingatan yang jua bersama kenangan. Melihat jam, perubahan detik begitu tidak terasa saat ini. Mengingat sudah cukup lama saya meninggalkan "Rumah kedua". Tentu saja Rumah Kedua secara keseluruhan. "Rumah Kedua" masa lalu telah aku tinggalkan, sekarang saatnya aku berada pada "Rumah Kedua" sementara. Mengapa sementara? Karena saya masih ingin mencari "Rumah Kedua" yang sesungguhnya. Ini bukan bentuk dari pelarian. Hanya saja masih dalam pencaharian dan semoga saja.

Saya menikmati berada di dunia ini, walaupun belum ada karya besar tercipta, setidaknya ini telah membuat saya mampu menyelami diri saya sendiri. Bukan hanya itu, proses belajar untuk ini tidak mudah, butuh ketekunan dan niat untuk selalu mencari perubahan dan imajinasi. Tentu saja sebagai pemula, banyak hal yang harus saya gali. Itu mengapa saya beranggapan sementara. Proses belajar yang masih panjang dan semoga saja tidak menemukan jalan buntu dikemudian hari. Di tempat saya sekarang ini seperti alam bebas, dimana saya mempunyai kesempatan untuk mencoba secara keseluruhan. Semua yang berada didunia ini tentu berawal seperti saya. Mengambang!

Selain bebas dunia ini tentu banyak semak belukar, penuh dengan ilalang yang akan saya tebas semampu saya kemudian membuat jalan setapak yang baru untuk saya jalani kembali hari esok. Ini bukan pekerjaan mudah, ini merupakan pekerjaan Rumah terbesar dan harus dengan rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan ini. Banyak jurang terjal ketika saya ingin mengarungi dunia ini. Laksana pegunungan yang dikelilingi dengan jurang dan awan kabut.

Saat ini, saya hanya sebagai kontributor pada rumah kedua sementara ini. Ternyata ini tidak mudah seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Mengikuti tema yang ditentukan, terkadang ada ide yang begitu luar biasa disaat saya berada pada posisi yang tidak memungkinkan untuk menyimpen ide tersebut. Yang paling parah adalah sifat saya yang pelupa membuat semua ide yang mampir dengan manis hilang begitu saja. Yah, namanya juga manusia, dan ini merupakan titik kelemahan saya pribadi yang harus dicari solusi terbaik. Bukan hanya solusi, tetapi ingin menghilangkan. penyakit yang sangat manusiawi.


Terlepas dari masalah sifat saya yang terkadang membuat kesal. Saya bersyukur bisa merasakan dunia ini, walaupun masih berada titik permulaan, belum merasakan asam garam sesungguhnya. Melihat kesuksesaan orang laindalam dunia ini sangat menyenangkan. Tapi kita tidak pernah tahu ketika beliau berusaha mendapatkan itu. Mungkin mengejar mimpi di dunia ini harus penuh kesabaran. Siap untuk jungkir balik tak menentu. Mending kalau kita jungkir bisa balik keposisi awal, kalau tidak hmm...

***



Posting Komentar