Rabu, 18 April 2012

Rumah Kedua

Waktu itu selalu berputar. Tidak ada kata kompromi untuk sekedar menghentikan waktu. Berjalannya waktu adalah sebuah kenyataan dan keharusan. Suka tidak suka, mau tidak mau bila itu sudah menjadi sebuah keharusan pasti akan di jalani. Ketika kita hendak melangkah kedepan, terkadang kita selalu menoleh kebelakang, meruntut kembali segala sesuatu yang telah kita jalani. Menyimpan semua kedalam ingatan yang paling terdalam. Menyeleksi segala kejadian layaknya sebuah saringan kelapa yang menyisakan ampas pada saringan. Dan menjalani hari esok dengan suka cita.

Menciptakan sebuah keharmonisan tidak semudah kita membalikan telapak tangan, mungkin apa yang saya alami hanyalah sebagian kecil dari kehidupan orang diluar sana. Tapi semua ini memberi arti dan meninggalkan bekas dalam kehidupan saya. Rumah kedua bagi setiap orang tentu mempunyai presepsi yang berbeda-beda. Rumah kedua bagiku adalah tempat dimana sebagian dari waktu yang saya habiskan selain bersama keluarga di rumah, tempat di mana saya mendapatkan pengalaman dan teman.


Lebih dari sejuta kata yang mungkin dapat aku ukir, namun itu juga tak mampu mengembalikan aku pada masa lalu. yahh, rasa ingin merunut kembali kebelakang dan memulai semua dari awal. Mengulangi semua kejadian menjadi lebih baik lagi.


Bagi saya, Rumah kedua ini bukan persinggahan sementara. Tapi sebenarnya merupakan bagian dalam hidup yang begitu berarti. Berat untuk berkata akan kesan. Semua terlihat seperti biasa tapi sesungguhnya ini adalah luar biasa. Hari esok mungkin aku tidak berada di rumah kedua ini, berat hati untuk berkata. Namun ini sebuah keharusan. Karena aku meyakini rumah kedua yang aku temukan nantinya bisa aku rasa senyaman di rumah kedua ku saat ini. Semoga saja. 
Posting Komentar