Kamis, 26 Juli 2012

Perempuan Di Era Digital: proses yang tak berujung

Kehidupan terus berputar. Teknologi juga semakin berkembang. Namu, apakah perempuan diluar sana mampu menghadapi di era yang serba digital. Yaps, tentu saja semua butuh proses pengenalan. Kita akan bisa karena terbiasa.

Awalnya saya bukan termasuk orang selalu menggunakan segala macam gadget. Namun sebuah kebutuhan yang mengharuskan saya menggunakan dan menjadi paham bahwa perkembangan jaman juga seiring dengan perkembangan kebutuhan.

Dahulu ketika saya masih bekerja disalah satu Bank Swasta, kebutuhan yang mengharuskan saya mnenyisihkan sedikit dari penghasilan untuk membeli sebuah notebook idaman. Ini yang saya namakan kebutuhan atas perkembangan teknologi. Orang bisa dengan segala cara untuk berusaha, bersusah payah mendapatkan gadget yang dinginkan. Ada juga yang bisa dengan mudah membelinya ketika ada sebuah produk baru diluncurkan. Saya bukan seberuntung kebanyakan orang, bisa dengan mudah mendapatkan apa yang mereka mau.

Bagi saya, berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan itu sangat menyenangkan dan rasa bangga tersendiri, karena itu adalah sebuah proses yang cukup panjang dengan cara menabung. Dan saya puas ketika bisa mewujudkan keinginan dengan hasil keringat sendiri. Di Rumah Kedua ini saya banyak mendapatkan pengalaman kerja, teman bahkan sudah seperti saudara. Serta bisa sedikit menabung membeli sesuatu yang saya inginkan. Kenangan akan rumah kedua yang sempat saya abadikan terdapat pada postingan yang special moment dan ini.

"Setiap usaha tentu ada jalan"

J

Semoga saya bisa menemukan Rumah kedua saya selanjutnya. Amin.

Berawal dari menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli sebuah notebook, memberikan jalan saya menemukan hobi baru, ini menjadi lebih berarti ketika disaat belum memiliki pekerjaan baru tetapi  memiliki hobi baru yang tetap membuat saya produktif.


Perempuan identik dengan dapur. Ketika memasak terkadang timbul perasaan bingung. Menu apa yang akan dimasak hari ini. Di era digital, tentu saja ibu-ibu yang memahami menggunakan gadget dapat dengan mudah mengakses segala macam bentuk resep masakan yang dinginkan. Dengan koneksi internet yang saat ini bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Dunia seperti berada dalam genggaman kita.


***

Newbie sebagai sebutan orang yang baru mengenal dunianya, karena juga ilmu semakin hari semakin berkembang. Jadi tidak ada kata terlambat bila kita mau belajar. Mungkin sebutan itu cocok untuk saya. Masih bisa disebut pendatang baru, terutama bagi seusia saya. Dari segala macam event-event antologi cerpen, puisi, kompetisi blog dan lain sebagainya. Ada dibeberapa kesempatan yang mungkin saya harus bersyukur bisa masuk dalam kategori 30 besar atau bahkan 100 besar. Bahkan banyak juga karya yang ditolak ada juga yang masih belum dapat kepastian. Namun saya harus berlapang dada, bahwa inilah yang dinamakan proses. Segala sesuatu tentu butuh proses. Kegagalan tentu memotivasi kita untuk bisa belajar dan memberikan yang lebih baik lain. Perempuan yang kuat adalah perempuan yang mau menjalani segala sesuatu dengan proses.


Antologi Cerpen yang baru terbit

Menulis bagi saya adalah kebebasan. Membebaskan apa yang ada dalam pikiran, perasaan serta dalam hati. Menjadikan apa yang kita lihat, dengan bahkan kita rasakan itu lebih berarti. Ini cara saya menikmati hidup. Melakukan apa yang saya senangi, tanpa menggangu kehidupan orang lain.

Bukan hanya itu saja, Saya juga bersyukur dengan kecanggihan teknologi ini. Bisa menerapkan apa yang saya lihat, mempelajari dari apa yang telah saya baca, mempraktekkan dari apa yang telah saya dengar. Fungsi dari panca indera yang kita miliki menjadi lebih sensitif. Untuk menerima segala perubahan teknologi yang ada.

Di era digital ini saya juga mendapatkan banyak informasi tentang bagaimana menggunakan hijab yang menarik, tetapi juga tidak meninggalkan kaidah-kaidah hijab sesungguhnya. Menggunakan hijab cantik itu tidak ribet. Ini sebuah keuntungan sebagai perempuan di era digital. Tutorial menggunakan hijab bisa dengan mudah kita dapatkan lihat, dan menjadikan perempuan Indonesia selain mengerti kecanggihan teknologi juga bisa menjadi fashionable.

gaya hijab saya yang santai

Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan menuntut kita harus kreatif untuk menjaring informasi yang berada di kota besar. Saya yang berdomisili di sebuah pulau, yaitu Pulau Bintan. Berdekatan dengan kota batam, banyak yang bilang bahwa batam merupakan surganya gadget murah. Murah, tidak selamanya baik. Banyak produk blackmarket terjual dengan bebas disana. Ini merupakan rahasia umum. Namun juga, ada dibeberapa tempat yang menjual produk asli. Harus cerdas dalam memilih.

***

"Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"

"Dimana akan kucari. Aku menangis seorang diri. Hatiku selalu ingin bertemu. Untukmu aku bernyanyi. Untuk Ayah tercinta, aku ingin bernyanyi walau air mata dipipiku. Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa. Walau hanya dalam mimpi. Lihatlah hari berganti, namun tiada seindah dulu. atanglah aku ingin bertemu. Denganmu aku bernyanyi."



Dua penggal lirik yang menggungkap rasa cinta dan rindu dengan kedua orang tua saya. Lagu yang begitu sederhana, namun terkadang mampu merobek benteng pertahanan saya, membuat airmata yang awalnya enggan untuk jatuh menjadi berseluncur dengan indah dikedua pipi saya.
Cinta yang begitu universal.
Cinta kita kepada Allah SWT beserta Rasulullah.
Cinta kepada orang tua.
Cinta kepada keluarga.
Cinta kepada teman dan sahabat.
 


Berbicara tentang cinta kepada lawan jenis, saya mungkin belum beruntung. Sempat terpikir untuk menikah muda, namun diusia hampir menduduki seperempat abad saya belum menemukan belahan jiwa.J 
Allah Maha Mengetahui. Bila saya berkehendak namun Allah belum mengizinkan tentu takdir itu belum menjadi milik saya. Semoga bila waktunya telah tiba, dipertemukan dengan orang yang mampu menjadi imam dalam kehidupan saya dihari esok. Sebagai seorang muslin tentu saya menginginkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. AMIN.

Setidaknya saya menikmati proses perjalanan saya untuk bertemu dengan tulang rusuk saya.

“Sejak diturunkan ke bumi, Hawa terus memikirkan Nabi Adam. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sanggup hidup sendirian di bumi ini? Hawa bertekad untuk bertemu Nabi Adam. Hawa terus berjalan menyusuri bumi. Sesekali ia beristirahat sambil makan buah-buahan. Ia terus berdoa kepada Allah agar segera dipertemukan dengan Nabi Adam. Hawa tiba di sebuah padang pasir dan bukit yang sangat gersang.  Ia sudah sangat kelelahan dan hampir putus asa. Kemudian ia berdoa kepada Allah dengan sangat khusyuk. Rupanya Allah mengabulkan doanya. Hawa melihat sosok yang sangat ia kenali. Ia adalah Nabi Adam. Hawa memanggil Nabi Adam dan Nabi pun memanggil Hawa dengan penuh kerinduan. Inilah saat yang paling membahagiakan bagi mereka.”


***


Tiada henti berucap kata syukur atas segala nikmat serta kehidupan yang telah saya jalani. Kehidupaan ini terus berjalan tidak statis pada sebuah masa. Ini yang membuat kita haru ingat pada kuasaNya. Bahwa hidup hanya sekali, jangan disia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Jadikan segala kesulitan itu sebuah pengalaman, agar kita mampu memperbaiki diri serta hati kita. Allah itu maha pengasih serta maha penyayang. Allah tidak akan menyia-nyiakan umatnya. Selagi kita masih berkeinginan untuk berusaha, dan berdoa.

Sampai detik ini, saya tetap berusaha untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Dan Allah juga telah memberi petunjuk. Tinggal saya yang berusaha untuk menjalani itu. Semoga saja saya bisa menjalani kehidupan ini dengan jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ini menjadi sebuah proses dalam membentuk kesabaran yang sesungguhnya.

***

Ternyata notebook idaman ini menghantarkan saya pada dunia tulis menulis. Meski masih sangat baru dalam dunia ini. Kemudahan di era digital ini membuat saya semakin terpacu untuk menulis. Tentu saja banyak belajar dari segala macam bahan bacaan. Terutama ketika blogwalking membaca postingan mereka banyak ilmu yang bisa saya dapatkan. Dalam dunia maya juga pertemanan juga bisa terjalin bila kita menemukan teman dalam dunia yang sama. Pengalaman saya, dengan tersedianya kemudahan berkomunikasi di socmed, tentu saja komunikasi yang terjalin juga menjadi semakin mudah. Terlebih untuk acara Fastron Blogging Challenge ini saya mendapatkan informasi dari teman yang memiliki hobi menulis juga. Kemudahan serta kecanggihan teknologi bisa mendekatkan yang terasa jauh. Terima kasih teman informasinya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge

Hadiah yang diberikan ini juga merupakan kecanggihan teknologi di jaman semakin canggih ini. Semoga saja mereka bahkan termasuk saya perempuan-perempuan yang beruntung untuk mengikuti kompetisi dan mendapatkan hadiah menarik ini.

Mac Mini
Setelah saya berkenalan dengan Mac Mini, hati saya tergelitik untuk memiliki. Namun harganya yang menurut saya masih super mahal. hehee... Mac Mini ini, merupakan produk Apple. Bentuk yang kecil tetapi memiliku fungsi yang besar.

Merdeka!!

***

Posting Komentar