Sabtu, 28 Juli 2012

Warna kehidupan

Subuh-subuh blogwalking, baca-baca eeehh ternyata ada giveaway persahabatan NF . Yang punya hajatan mbak Nurul Fadilah, salam kenal yah mbak. Tema yang menarik dihati yaitu pada tema kedua, karena untuk tema yang pertama saya tidak begitu memahami cerita fabel atau cerita binatang. Kalo nulis suka kebingungan sendiri. heheee...





"Manusia ibarat gelas kosong. Dituang kopi isinya menghitam, dituang air putih menjadi beninglah ia. Tetapi segelas apapun gelas kopi itu, ia akan kembali bening jika terus menerus dituang air putih, begitu pun sebaliknya."


Pertanyaan yang disampaikan oleh mbak Nurul Fadilah, untuk gambar serta penggalan kalimatnya yaitu Setujuhkah? kemukakan pendapatmu dalam sebuah postingan.

Kita dilahirkan ke dunia tanpa menggunakan apa-apa. Hanya berbalut ari-ari. Kemudian kita hidup dan berkembang dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga menginjak hari tua. Dalam perjalanan itu adalah sebuah proses dimana kita menjalani hidup dalam ketidaksempurnaan. Seperti penggalan kalimat diatas bahwa manusia dilahirkan ibarat gelas yang kosong.

Bila dari kecil kita ditanamkan sebuah kebaikan, sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Hadist maka kebaikan juga yang akan dituai hingga hari tua. Namun bila kita dari kecil ditanamkan sifat tercela dan sikap tidak terpuji maka lambat laun sifat dan sifat itu juga yang akan membentuk diri karakter kita. Diibaratkan sebuah gelas kosong bening bila kita isi dengan air kopi maka gelas tersebut akan terlihat hitam, begitu juga sebuah gelas kosong bening kita menuangkan dengan air putih maka akan terlihat putihnya air tersebut.

Namun apakah akan terus demikian?
Apakah manusia tidak akan diberi kesempatan untuk berubah?

Ini tidak akan terus terjadi, bumi ini berputar. Seperti halnya kehidupan manusia yang terus beputar. Allah SWT itu Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang. Selalu memberikan kesempatan kepada umatnya untuk bertobat. Asalkan kita memiliki niat untuk itu.

Sepanjang hidup tentu saja ada kesalahan serta kekhilafan. Tumpukan dosa itu ada tanpa kita sadari dan pahami berapa kadar dosa yang kita punyai. Masa lalu itu ada ketika kita menjalani hari ini dan esok. Maka sepanjang masa inilah perjalanan hidup yang tentu saja akan memberi warna tersendiri pada sebuah gelas yang bening. Ia akan berubah sesuai kadar air yang dituangkan. Sepekat apapun kopi itu bila kita terus menuangi dengan air putih secara terus menerus, maka ia akan berubah warna.

Hidup, kita yang memilih ingin seperti apakah kita. Ingin segelas kopi ataukah segelas air putih.

Tidak selamanya yang hitam, gelap, pekat itu buruk. Begitu juga hal yang baik tidak selalu indah, terang dan menarik. Perubahan akan terjadi. Percayalah. Kesempatan memperbaiki kehidupan berada pada diri kita. Allah selalu memberi kesempatan untuk itu.


Sahabat itu bukan bayangan tetapi mereka adalah sebuah cermin yang nyata


Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway persahabatan NF
Posting Komentar