Rabu, 04 Juli 2012

Tentang Cinta Versi Novel

Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale

Penulis: Bunga Mega
Penerbit: Andi Publisher
Tebal: 280 Halaman
Harga: Rp 43.500



Cap.. Cip..Cup belalang kuncup..
Awalnya membeli buku ini hanya pilih-pilih cover dan judul yang menarik. Kemudian lanjut baca bagian sinopsis dan komentar. Akhirnya terpilihlah "Tic Toc Tic Toc: Quarter Lfe's Tale. Menakjubakan, walaupun ini termasuk bukan buku baru, karena diterbitkan tahun 2010. Dalam cerita ini seolah saya yang menjadi Shiva, Donna dan Ilya.




Ini perjalanan cinta 3 sahabat yang mempunyai cerita cinta, cara mencintai, kehidupan sosial yang berbeda. Namun mereka terpacu dengan waktu. Quarter life's crisis, Jam biologis dan hukum gravitasi yang menghantui mereka. Mereka menyebut mereka adalah swin gank (susah kawin gank). Usia yang akan menunjukan kepala tiga. Usia yang menjadi perbincangan sana-sini bila belum menikah. Perbedaan presepsi yang membuat mereka semakin saling mengisi. Ketiganya yakin akan pandangan tentang cinta yang mereka agungkan. Shiva selalu berpikir berulang kali untuk berkomitmen, yakin suatu saat akan bertemu dengan "pangeran punggung"nya, memiliki firasat kebathinan yang cukup kuat. Ilya ingin sekali berkomitmen,  berharap Wahyu akan melamarnya, namun cobaan yang membuat Ilya sadar dan mampu moved on. Adam menjadi pelabuhan terakhirnya walaupun Ilya belum sempat secara ucapan Adam yang melamarnya. Donna kehidupan keluarga yang abnormal membuat ia menjadi sosok yang cuek terhadap komitmen, namun  kehadiran Galih, ucapan kedua sahabatnya ini Donna secara tiba-tiba menikah lebih dahulu tanpa pikir panjang. Donna berharap memiliki keluarga kecil yang normal. Suasana begitu tergambar jelas. Suasana hati pembaca semakin terbawa ketika di akhir cerita. Antara bahagia, duka dan kebersamaan. 

***

Cerita dalam buku ini membuat saya membuka mata dan hati. Melihat dari sisi yang berbeda lagi tentang cinta yang begitu universal. Secara lahiriah, tidak ada yang mengetahui siapa dan kapan jodoh kita akan datang. Tentu saja kita juga tidak bisa mengerti bagaimana cara kita akan bertemu dengan tulang rusuk kita. Orang yang berusaha sekali pun untuk mendapatkan jodoh, namun bila Allah SWT belum menghendaki itu tetap saja tidak bisa terjadi. Hari kemarin adalah hari yang telah kita lalui, tidak mungkin bisa kembali. Hari ini adalah hari yang kita jalani, apapun itu merupakan pilihan kita.

Hari esok penuh dengan rencana, tetap saja semua itu kembali pada kuasa sang pencipta. Kehidupan yang tergambar dalam cerita begitu hidup, sehingga pembaca terbawa dalam cerita. Sosok Shiva  dengan "aku". Donna dengan "Gue" dan Ilya dengan "Saya"


Posting Komentar