Minggu, 08 Juli 2012

Celotehan: hari ini

Setiap orang tentu saja tidak ada yang menginginkan kegagalan. Tidak ada seorang pun yang berdoa untuk gagal. Namun mengapa gagal itu menghampiri setiap manuisa?? Mengapa semakin kita berusaha kegagalan terkadang semakin nyata. Hidup memang terus berjalan dengan begitu banyak pilihan. Memilih untuk salah pilihan hari ini atau memilih untuk melakukan kesalahan esok hari.

Tentu saja semua perjalanan hidup ini harus dilewati. Apapun itu kenyataannya. Cobaan serta ujian tentu saja membuat kita semakin kuat untuk melangkah. Melihat keberhasilan orang lain terkadang membuat kita termotivasi untuk menjadi berhasil juga. Tapi yang harus kita lihat adalah bagaimana oarng lain itu mencapai keberhasilannya. Bukan dari hasil yang telah dinikmatinya.

Melarikan diri pada setiap permasalahan bukan sebuah jalan keluar. Tapi hadapi itu semua secara cepat dan tepat. Lebih baik masalah itu dihadapi secepatnya, dari pada kita menunda masalah hingga menimbulkan masalah lain. Lebih parah bila kita menunda menyelesaikan masalah, karena sekali kita menunda hari esok kita akan terus menunda.  Menunda hanya sebuah rentang waktu untuk mundur.

Kesadaran yang selalu mengingatkan kita jauh dikemudian hari setelah kita melakukan kegagalan, kesalahan serta kekeliruan yang fatal. Salah mengambil langkah tentu akan menghambat perjalanan kita kemudian hari. Menyadari itu semua sebagai kesalahan pribadi juga sama sulitnya ketika kita menyadari itu. Terkadang kita selalu mencari kambing hitam, sebab musabab dari semua kekeliruan yang kita jalani.

Pernah mendengar seseorang bercerita bahwa dia adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini. Itu menurut ia pribadi. Namun ia tidak pernah sekali pun melihat diluar sana. Keburuntungan akan menjadi milik siapa saja yang mau berusaha bukan mengeluh pada nasib.

***

Hari ini hikmah yang saya dapat dari perjalanan selama 7 (tujuh) hari yang tidak jua membawa hasil adalah sabar. Mungkin saya belum bisa bersabar dan menerima segala cobaan yang saya hadapi saat ini. Terasa semakin lelah ketika saya menggerutu dalam hati tentang kesia-siaan perjalanan saya ini. Mungkin inilah takdir yang saya harus terima. Saya telah berusaha semampu dan sekuat tenaga. Namun belum jua menemukan hasil. Ini adalah pelajaran, perenungan untuk kemudian hari dalam mengambil keputusan. Terutama pada keputusan yang melibatkan banyak orang. 

Sumber
Memandangi langit diatas sana. Semakin membuat saya sadar. Tingginya langit diatas sana belum tentu bisa saya gapai dengan sebuah keberhasilan apalagi bila saya hadapi dengan keluh dan kesah. Cerah dan mendung hari ini menentukan keberhasilan namun kita harus berusaha, apaun kondisinya. 

Saya mungkin lelah bahkan teramat lelah, namun kelelahan ini tidak seberapa artinya bila saya memilih untuk menyerah. Kerugian akan jauh lebih besar bila saya menyerah saat ini. Ini juga bukan bentuk sebuah hitung-hitungan namun untuk menetapkan hati bahwa kehidupan ini memang sebuah perjalanan.  Jalan yang saya hadapi saat ini sedang menapaki tingkat lika-liku yang melelahkan. Semoga ini berakhir dengan sebuah keberhasilan. Itu harapan saya.


Sumber

"Awan yang terlihat indah itu tentu saja memiliki rahasia, entah menyimpan mendung ataukah menyimpan cahaya kecerahan"



Tidak ada komentar: