Jumat, 22 Februari 2013

Let's Move On To Green Mission


Go Green untuk menyelamatkan bumi kita!

Beralih untuk hidup serba hijau yang dewasa ini dikenal dengan pencanangan "Go Green" dengan penyelamatan serta pelestarian Sumber Daya Alam (SDA ) untuk kehidupan kita di masa akan datang. Tentu saja ini berawal dari isu global warming (pemanasan global) menjadi fenomena alam semakin nyata terlihat dengan musim kemarau dan hujan yang sulit diprediksi seperti 50 tahun lalu. Penyebabnya adalah kita sendiri, sebagai makhluk ciptaan ALLAH SWT yang paling sempurna ada saja kekhilafan yang dilakukan tanpa disadari namun ketika kita sadar masih saja tetap dilakukan.

Sumber
Saat ini banyak artikel pada majalah, tabloid, sosmed yang mengiring kita untuk bergaya hidup sehat terutama untuk beralih pada misi hijau. Salah satunnya Chic Magazine (a smart magazine for career girls) ada rubrik khusus Go Green. Semoga saja rubrik ini terus ada, amin. 

Alasannya karena menjadi salah satu bacaan favorit saya setelah Editor's Notenya mbak Emma Aliudin dan CSaysnya Candra Widarnako. Sehabis baca tulisan mbak-mbak itu seperti ada energi baru yang mengalir secara tidak langsung memotivasi terkadang juga mampu mengobrak-abrik mindset kemudian saya sadar hidup bukan seperti jalan tol, tetapi jalan penuh liku dibutuhkan kekuatan, keuletan serta kesabaran untuk melewati jalan tersebut sampai titik yang diinginkan. Upps..*mulai beda fokus.. :p
 

 "Membaca itu adalah pengalaman"

Siapa yang setuju dengan saya, coba acungkan jari.. ?  :)
Nah lho kok ada yang mengerutkan dahi?!
 
Saya mempunyai alasan tersendiri mengapa membaca itu adalah pengalaman, karena dengan membaca kita bisa mendapatkan ilmu, pengetahuan baru yang kemudian bisa kita aplikasikan bahkan bisa menjadi sebuah cermin kehidupan pribadi kita. Maka, membacalah apapun yang Anda inginkan sesuai dengan minat dan rasa keingintahuan itu sendiri.

Jangan memaksakan diri untuk membaca yang tidak Anda sukai karena akan NOL BESAR (tidak mendapatkan apa-apa). Berkaitan dengan Go Green, sejak fenomena Go Green ini meluncur saya sering mencari informasi tentang ini. Say juga sempat membuat postingan yang sedikit menyinggung tentang Go Green, postingan itu ada disini. Mulai dari informasi ringan sampai yang membahas teknologi pengganti yang ramah lingkungan. Pada media online merupakan strategi paling ampuh untuk mengajak masyarakat untuk beralih pada misi green technology.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sehari-hari untuk mendukung Green Mission:

1. Meminimalkan penggunaan kertas

ATM salah satu penyebab sampah kertas terbanyak. Penggunaan kertas ketika mengambil atau mengirim uang di ATM sebagai bukti transaksi bisa diminimalkan dengan tidak mencetak hasil transaksi, cukup mengeceknya via internet banking atau m-banking. Terutama saat pengiriman uang lebih praktis bila mengirim via m-banking.

Sumber
Hal lainnya yaitu hasil print out skripsi. Saat bimbingan kita tentu membaca print out revisi, terkadang revisi bisa merubah banyak halaman sehingga kita harus mengeprint kembali, alhasil banyak sekali kertas yang digunakan. Tentunya harus ada alternatif atau cara yang dapat meminimalkan atau memfungsikan (mendaur-ulang) kertas bekas menjadi layak pakai. Sepertinya ini merupakan ide yang bagus untuk mendapatkan peluang usaha. Heheee.. :p

Ada juga sofware yang dapat digunakan untuk membuang bagian-bagian tidak penting saat ingin mencetak dokumen, sehingga kita bisa meminimalkan penggunaan kertas. Situs penyedia jasa ini yaitu www.printgreener.com.

2. Sampah yang berasal dari wadah (tempat) segala kemasan (produk)

Tanpa disadari kebiasaan membeli makanan bungkus dan minuman mineral atau botolan (plastik) ternyata menjadi penyebab sumber sampah. Ditambah lagi dengan plastik yang biasa kita dapat ketika berbelanja. Diantara kita tentu pernah berbelanja dengan plastik yang di doubel dua dengan alasan agar tidak sobek. Nah ini juga salah satu hal kecil penyebab penumpukan sampah plastik.

Mari kita mengurangi pemakaian plastik apapun itu jenisnya seperti botol minuman mineral maupun soft drink dengan kemasan plastik, kantong plastik dan lainnya yang terbuat dari plastik. Sampah plastik juga menjadi sumber sampah terbesar dan sulit untuk terurai bisa diganti dengan paper bags hasil daur ulang, lebih baik lagi bila menggunakan tas khusus untuk berbelanja. Semoga saja dikemudian hari akan ada sebuah trend tas untuk berbelanja.

Styrofoam biasa digunakan untuk tempat makanan, terlihat memang praktis tapi dampak yang tidak terlihat yaitu styrofoam dapat meleleh bila terkena makanan yang masih panas. Selain itu styrofoam juga merupakan sampah yang tidak dapat terurai. Kesimpulannya styrofoam tidak baik bagi kesehatan dan juga lingkungan kita. Yuk beralih pada wadah (tempat) yang ramah lingkungan. :)
 

3. Makan makanan yang ramah lingkungan

Seolah hidup kita diikat dengan peraturan yang tidak boleh ini dan itu. Eeitsss.. jangan salah memakan jenis makanan yang ramah lingkungan berarti kita perduli akan kesehatan diri pribadi sekaligus ikut menyelamatkan bumi. Seperti yang hobi makan daging juga menjadi penyebabnya karena gas metana yang berasal dari produksi daging dapat merusak lingkungan. Yuk kita cerdas memilih sayur-mayur, bumbu masakan yang bebas petisida! :)

4. Program penanaman pohon
  
Sumber
Dipinggir jalan bila kita melihat pepohonan yang rindang dan terlihat meneduhkan disiang hari tentu merasa nyaman.

Pohon memiliki banyak fungsi bagi lingkungan maupun kehidupan. Hal yang paling nyata bagi lingkungan dan kehidupan adalah daerah pepohonan (hutan/taman) dapat difungsikan sebagai daerah resapan air yang dapat meminimalkan bencana banjir.

Yuk menanam pohon dilingkungan sekitar kita!


***

Banyak bahan-bahan yang sangat sulit terurai bahkan membutuhkan waktu puluhan tahun ada juga yang tidak dapat terurai. Mari kita simak beberapa contoh:

Styrofoam -> Tidak bisa terurai
Plastik Keras -> 50-80 Tahun
Alumunium -> 80-100 Tahun
Kantong Plastik -> 10-20 Tahun
Kulit Jeruk -> 6 bulan

Membayangkan lamanya masa penguraian tentu harus mencari solusi bagaimana cara agar sampah tidak menumpuk biasa dikenal dengan 3R; Reduce, Reuse dan Recycle. Reduce berarti mengurangi pemakaian yang menimbulkan sampah. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Sikap hijau harus dimulai sejak dini, tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi karena Kalau tidak kita siapa lagi..

Yuk Let's Move On To Green Mission.







 Sumber: CHIC (Setiap edisi yang memiliki rubrik Go Green)

Posting Komentar