Kamis, 04 Oktober 2012

Bulan purnama & kepiting rebus

Malam ini tidak bisa kupastikan apakah benar-benar bulan purnama. Namun, apapun bentukmu aku senang memandangnya. :) Banyak kenangan akan bulan tentu banyak cerita pula akan itu.

Aku menyimpan sebuah kenangan..
Pada bulan yang menyinggahi cahaya pada bumi..
Berharap ini tidak akan lekang oleh waktu..
Tidak seperti rasa kita yang sempat menyatu namun pupus..

Aku biarkan memoar ini abadi..
Sepanjang bulan tetap memberi cahayanya padaku..
Aku ingin perlihatkan senyumku pada bulan..
Agar disampaikan padamu kelak..

***

Aku suka melihat bulan. Apapun fase bulan itu. Aku teringat akan seorang teman (eks pacar sebenarnya) yang selalu mengingatkan aku akan keberadaan bulan. Sebut saja dia "A". Sebuah huruf awal dalam alfhabet. Tiada niat untuk menyamarkan sebuah nama. Namun hanya ingin menghargai sesama.

"A" saat ini aku teringat dengan sebuah sms dari mu yang mengingatkan aku jika hari itu ada bulan penuh (purnama). Seketika itu, aku yang sedang dalam perjalanan langsung menatap langit dan kucari bulan sedang memperlihatkan cahayanya. Indah sekali. "A" tapi mengapa kamu begitu adem ayem, tiada lagi sempat mengingatkan ketika bulan purnama tiba. Upss. Aku lupa "A". Sudahlah, itu masa lalu kita "A". Kita simpan saja itu. Rapat.

Tapi, selagi bulan terus memberi sinar sejauh itu juga aku tetap mengingatmu. Ingat, aku hanya sekedar mengingat. Tidak lebih.

"A" seingat ku, kamu pernah naik ke atas genteng ketika itu dan memandangi bulan? Apakah ketika itu kamu jujur padaku? Ataukah bersandiwara untuk membuatku bahagia "A". "A" semakin aku menarikan jemari ini, semakin deras pula ingatan yang meluncur dalam alam pikiranku. Tapi, dimana kamu kini "A"? Salahkau aku menanyakan kabar atau keberadaanmu? Aku ingin berbagi denganmu. Banyak kata yang tertahan dalam hati "A". Tapi ini bukan tentang aku dan kamu "A". Ini tentang kehidupanku. Episode kehidupan yang telah aku jalani sungguh jauh berbeda saat terakhir kita bertemu. Kini aku berada pada titik kejenuhan. Namun mengingat kisah ini, aku bisa tersenyum. Bahkan tertawa, meski cuma dalam hati. :)

Kamu tahu "A", terkadang aku melihat bulan seperti ada bayanganmu disana. Tersenyum dan melirik kepadaku sambil mengedipkan mata. Terlihat genit sekali. Benarkah itu kamu "A"?? Jawab?!! Aku benar merindukan saat dimana kita bercanda dibawah sinar bulan. Wajahmu memerah layaknya kepiting bangkang di rebus. Sumpah "A", aku merindukan kata-kata "kepiting rebus". Canda tawa itu seakan memiliki roh yang mampu membangkitkan imajinasi.  Memoar ini begitu liar untuk aku hentikan. Dua hal ini yang terkadang membuat aku tersenyum ketika mengingatnya, "Bulan Purnama dan Ketpiting Rebus".

"A" ......


Bulan purnama dan kepiting rebus


Andai suatu saat aku dipertemukan kembali dengan mu, aku ingin mengingatkan cerita ini padamu. Aku akan menemanimu untuk mengingat kisah itu. Walau hanya sesaat. ;p




"Biarkan aku melihatmu secara utuh dan sempurna dengan cara yang sederhana"
Tulisan ini diambil dari postingan note FB ku..

Posting Komentar