Rabu, 03 Oktober 2012

Amplop Cinta 2

Sumber

Lagi dan lagi, masalah cinta tetap menjadi trending topic. Ide ini muncul dengan sendirinya, biarlah segala yang berhubungan tentang cinta tetap ada didalam hati anak cucu adam.

Cinta pada pandangan pertama itu hadir secara alamiah dan juga karena garisan takdir. Saya sendiri mungkin tidak bisa menepis bila dihadapkan seperti itu. Tentu saja saya akan menikmati perjalanan rasa itu untuk menemukan cinta. Menentukan pilihan akan cinta adalah hak saya pribadi. Terkesan arogan tetapi bagaimana pun cinta itu tidak bisa dipaksakan. Cinta hadir karena terbiasa. Di zaman yang serba canggih teknologilah yang menjawab semua itu. Jauh menjadi dekat, dan dekat serasa berada dalam genggaman.

Setiap orang mempunyai pandangan serta pendapat yang berbeda tentang cinta itu sendiri. Saat ini saya termasuk orang yang sulit untuk percaya dengan orang lain, sifat ini ada karena pengalaman hidup yang pernah saya jalani. Bagaimana dengan anda tentu anda mampu merasakan itu sendiri?? Cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika hati saat ini berkata tidak, mungkin esok akan berubah. Namun itu juga tidak mudah, biarlah ini menjadi tanda tanya dalam hati anda sendiri. Perubahan yang terjadi juga karena faktor kebiasaan.

Serangkaian cerita tentang hati ku abadikan dalam "Amplop Cinta"::
"Ketika AKU memahami arti sebuah kebahagian ini sudah terlambat, orang yang kukasihi telah berpunya. Ingin sekali rasanya mengemasi setiap rasa yang pernah singgah. Namun aku malu, malu untuk menyadari cinta tak berbalas. Entah ini apa ku pendam dalam sebuah rasa kecewa, buliran air melewati mata kunamakan air terjun atas nama cinta. Kurang apakah aku dimata? Ahh, biarlah ini menjadi proses untuk menghadapi fase terberatku hari esok. KAMU. Telah mencuri rasa cinta ku, lalu kau patahkan hingga remuk tak berkeping hanya menjadi butrian tanpa arti. Biarlah. Aku memerima semua ini. SAAT INI adalah hari terbaikku untuk mengabadikan kisah ini dalam amplo cintaku"
Menghitung hari untuk hari yang menyenangkan sungguh membahagiakan, wajah ini dibuat senyum sepanjang hari. Tapi bila menghitung hari untuk suatu hal yang memberatkan, hufff... Ini mungkin bagian dari proses dalam hidup, untuk menemukan pilihan yang tepat.

Bagaimanapun keadaannya nanti, kita harus bisa menyikapi ini pada hal positif. Berpikir bahwa kesempatan itu ada, apapun itu. Menyemangati diri untuk tetap konsisten dalam menjalani sisa hari. Setiap awal yang pasti ada akhir, ingin sekali memulai hal baru lagi. Dengan segala semangat yang menggebu dan ketika menerima kenyataan bahwa kesempatan itu ada hambatan, itulah yang membuat kita kalah dalam diri. Kalah dalam arti menyerah.

Disaat ini, dimana aku akan menghitung mundur sisa hari itu, dan aku akan menghitung mundur dengan cepat untuk  hari yang aku tunggu lainnya. Dua hal yang berbeda tetapi, tapi aku akan tetap menghitung. Semoga saja tepat dihari itu. Semua berjalan dengan baik. :)

Posting Komentar