Senin, 03 Desember 2012

Keinginan Vs Kenyataan

Sumber

Hujan. Ngintip jendela rintikan hujan terlihat enggan berhenti. Udara semakin dingin banget diluar. Jadi iseng-iseng buka FB, eh ternyata ada info Giveaway Windiland.. Ihiiiiyy.. : D Setelah dibuka baca dengan seksama ketentuan yang berlaku terus melirik hadiahnya buat saya geregetan pengen ikutan. Bukan hanya karena itu, temanya “ Good Bye 2012, Say Hello to 2013” pun buat saya merinding ketika mengingat segala hal yang terjadi pada tahun ini. Berat rasanya meninggalkan tahun ini. : ) Meskipun saya menyadari kehidupan akan tetap terus berjalan meskipun kita menginginkan waktu berhenti untuk sejenak.

Yang empunya hajatan ini adalah mbak Windi Teguh.

Sumber
 
 Berbicara resolusi saya tahun 2012 mungkin tidak begitu jelas seperti apanya, semua keinginan tersimpan di hati yang paling dalam. Seperti yang tertulis dalam postingan sederhana akhir tahun lalu disini. Dan ini mungkin saatnya saya untuk menuliskannya.


F'trie Mirawati
Sumber
Keinginan saya pertama ketika itu adalah menyelesaikan skripsi saya yang telah menggantung cukup lama. Buat saya itu salah satu beban terbesar ketika belum menyelesaikan skripsi (Sidang Kompre). Target selalu saya buat, namun ujung-ujungnya target itu selalu meleset. Beberapa bulan sebelum pergantian tahun, saya sempat mengikuti test kerja, namun setelah beberapa tahap saya lewati halangan terbesar adalah perkuliahan. Saya belum menyelesaikan skripsi. Memang ketika itu saya diberi kesempatan beberapa bulan untuk menyelesaikan. Hingga bulan yang ditentukan tiba, skripsi masih menggantung pada tahap penelitian. Akhirnya saya melewatkan kesempatan untuk berkarier disalah satu bank terkemuka.

Menyesal menjadi santapan saya ketika itu. Semangat pun empat menjauh dari diri saya. Saya menyadari kuliah sambil bekerja itu tidak mudah walaupun  ditahap penyelesaian skripsi. Ditambah lagi jarak tempat tinggal ke kampus ± 90KM saya hanya bisa mempergunakan hari sabtu untuk bimbingan. Tidak mungkin saya menggunakan waktu istirahat saya untuk pergi kekampus. Pernah saya berkeinginan untuk berhenti kerja, fokus untuk skripsi dan kemudian setelah selesai mencari kerja kembali. Namun, disisi lain adalah tanggung jawab kepada keluarga yang mengharuskan saya tetap bekerja. Setidaknya untuk membantu dari segi finansial. Meskipun terlambat dan sempat beberapa kali mengharuskan saya jungkir balik untuk membagi waktu, alhamdulillah saya bersyukur semua beban ini telah terlewati. Kini nama saya dibelakang telah bertambah tiga huruf (S.Ip) :) senangnyaaaaaa...


Ada sebuah keinginan setelahnya yaitu melanjutkan pendidikan S2. Setelah cari tahu sana-sini biayanya cukup menguras kantong. Cukup menelan ludah setelah mendapatkan informasi. Saya tidak ingin memaksakan diri untuk melanjutkan pendidikan. Semoga saja di tahun 2013 saya bisa menabung untuk itu. Semoga saja. Doain yah mbak win.. :)


*** 

19 April 2012
Akhir tahun kemarin saya masih bekerja, itu merupakan rumah kedua bagi saya. Banyak pengalaman dan kenangan yang didapatkan disana. Semua kenangan itu masih terpatri di ingatan saya. Meskipun masih bekerja, akhir tahun kemarin juga saya harus berpikir keras dimanakah rumah kedua saya setelah itu? 

Saya tahu 19 April 2012 adalah hari terakhir saya berada di rumah kedua itu semua kenangan hari itu ada dipostingan yang ini.. Sampai saat ini, rumah kedua selanjutnya itu masih dalam pencaharian. Mencari dan terus mencari, berusaha dan tak mengenal lelah, berdoa dan terus berharap semoga dipermudah. Dan semoga saja, rumah kedua saya selanjutnya bisa segera saya temukan di akhir tahun ini atau di awal tahun 2013. :) Doakan saya yah mbak Win..


Menikah. Siapa wanita yang tidak ingin memasuki tahap ini, saya yakin semua tentu menginginkan. Termasuk saya. Saat ini memang saya tidak memiliki teman dekat (calon) untuk dijadikan pasangan hidup kelak. Saya ingin waktu pacaran itu setelah menikah, karena juga menurut ajaran agama yang saya anut juga lebih disarankan seperti itu. Apalagi sempat membaca masa perkenalan mbak windi dan suami yang begitu singkat, hmmm.. seperti itulah yang dinamakan takdir. Siapa yang dapat mengira kapan kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita.

Sesungguhnya menikah ditahun 2012 ini bukanlah sebuah resolusi saya. Tapi ketika memasuki usia 20an saya sempat menargetkan untuk menikah diusia seperempat abad (25 tahun). Usia itu bertepatan pada tahun ini. Ternyata saya sebagai manusia hanya bisa berencana, berkeinginan dan semua itu kembali lagi pada kehendak Allah SWT. Takdir dari-Nya ketika usia 25 tahun ini seperti yang saya jalani saat ini.

Andai saja sudah menikah ditahun ini tentu saya bisa ikutan ngirim foto disalah satu event yang temanya menceritakan foto pernikahan, gak mau kalah dong sama mbak Win.. nah lho.. :p Berhubung ini postingan untuk GAnya mbak windi, sekalian doain yah mbak semoga jodoh saya didekatkan dan berharap bisa menemukan figure ayah didalamnya. Amin. Saya merindukan sosok ayah dalam kehidupan saya. Ini saya ungkapkan dalam postingan saya Ini


Berbicara Resolusi untuk tahun 2013 mungkin menyambung dari keinginan saya yang belum sempat terpenuhi di tahun ini yaitu memiliki pekerjaan dan menikah *Masang.tampang.mupeng*. Selain itu, keinginan terbesar saya ditahun 2013 adalah merampungkan draft tulisan yang masih menggantung beberapa bulan. Sebuah karangan fiksi yang awalnya dibuat untuk mengikuti event. Tapi karena ide itu hilang timbul, sampai saat ini draft itu tidak tersentuh. Hal lain yang saya inginkan yaitu Insyallah mendekatkan diri kepad Rabb-ku, mendapatkan ketenangan bathin. Tentunya bila hati kita tenang banyak hal yang bisa dilakukan. Melaksanakan yang sempat lalai ditahun ini terutama senin-kamis yang sering terlupakan. Amin.

Itulah keinginan saya, namun kenyataan jua yang saya hadapi saat ini. Tentu saja, perjuangan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan tidak akan berakhir dipergantian tahun ini. Semangat tidak boleh pudar Ayoo Semangat Ayuu!.. Merdeka!


***

Hmm, saya ingat-ingat lupa awal kenal mbak windi. Seingat saya ketika BW ke dalam blog teman, saya ketemu blog mbak Windi. Tulisan dalam postingan mbak Windi bagi saya ringan, mengalir namun mengigit. Rasanya pengen punya gaya menulis seperti mbak windi yang mengalir seperti air itu :p. (Ayoo ayu terus menulis!)

Mbak Windi itu orangnya asik. Alasannya pernah saya mencari masukan, pendapat tentang sosok ayah itu bagaimana yah itung-itung survei kecil-kecilan. Nah, mbak windi menjadi orang pertama karena menurut saya beliau lebih dewasa dari saya, tentu saja pengalaman hidupnya jauh dari pada saya. Kedua, ketika saya meminta pandangan tentang sosok ayah, mbak windi bercerita begitu panjang. Inilah yang saya suka dari mbak Windi gaya menulisnya yang mengalir begitu deras. heheheeee... Ajarin dunk mbak Win ilmunyaaa...

Oia mbak, sesekali kalau saya nyasar ke Medan boleh donk maen ketempat mbak. Gak apa-apa dech musti pegang sapu dan kain pengepel dulu ;p (Teringat saat ninggalin jejak di event foto yang mbak windi ikutin). Wah, tanpa sengaja mbak win baca postingan ini ternyata sudah beberapa kali meng-aminkan doa saya. Nah sekarang giliran saya mendoakan mbak Windi. Semoga selalu diberikan kesehatan. Mbak Windi juga bisa menelurkan buku solonya (Ditungguuu..). Dilancarkan proses persalinannya nanti. Amin.

Semoga hadiahnya ada yang nyantol ke saya.. ;p Amin.


***

Selain blog mbak Windi saya juga senang membaca blognya mbak Rossa Indah. Sebenarnya gak kepengin menyamakan antara keduanya. Satu hal yang saya suka dari blog mbak win dan mbak Rossa, setiap postingan mereka menurut saya mengalir dan ringan. Ternyata banyak banker yang suka menulis. Termasuk juga Mbak Ika Natassa dan Kezia Evi Wiadji yang sudah menulis beberapa Novel yang harus saya ucapkan kata woow!.. Saya pengen tahu, gimana cara mereka membagi waktunya yah.. :)





Selamat Tinggal 2012.. Selamat datang 2013
Keinginanku untuk menaklukanmu  

Merdeka!!
Posting Komentar