Kamis, 29 November 2012

Counting Down: "Rindu Untuk Ayah"





Rintikan hujan jatuh perlahan senada dengan air mataku..
Ketika almanak menyadarkan aku untuk menghitung mundur..
Dua puluh dua tahun sudah rindu ini terpatri, kian abadi..
Dahulu hingga kini, Sesungguhnya aku tidak menginginkan hal itu terjadi padamu Ayah!! 
Saat dimana, takdir merubah segalanya..
Aku menjadi anak yatim inilah kenyataannya..

Aku sempat merasakan hidup ini sangat tidak sempurna..
Aku kehilangan sosok seorang Ayah..
Aku haus akan cinta, kasih sayang, perhatian mu Ayah..
Aku kehilangan semua itu sedari kecil..
Masa dimana aku menyimpan kesedihan dengan tersenyum..
Waktu mendewasakan pemikiran seorang bocah untuk mengerti akan takdir..
Mungkin, aku hampir lupa rasa memiliki seorang Ayah..
Mungkin, aku juga lupa rasa dikasihi oleh Ayah..
Tapi aku ingat pelukan terakhir Ayah..
Saat ayah berpesan "Jangan nakal yah nak"..
Aku tidak ingin hilang ingatan untuk hal itu..
Meski aku memiliki memory bergambar masa lalu..
Biarlah, kusimpan rapat rindu ini untuk Ayah..
Ayah, rindu ini semakin menjadi dikala jemari ini menari bebas..
Ayah, hati ini sungguh merasakan kehilangan sosokmu..
Ayah, aku haturkan doa untukmu sebagai penenang jiwaku..
Semoga disana Ayah berada ditempat yang Semestinya..
Des 1990- Des 2012
Posting Komentar