Rabu, 07 November 2012

Celotehan masa lalu



Teruntuk Mu..
Tak perlu aku ucapakan keluh dan kesah yang sesungguhnya membebani isi hati dan pikiran aku, ketidaksanggupan pun sempat menyurutkan semangat ku karena semua begitu berpacu dengan waktu. Dan kini aku menyerah, menyerah bukan untuk kalah, tapi aku menyerah saat ini dan yakin untuk hari esok. Tidak sanggup untuk aku lukiskan seperti apa penyesalan aku sesungguhnya, hal apa, dan mengapa itu bisa terjadi. Cukup aku mengeluh ditiap doa ku, dan menguatkan hati dengan amin ku. itu saja. *sambil.nundukin.kepala*

Teruntuk Kamu..

Memikirkan KAMU sungguh membuat aku gila *hee.. :) *, karena KAMU yang sesungguhnya masih dalam bayang-bayang ku *ngayal.sambil.ngeliat.langit2.kmr* yapss.. teruntuk kamu, aku tak begitu percaya perkataan cinta, pernyataan cinta, mungkin itu yang menyulitkan diri ku sendiri untuk menyatakan cinta,hee..*:P * terlalu berat untuk bercerita tentang cinta. tapi terlalu naif pula bila aku, menyatakan aku tidak mengerti cinta. Cinta itu sangat universal, dan semua tahu itu. Cinta itu buta, aku percaya itu, tapi bagi ku saat ini, cinta itu selalu meninggalkan, tahu mengapa?? karena didalam nya selalu ada saja kisah yang meninggalkan cerita, kenangan.

Seperti lyric lagunya sheila On 7 "pemuja rahasia",
mungkin kau tak pernah tahu betapa mudahnya kau tuk dikagumi...
mungkin kau takan pernah sadar begitu mudahnya kau tuk dicintai...


yaaps,, tanpa aku sadari mungkin aku pernah menjadi pemuja rahasia, mengagumi tanpa harus diketahui. sungguh ironis,,haha.. tapi tidak membuat aku sampai aku menangis. karena apa?? aku menikmati masa-masa seperti itu. dan cukup untuk kali itu saja. dan kini biarlah orang diluar sana yang menjadi pemuja rahasia ku. *:P, ngarepp..*

Teruntuk Mu Sahabat Ku..
Sulit untuk aku menggambarkan semua suka duka dalam persahabatan, sesulit aku menemukan sahabat yang sesungguhnya. Bagaimana orang seperti aku (bukan maksud untuk merendahkan diri sendiri) bisa diterima. Menggambarkan diri ku sendiri sangat lah mudah, mungkin sebagian orang yang mengenal akan menjawab, "Pendiam","idealis" dua kata yang bisa menggambarkan aku. Terima Kasih Teruntuk mu Sahabat ku.. semangat, perhatian besar maupun kecilmu, serta kenangan yang pernah kita bagi dan jalani bersama semoga tidak berakhir begitu saja. *Merdeka*

tak perlu aku sebut siapa sahabatku sesungguhnya, karena sahabat akan merasakan getaran yang sama pedulinya seperti aku memperdulikan mereka dalam hidup ku. *adil bukan*.


> tidak ada hal yang bisa membuat aku bahagia, selain aku bisa melihat orang disekelilingku bahagia. melihat orang yang kusayangi bahagia merupakan semangat yang tak ternilai besarnya. walaupun selalu kuredam dengan sikap yang begitu biasa, seolah tidak perduli dengan semua itu. tapi sesungguhnya tidak.
> celoteh hari ini melepaskan satu kekhawatiran yang tidak aku mengerti.

11 Oktober 2011

**********************************************************************************


seorang teman pernah berkata kepadaku tentang keinginannya yang harus dituruti. intinya orang yang sekitarnya yang mungkin saja memiliki urusan dengan beliau harus menuruti keinginannya. aku berpikir keras saat itu. mengapa beliau mengucapkan itu pada aku, apakah aku harus menurutinya juga, tentunya tidak * :) *. aku juga punya pemikiran sendiri, dan siapa dia yang mampu mengatur aku harus menuruti perkataanya. aku juga belum tahu benar konteks pembicaraan kami itu dalam lingkungan yang bagaimana. apakah keluarga, asmara, pekerjaan, atau pergaulan sehari-hari. tapi bagi aku yang saat ini mengenal beliau dan sempat mendengar perkataan beliau, sangat berharap ini bukan jadi kepribadiannya yang sesungguhnya. karena bila beliau tetap seperti itu akan sangat sulit untuk mengembangkan diri di tempat yang mungkin tenggang rasa sesamanya kurang.

"wahai teman, aku mungkin bukan professional dibidangku, bukana juga ahli dalam menilai orang lain, tapi bagaimana pun keadaan kita menjalani hidup jangan selalu berpikir andalah orang yang sangat dibutuhkan. jadilah orang yang bisa mengikuti arus baik tenang maupun deras. karena bila anda mampu berjalan seiring dengan orang lain akan terlihat lebihh indah ketimbang anda yang terlihat jalan didepan tetapi tampak terlihat semu." *paham*


ada seorang yang menilai aku, bahwa aku masih seperti yang dulu (jaman waktu sekolah dulu), tanpa aku tahu persis, apa yang ada dipikirannya tentang aku, apa yang di lihat nya dari kehidupan aku.tapi itulah yang membuat aku sangat ingin tahu. bahkan penasaran yang begitu hebatnya. sempat aku betanya, tapi bukan jawaban yang aku terima. hanya senyum manis dari beliau (menurut beliau manis menurut aku biasa aja.. * ;P *)

"wahai teman, aku sangat berterima kasih kepada kalian yang bisa menerima aku sebagai teman bahkan sahabat kalian. sebuah anugerah mungkin buat aku bila seorang yang biasa ini bisa diperhatikan oleh orang lain *dilarang.senyum* yang begitu luar biasa. sedikit klarifikasi, aku yang dulu dan sekarang tidaklah banyak berubah TAPI ada perubahan yang aku berharap itu semakin baik tentunya. hanya saja kalian belum begitu jeli untuk menyinggung hal itu. *:)* "


sempat seseorang yang mendekati aku dalam arti mungkin (ingin kenal aku lebih jauh) *ahhaaa..jadi enak* beliau berkata *tidak.persis.dengan.ucapannya* bahwa beliau bisa dapatin pacar yang cantik. sumpah aku kaget, karena aku pikir hal seperti itu tak pantas diucapkan didepan orang yang sedang beliau dekati. apa mungkin beliau berpikir bahwa aku adalah wanita beruntung, karena didekati beliau. ataukah beliau berpikir bahwa aku ini tidak cantik *hemmp...aku.terima.itu*,  yasudalah.. karena nasi sudah menjadi bubur, kata-kata itu sudah aku dengar dengan baik, tanpa aku tahu maksudnya seperti apa. dan saat itu juga *mohon.maaf* aku jadi ilfeel.

"wahai teman, aku bersyukur bisa berkenalan dengan kalian, karena semakin banyak teman itu semakin memperluas pergaulan aku, karena ada yang bilang aku (kuper) *damn!!* haha... aku selalu menerima apapun yang orang lain tentang aku. tapi tetap semua itu tidak aku terima mentah begitu saja, yang bisa menjadi sebuah kritikan akan aku dengar, yang sebuah cemoohan aku jadikan cerminan. itu saja.

12 Oktober 2011

 **********************************************************************************



Sales marketing
Aku mungkin bukan orang yang tepat untuk bekerja sebagai sales marketing, karena "kata orang" (tanda kutip) aku tuh "pendiem", jadi kecil kemungkinan untuk bisa menjual dan menawarkan sebuah produk. and then, aku juga  (terkadang) krisis kepercayaan diri. haha.. saat ini profesi ku bukan sebagai sales marketing. tapi saat ini aku sedikit-sedikit mulai menjalani itu hari-hari. tak perlu aku tegaskan ini tentang apa. yang pasti, setelah aku jalani pekerjaan ini, ternyata gampang-gampang susah. tergantung mood aku dihari itu. tergantung aku mampu meyakinkan mereka. tergantung orang disekelilingku yang bisa membuat aku menjadi semangat..hahha...

tapi aku senang dengan ini, banyak hal yang dapat aku ambil hikmanya, semakin banyak aku bertemu dengan orang diluar sana semakin banyak pula aku belajar memahami karakteristik orang lain.

Freelance
semakin hari, kebiasaan bisa menciptakan sebuah passion, aku sangat berharap itu. ingin rasanya mempunyai keahlian menulis yang mampu membuat orang tertawa, tapi aku sadar aku tidak mampu untuk itu. ingin membuat sebuah tulisan yang bisa dihayati orang banyak (e.g novel) aku masih merasa tidak sanggup, ingin berbagi kehidupan pribadi, namun aku bukan termasuk orang yang terbuka, mampu bercerita ecara gambalang tentang hidupku sendiri. kesanggupan aku saat ini, membuat sesuatu yang bisa aku buat, berceloteh sesuai pemikiran ku. itu saja.

saat aku merasa lepas dan bebas, saat dimana aku mampu berceloteh dengan cara dan ingin ku sendiri. disaat diam aku selalu memperhatikan sekelilingku. mencari sesuatu yang bisa aku ingat dan aku kembangkan nantinya. semoga dengan cara yang demikian aku bisa mengasa ide kreatifku sendiri. *pengennya*

wirausaha
ini juga merupakan sebuah keinginan, yahh.. nantinya bakal bagaimana, aku juga belum tahu. setidaknya aku sudah memikirkan mau kemana nanti setelah ini, ingin sepeti apa aku menjalani hari esok ku. semua usaha harus dimulai dari nol, sampai saat ini aku belum melakukan apa-apa untuk sebuah keinginan aku yang satu ini. selain "modal"mungkin juga aku belum tahu banyak tentang dunia wirausaha. sering baca-baca media massa tapi tetap saja belum satu pun yang bisa menggugah keinginan manjadi kenyataan.

Ibu Rumah Tangga
hahay, untuk hal satu ini juga merupakan keinginan yang luar biasa. suatu saat nanti bila ini kesampaian, aku sangat ingin bisa menjadi IRT yang bijak. hahaa.. *mimpiii.dulu.achh..* setelah mimpi dan menjalani yang sesungguhnya mungkin aku baru bisa bercerita banyak. yah, semua bisa karena terbiasa.. dan aku mampu bercerita, pastinya setelah aku mampu bemimpi, dan setidaknya mulai menjalani mimpi itu.


13 Oktober 2011
**********************************************************************************
aku dan kamu

aku dan kamu. memulai semua tanpa kesengajaan. jiwa muda kita saat itu yang masih bergejolak, menutupi kesadaran kita, bahwa kita sesungguhnya terjebak dengan keadaan. keadaan yang menyatukan kita secara pandangan. keadaan yang mempertemukan hati kita, yang saat itu sesungguhnya ingin berlabuh ke hati yang lain. tapi entah dari mana awalnya, aku dan kamu sepakat untuk memulai sebuah hubungan.

aku dan kamu. bukan apa-apa yang indah untuk dikenang. layaknya pelangi yang terlihat indah  hanya sekejap waktu saja. aku dan kamu hanyalah sebuah cerita yang kebetulan ada, tapi bukan sebuah cerita legenda yang memiliki tajuk serta alur cerita. begitu singkat waktu yang mampu aku ingat saat kebersamaan kita. apakah kamu masih merasakan masa-masa itu? apakah kamu telah menjauhkan aku dari ingatan mu? apakah hati mu masih milikku?, aku tahu kamu tidak akan pernah bisa berkata jujur pada ku. aku tahu kepura-puraan itu.

aku dan kamu layaknya goresan karikatur, menarik tapi menyimpan kepalsuan. tahukah kamu kepalsuan seperti apa? kamu tidak akan pernah mampu memandangi dua bola mataku saat kepalsuanmu telah terbuka. aku juga tahu akhir dari itu kamu lari dari kehidupan ku, tanpa sepatah kata pahit yang mampu mengukir pikiran ku yang galau saat itu. dan semua itu berakhir tanpa kata sepakat, hanya saja aku yang tidak menyanggupi untuk menunggu keberanian mu untuk berkata jujur. itu saja.

aku dan dia
aku tidak begitu mengenal dia. begitu juga dengannya. dia yang terlihat menarik pandangan kaum hawa. termasuk aku pastinya. ketertarikan itu hanya sebatas itu. tidak ada rasa ingin mendekatinya. namun waktu demi waktu kata hati ku pun mulai berpaling dari pikiran awalku. lambat laun ada sedikit harap dan kesempatan agar aku bisa bersamanya. akua tidak pernah memaksakan keinginan ku. aku percaya dengan waktu yang dapat merubah semuanya tanpa kita sadari, seperti halnya saat itu, tiba-tiba ketertarikan itu hadir begitu saja.

dia yang begitu" terlihat" sempurna ternyata tidak merasakan hal yang sama. aku sadar itu. tapi sebagai manusia, wajar saja aku menganggumi makhluk ciptaan-Nya. aku tidak merasa kecewa dengan kenyataan ini. aku sebagai pemuja rahasianya cukup bahagia ketika dapat melihatnya tersenyum. cukup bagiku untuk dapat melihatnya tanpa harus mengganggu kehidupannya.

aku dan dirimu
aku dan dirimu. aku mengerti keadaan yang sesungguhnya. tidak sedikit pun aku ingin menyadarkan itu dari dirimu. biarlah dirimu sendiri yang mampu menyadarkan itu. aku mengahrgai segala kebaikan dirimu. tapi janganlah dirimu salah mengartikan itu. karena hatiku sudah bulat untuk bisa menyadarkan mu dari mimpi disaat sadar mu.

tahukah dirimu, bahwa aku tidak ingin merubah semua yang telah ada. tahukah kamu niat ku sesungguhnya. tentu tidaklah dirimu pernah pahami itu, karena keegoanmu yang menutup mata hati mu sehingga aku dijadikan pelarian dirimu. biarlah semua ini berjalan dengan semestinya. bila suatu saat nanti aku dan dirimu dipertemukan kembali, aku sangat berharap. aku tidak menjadi persinggahan sementara mu.

 _aku.kamu.dia.dan.dirimu_ 14 Oktober 2011

***********************************************************************************


maaf
satu kata yang sesungguhnya memiliki banyak arti pada setiap kesempatan kita mempergunakannya. tapi sering juga disalah artikan bagi sebagian orang. bagi orang yang tak pernah merasa salah, mungkin sulit untuk mengucapkan permintaan maaf. mengucapkan maaf sama baiknya bila kita bisa memaafkan orang lain. tapi bagaimana kalau saja permintaan maaf malah membutakan mata hati orang-orang diluar sana, karena bisa saja kata sesederhana itu menjadi alat untuk menelabui orang lain.

yaps, berbicara kata maaf, sudah kah anda meminta maaf atas kesalahan anda pada hari ini?, sudahkah anda memberi maaf pada seseorang yang pernah berbuat salah dengan anda? sebeapa pentingkah kata maaf itu nagi anda?..
tentunya sulit mengukur seberapa penting, karena tidak ada teori yang menyatakan tentang pengukuran kadar maaf, ataukah saya yang belum tahu tentang keberadaan teori tersebut.

memaafkan dan meminta maaf
ini merupakan salah satu hal yang mulia, dimana sebesar apapun salah orang lain tehadap kita, dan kita mampu dengan ikhlas memaafkan orang lain. biarlah orang lain yang menilai seperti apa kita sebenarnya, sudahkah kita menjadi orang yang pemaaf, dan jangan pernah mengaku hal yang sebenarnya belum menjadi kepribadian kita.
sekecil apapun kesalahan, bila kita menyadari itu benar kesalahan,tidak ada salahnya kita meminta maaf. kekeliruan besar maupun kecil, kesalahan besar maupun kecil, bila itu sudah melukai orang lain.

yapss, sebagai manusia aku sadar aku tempat nya salah dan khilaf, sekecil apapun itu mungkin aku pernah mempunyai salah diluar sadar dan ingatku. mungkin juga aku telat menyadari hal itu. maafkan aku teman bila aku pernah menyinggungmu, maaf kan aku teman bila keputusan ku pernah melukai mu, maafkan aku teman bila pilihan ku tidak sejalan dengan inginmu dan maaf kan aku ya allah bila aku ingkar kepadamu.

MAAF..


15 Oktober 2011
***********************************************************************************


setiap orang berhak mengambil sikap sesuai keinginannya, setiap orang berhak untuk mempunyai rahasia dalam hidupnya, adalah hal yang sangat wajar bila kita marah bila keinginan,hak itu di rampas begitu saja. tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan apalagi untuk dimengerti.  tapi bagaimana cara yang terbaik untuk menghadapi seseorang yang telah diberi kesempatan, telah diberi pengertian serta telah diberi petunjuk untuk jalan yang terbaik,tetap saja keras dengan pendiriannya. disinilah letak kebingungan saya bila saya melihat permasalahn orang lain dari sudut kebalikannya. sangat memusingkan. Mungkin karena saya juga bukan ahli kejiwaan. dan saya belum pernah sakit jiwa *amit-amit.jgn.sampe*
dan bila dihadapkan hal seperti itu saya hanya berusaha berpikir keras, walaupun belum tentu bisa memberikan pendapat yang bisa membuat orang lain lega.


kebisaan kita untuk mengerti dan memahami kemudian menganalisa permasalahan orang lain itu tidak mudah, apalagi bila permasalahan yang dimaksud tidak menyangkut dengan kita, atau orang yang dimaksud tidak begitu kita kenal. ini sulit, karena jangan pernah menilai sesuatu hal akan orang lain bila tidak diminta untuk menilai *saya.akan.berusaha.untuk.menanam.perkataa.itu.dihati.saya* namun bila itu terpaksa dan mampu memperbaiki keadaan maka cobalah hal baik itu.namun sebelum itu, minta lah ijin terlebih dahulu, agar saling menghargai satu dengan yang lain.


tersulit bagi kita bila kita terjebak dengan ucapan kita sendiri. karena jujur, semua orang mampu berkomentar panjang dari 0 sampai 10, dari A sampai Z tapi pada kenyataanya apa yang diutarakan nya NOL BESAR. bila pada kenyataan kehidupannya jauh bersebrangan dengan ucapan nya. disini saya yang berkata, mungkin diluar sana ada yang menilai saya seperti itu. *mudah-mudahan.tidak*


rasanya ingin sekali merelaksasi kan diri dari permasalahan hidup duniawai, tapi saya yakin itu hanya bersifat sementara, ingin sekali merefresh isi kepala, selayaknya PC yang bisa kita refresh hanya dengan menekan F5. yappss, bila kita bisa dengan semudah itu merefrsh isi kepala kita, saya yakin semua orang didunia ini tidak ada yang depresi, tidak ada yang stres dengan permasalahan hidup, tidak ada pertengkaran, perkelahian, keributan. hikmah yang bisa kita ambil, sebagai seorang manusia yaitu bersyukur karena kita diberi segala rasa didunia ini, diberi akal untuk berpikir dan mengendalikan amarah serta nafsu. karena bila kita selalu diberi kemudahan, mungkin kita akan sulit bahkan tidak pernah mengucapkan syukur dan terima kasih.


_terima kasih teman atas inspirasi dimasa lalu,,
  terima kasih atas kepahitan yang pernah kamu beri untukku,,
  terima kasih atas kebisuanmu saat itu,,
  terima kasih_

16 Oktober 2011
***********************************************************************************


Posting Komentar