Kamis, 29 November 2012

Terios: Raja di segala medan

Kali ini Blogdetik bekerja sama dengan Daihatsu mengadakan lomba menulis blog. Menariknya ketika kita membaca perjalanan seru sahabat petualang. Hmm serasa jiwa ini terpanggil untuk berpetualang bersama  Daihatsu Terios. :) 

Daihatsu Terios sungguh mobil idaman!!!


Mobil Sahabat Petualang adalah Raja disegala medan yaitu yang bernama Daihatsu Terios. Terios 7 Wonders sukses melakukan petualangan 14 hari menjelajah keindahan alam pulau sumatera dan mengeksplorasi “7-Wonders Sumatera Coffee Paradise. Menakjubkan perjalanan itu dimulai tanggal 10, bulan 10 dan dilakukan oleh 10 orang menggunakan tiga unit Daihatsu yakni Terios TX-AT (2 unit) dan Terios MT (1 unit).

Daihatsu Terios ini meiliki tujuh keajabian diantaranya:
1. The Only 7 Seeter SUV, Terios saat ini merupakan satu-satu nya mobil SUV (Sport Utility Vehicle) yang menyediakan 7 tempat duduk. Sangat cocok untuk digunakan sebagai mobil keluarga.

tujuh tempat duduk
2. Easy Access Entertainment, Terios juga menawarkan kemudahan akses bagi pengendara untuk menikmati hiburan. Terios sudah dilengkapi dengan system pengoperasian audio yang ada pada stir kemudi.

 
3. Tough Style, Terios pun tampil dengan gaya yang sangat gagah. Sangat cocok sekali bagi jiwa sahabat-sahabat yang gemar berpetualang.

 
4. City Cruiser, High Ground Clearance. Dijamin Anda akan tetap merasa nyaman berkendara dengan Terios, walaupun jalan yang anda lalui tidak rata dan bergelombang.
5. Easy Handling. Terios ini mudah di kendarai, karena telah menggunakan teknologi Electric Power Steering. Hemat tenaga untuk mengemudikannya.
6. Optimal Comfort Suspension. Dengan adanya kekunggulan ini, menambah point kenyamanan bagi para penumpang Terios.
7. Excellent Strength. Dengan menggunakan mesin 1,5 DOHC VVT-i Terios makin tangguh.

Tim 7 Wonders
Setelah mengetahui  keajaiban yang dimiliki oleh Daihatsu Terios. Jika berbicara dan membayangkan mobil idaman tentu langsung terbayang dengan ketangguhan terios. Mobil SUV (Sport Utility Vehicle) yang sangat diandalkan untuk menjajaki gunung-gunung terjal dan jalanan yang susah dan becek dengan kemampuan 4WD (Four wheel drive) atau keempat rodanya dapat berputar dan maju terus tanpa halangan. Tidak salah bila kita menyebut mobil ini sebagai (Raja disegala medan) sahabat para petualang. Ini dikarenakan jiwa mobil ini sama seperti jiwa petualang. Para petualang tentu memiliki kepercayaan diri (daya tahan) yang tinggi dan challenge (berani) yag luar biasa.
Seperti yang sudah dilakukan oleh Daihatsu Terios beserta tim 7 wonders dalam menjelajahi keindahan alam di pulau Sumatera dari Lampung sampai sabang yang memiliki spot produsen kopi. Ini menjadi bagian dari eksplorasi kekayaan alam dan budaya Indonesia.Perjalanan ini memiliki jarak rentang tidak kurang dari 3.300km. Tentu saja perjalanan ini juga menguji ketahanan Daihatsu Terios.

Sumber

Dibawah adalah  perjalanan tim 7 wonders yang memacu adrenalin dan rasa kagum atas ketangguhan Daihatsu Terios serta keindahan alam pulau Sumatera:
1. Perjalanan Jakarta - Liwa (Memuali petualangan Terios 7 wonders)
Kota Liwa (Lampung Barat)

Opening Ceremonial
Pembukaan Terios 7 Wonders
Kala fajar menyingsing Tim sampai di ujung pulau Sumatera. Kondisi jalan yang mulus merupakan sarana yang ideal untuk berakselerasi. Kecepatan maksimal 120 km/jam yang mumpuni dapat diraih oleh Daihatsu Terios yang kami tunggangi. Ketika memasuki kota Lampung lalu-lintas yang padat mengharusan tim menurunkan kecepatan rata-rata hingga 40 km/jam.
Di kota Lampung mengawali aktifitas dengan sarapan sebagai persiapan untuk perjalanan tidak kurang dari 300Km. Dari kota Lampung tim bergerak menuju Liwa, Lampung Barat. Perjalanan menuju Liwa yang merupakan wilayah pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning, bentuk jalan yang didominasi oleh tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal tentu akan menguji nyali serta ketangkasan Sahabat Petualang. Kondisi jalan seperti ini sangat menuntut tim untuk cepat dan tepat melakukan perpindahan transmisi.

Dikota Liwa tepat pukul 17.00 WIB yang bercuaca dingin, tim masih harus menuju target pemberhentian selanjutnya ke Danau Ranau yang masih tersisa jarak sekitar 25 km dari kota Liwa. Setiba ditepian Danau Ranau yang sudah gelap tim disambut oleh hawa dingin. Daerah seperti ini selalu menyimpan cerita tersendiri. Setelah beristirahat melepas lelah, Kopi Luwak khas Liwa menjadi santapan pertama kami di pagi hari menjadi teman udara yang terasa dingin. Luar biasa!!

Danau Ranau
Danau Ranau
Inilah kenikmatan kekayaan kopi Indonesia yang pertama kali dikecap oleh tim. Secangkir kopi panas berikut kudapan pagi, merupakan penyemangat kami tim Terios 7-Wonders untuk melanjutkan petualangan selanjutnya, mengeksplorasi penangkaran Luwak serta menghirup aroma kopi dari perkebunan kopi yang terletak tidak jauh dari Danau Ranau.


ad6a3766295dc1538281603eba9a10fd_img_9934
Tiga mobil yang digunakan Sahabat Petualang


2. Liwa - Lahat (Secangkir kopi dan senyu kehangatan di Kabupaten Lahat)
Bangunan Tua di Medan
Kabupaten Lahat

Kunjungan tim 7Wonders di Kabupaten Lahat tentu memiliki tujuan dan endapat respon dari pemerintah setempat. Ini dapat dilihat dari orang nomor satu di Lahat, H Saifudin Aswari Riva’i SE menemui tim 7Wonders. Suasana yang tercipta tidak begitu formal namun berkesan. Di salah satu ujung gang di pinggir jalan kami duduk menikmati kopi yang erupakan ciri khas daerah setempat. Tentu saja ini menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Lahat, daerahnya  menjadi salah satu tujuan tim 7Wonders.

Kota Lahat adalah kota tertua di Sumatera, usia kota Lahat saat ini sudah mencapai 130 tahun. Merupakan daerah peninggalan Belanda. Blue print kota Lahat berupa gambar skets telah ditemukan. Berbagai peninggalan Belanda pun bisa ditemukan di Lahat salah satunya adalah  bangunan-bangunan tua dan Sekolah Dasar Santo Yosef. 

Bangunan Tua di Medan
Budaya minum kopi sediri sudah berlangsung sejak dahulu. Di kabupaten Lahat terdapat kebun kopi. Meskipun demikian harga kopi tetap saja dikuasai oleh tengkulak sehingga masyarakat mulai meninggalkan kebun kopi. Makanya perjalanan 7Wonders Terios – Sumatera Coffee Paradise diharapkan bisa menggairahkan kembali para petani kopi di Lahat untuk mengolah kebun kopi. Keesokan hari di rumah dinas tim 7Wonders Terios mendapat kejutan. Ternyata Bupati menggunakan mobil dinas berplat nomor BG 1 E yaitu Daihatsu Terios.
Luar Biasa!!


233471807badf95e322c7605ff2c2ef0_img_secangkir_kopi_persahabatan
Secangkir Kopi dan Senyum Kehangatan


3. Lahat - Pagar Alam (Terios Merasakan Sensasi Tanjakan Terjal)
Pagaralam "kebun kopi"
Tim 7 Wonders keluar dari Hotel Grand Zuri sekitar pukul 12.40 WIB menuju kota Pagaralam agak sedikit bergelombang. Sekitar 20 menit keluar dari kota Lahat jalanan mulai berkelok-kelok. Memasuki perbatasan kota Pagaralam, kelokan jalanannya disertai dengan tanjakan terjal. Untuk mengatasi handycap ini, shifter matik Terios pun berpindah-pindah. Ketika tanjakan lumayan terjal agar akselerasi tetap terjaga posisi shifter bergeser ke L. Begitu sudah agak landai bergeser lagi ke 2 , D-3 dan juga D.



Menuju Pagaralam
Alhamdulillah ketiga mobil sahabat pertualang mampu melewati jalanan yang cukup sulit. Letak pagaralam yang berada kurang lebih 1.000 m dpl di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk. Di kanan kiri jalan selain teh dan kopi juga ada persawahan yang lumayan luas. Selain surganya kopi dan teh, karena kesuburan tanahnya pagaralam memang sebagai salah satu lumbung padi di Sumatera Selatan. Tapi untuk menemui tempat pengolahan biji kopi, baru bisa di dapatkan di salah satu toko souvenir khas Pagaralam di pusat kota. Tim menginap penginapan di kaki gunung Dempo

4. Pagar Alam - Empat Lawang (Melewati jalur sempit dan berkelok - kelok)

Kabupaten Empat Lawang
Petualangan masih berlanjut kini menuju Empat Lawang. Usai santap siang tim 7Wonders langsung mengarahkan tujuan menuju Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi). Daerah hasil pemekaran Kabupaten Lahat ini memiliki ikon Biji Kopi. Perjalanan dimulai dari kota Pagaralam menuju Tebing Tinggi via desa Jarai – Pendopo sebenarnya cukup baik. Namun sempit dan rutenya berkelok-kelok. Perlunya kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan. Kondisi jalanan sendiri relatif sepi dengan pemandangan hutan di kanan dan kirinya.



087178436aa47115cdd325bd6de9d73d_kopi_emas
Kopi empat lawang kemasan


5. Empat Lawang - Curup

Petualangan seru bersama 3 Daihatsu Terios kembali beraksi menuju Curup sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang alanan berkelok-kelok naik dan turun. Jalanan relatif sepi namun sempit. Pemandangan alam sungguh memanjakan mata. Luar biasa!! :) Selain kopi, tumbuhan yang paling sering ditemukan di kanan-kiri jalan adalah pohon durian.
Mesin berkapasitas 1.500 cc yang membekali Terios ternyata masih cukup andal. Pun demikian dengan suspensinya. Beberapa kali Terios kejeblos di lubang jalan, namun tak ada masalah berarti. Akselerasi di tanjakan maupun ketika menyalip kendaraan di depannya baik yang memakai girboks matik maupun manual tetap terasa bertenaga. Pengendara Terios dengan sigap memindahkan tuas dari D ke D-3 maupun 2. Bahkan di tanjakan yang terjal agar tak ngempos tenaganya perlu dipindah lagi ke posisi L. Tanjakan dan kelok-kelokan ini ternyata terus mewarnai sepanjang jalan sebelum tim 7Wonders memasuki kota Bengkulu.


6. Curup - Bengkulu
20a412b1e6bf477c6fe417713a1448d4_perjalanan-ke-bengkulu
Menuju Bengkulu

Sahabat Petualang, tak seperti perjalanan sebelumnya yang selalu berpindah penginapan, ketika sampai di Bengkulu tim 7Wonders memutuskan untuk beristarahat agak lama. Mengingat rute Bengkulu – Bukittinggi melalui Padang akan kami tempuh secara langsung.
Acara CSR sendiri dipusatkan di main dealer Daihatsu jalan S Parman. Kegiatan CSR ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat Pemkot Bengkulu antara lain Walikota Bengkulu : Bp. H. Ahmad Kanedi, SH, Kepala Dinas UKM Kota Bengkulu: H. Sudarto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu: Drg. H. Mixon Syahbudin, Ketua Penggerak PKK: Ibu. H. Armelly. Sedangkan dari Daihatsu adalah Div Head Corporate IT: Akmal Kusumajaya dan CEO Tunas DHT : Bpk Zainudin. Usai mengikuti acara CSR tim 7Wonders langsung bergerak untuk menikmati kuliner di Bengkulu dan juga obyek-obyek wisata sejarah yang ada di kota ini. Salah satunya kediaman Ibu Fatmawai.

Rumah Ibu Fatmawati Soekarno
Rumah Ibu Fatmawati

7. Bengkulu - Bukit Tinggi (Ujian Ketahanan dan ketangguhan)
Jalur Offroad
Lintasan Offroad
Bengkulu menuju Bukittinggi melalui Muko-Muko Padang sudah kami prediksi bakal menguji fisik dan stamina. Baik anggota tim 7 Wonders maupun Tiga Daihatsu Terios yang dipakai. Rute ini sengaja kami pilih karena semenjak dari Jakarta hingga ke Bengkulu rute yang kami lewati lebih banyak melewati perbukitan. Saatnya menjajal jalanan di jalur pantai barat trans Sumatera.

Bukit Tinggi - Tarutung
Bukit Tinggi
Tim 7 Wonders melalui rute pantai barat memang terasa berbeda, sebelumnya didominasi pegunungan dan hutan kini lebih banyak menikmati pemandangan pantai. Selain cuaca panasnya lumayan menyengat berkisar 35 derajat Celcius, tikungan-tikungan yang ada juga lebih tajam. Sementara karakter tanjakan dan turunannya kurang lebih sama dengan jalur sebelumnya.
Terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu membuat beberapa ruas jalan mengalami kerusakan bahkan longsor sehingga terpaksa dibuat jalur  baru. Selain itu keadaan jalan juga tak begitu lebar membuat perjalanan sedikit terlambat. Apalagi beberapa truk besar dari perusahaan kelapa sawit maupun batu bara kerap berpapasan, sehingga kami harus mengemudikan Terios lebih berhati-hati.

4e6a97444dbf09d808649499ad4bbb0f_jam-gadang
Jam Gadang

8. Mandailing Natal - Tarutung- Medan-Langsa

1c86afe6b6c34cc5c917081beb16c119_229Jalanan sepanjang Mandailing Natal – Tarutung kondisinya tak stabil. Sebagian mulus sebagian lagi rusak parah karena perbaikan jalan yang belum juga selesai. Bekas jembatan yang putus karena banjir bandang sudah diperbaiki. Kerusakan jalan ini membuat perjalanan agak terhambat. Jalanan tanah berbatu lagi-lagi menguji ketangguhan suspensi Terios. Sahabat Petualang - Perjalanan panjang 7Wonders sudah mencapai separuh lebih dari rute yang direncanakan ketika kami sudah berada di Medan. Di Medan diadakan kembali Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini disinergikan dengan program CSR PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Untuk di Medan acara simbolis penyerahan bantuan kepada 2 Posyandu dan 5 UMKM dilakukan di dealer Daihatsu, Jalan Sisingamangaraja No. 170, Medan. .

7dddbfbe078970cd8ec1ebe04114949f_menyambangi-posyandu
Kegiatan CSR di Medan


b0001b87e7f5b4dbdf53028a1ab6eb1e_240
Medan menuju Langsa
Perjalanan tim 7Wonders kini mulai memasuki etape terakhir yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Perjalanan kali ini terasa agak berbeda karena ada tambahan anggota tim baru yaitu Rokky Irvayandi dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Head Office, Jakarta menjadi 11 orang. Rute perjalanan dari Medan menuju Langsa lumayan lancar. Kondisi jalan raya juga lumayan bagus dan cenderung flat. Meskipun di beberapa ruas jalan ada perbaikan dan pelebaran tapi tidak terjadi menyebabkan kemacetan. Jarak sekitar 200 km pun tak terasa jauh. Kondisi aspal jalan memasuki provinsi Aceh juga lumayan mulus.

9. Langsa - Takengon-Banda Aceh-Sabang

a9cd73acc66b1eccf2eb11b7a1b1fd12_245
Terios tetap menjadi Raja dimedan apapun
Kota Takengon adalah persinggahan terakhir tim 7Wonders dalam mengeksplorasi 7 tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera. Sepanjang perjalanan ini sudah ada 6 tempat yang kami kunjungi yaitu Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup –Kepahiang, Mandailing Natal dan sekarang giliran Takengon.

5be7600b262134a56f9f23724a0b5bcb_jalanan-berkabut-keluar-dari-takengon
Terios tetap menjadi Raja disegala cuaca
Rute Bireuen – Takengon lebih banyak melewati perbukitan yang jauh dari pemukiman. Di daerah Cot Panglima pemandangannya cukup indah. Meskipun proyek pengerjaan jalan masih belum selesai. Jalan ini mengikis sebagian bukit dan dibuat lebih lebar. Di Takengon komunitas jip dari Gayo sudah menunggu. Mereka siap mengawal 3 Terios mencicipi trek bukit Oregon. Trek light off-road dengan pemandangan yang indah. Kemampuan Terios lagi-lagi diuji di sini. Kenyamanan dan juga ketangguhan kaki-kaki Terios terbukti andal. Melewati trek tanah berbatu dengan beragam kontur tak ada kendala berarti.
Para tim memasuki kapal Ferry untuk menyebrang ke pulau sabang
Menuju Sabang
Sampai di ujung terakhir trek Oregon kami menyempatkan berhenti sejenak. Selain menikmati indahnya pemandangan kota Takengon dan Danau Laut Tawar, bersama dengn penyuka 4×4 menyeruput secangkir kopi panas sungguh pengalaman yang tak bisa dilupakan. Lewat secangkir kopi inilah meskipun baru saja bertemu pertemanan dengan komunitas jip di Gayo terasa lebih hangat. 



Rangkaian perjalanan panjang tim Terios 7-Wonders sepanjang 3.657 km selama 15 hari berakhir di tugu “Nol” Kilometer tepat pukul 12.48 WIB. Acara singkat diadakan sedemikian rupa. Namun ini tidak mengurangi rasa kebahagian tim Terios 7-Wonders yang telah berhasil melewati rintangan.

Setiap perjalanan tentu meiliki cerita, tim 7Wonders mampu elewati segala rintangan dengan menggunakan Daihatsu Terios.Penyerahan Plakat Terios 7-Wonders


Penyerahan Plakat 7 Wonders
Sahabat petualang  perjalanan tim 7 wonders Terios sungguh mengagumkan. Tentu saja petualangan berikutnya akan lebih luar biasa dengan medan yang tidak kalah mengadu edrenalin. Ditunggu aksi dari tim Terios 7-Wonders perjalanan dari sabang sampai marauke. :)





Sumber :
 http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/news
 http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/24/4965/Daihatsu.Terios.Berhasil.Menembus.Titik.Nol
 http://wikipedia.co.id


Posting Komentar