Minggu, 10 Juni 2012

Tentang Cinta Lagi

Soal Cinta


Sumber


Kali ini kembali tentang cinta, entah mengapa jemari ini selalu ingin menari dengan indah ketika berbicara tentang cinta. Ini untuk ksekian kalinya saya berkata.Cinta itu bersifat universal. Kali ini saya ingin sedikit berbicara tentang Mantan Kekasih. Yuhu... Ayo siapa mantan kekasihku...? Ancungkan jari telunjuknya.. hehe... Mari di absen? hehe.. Dan maaf bila terjadi kesamaan cerita atau tempat kejadian. J


Mantan Kekasih. Mereka adalah orang yang pernah atau sempat ada dalam kehidupan kita. Bukan orang asing yang tidak pernah kita kenal. Tapi tetap saja, menjalin hubungan baik dengan mantan kekasih (pacar) bukan hal mudah. Setidaknya untuk menjaga hubungan baik. Baik dalam arti sebagai teman bahkan sahabat. Hal ini semakin sulit bila di antara kita dan mantan kekasih telah memiliki kekasih baru. Tentu saja kita harus mampu menjaga perasaan keduanya. Bukan hanya itu saja. Kadang kala kedekatan dengan mantan kekasih itu bukan untuk merusak hubungan. Tetapi untuk menjalin silaturahmi.

Sebagian orang mungkin beranggapan ini adalah sebuah alasan untuk bisa mendekati kembali sang mantan kekasih. Perlu di ingat kembali, manusia itu tidak semuanya sama. Dan saya bukan orang yang bisa suka mengambil kesempatan dalam kesempitan (curcol lagi). Ambil hal positif bila kita bisa berteman baik dengan mantan kekasih. Bukan hanya silaturahmi saja, tetapi hubungan baik ini juga untuk kebaikan kita di hari esok.  Hari esok yang bukan dalam hitungan satu atau dua bulan. Tapi kita bayangkan untuk 20 sampai 30 tahun kedepan. Mengapa demikian? karena bisa saja suatu saat nanti anak cucu kita bisa saling mengenal dan bisa menjalin hubungan. Sangat tidak baik ketika, hanya karena ada dendam, benci, rasa sesal dan kesal di masa lalu menjadi penghalang bagi generasi penerus kita.

***

Mantan kekasih. Saya terkadang tidak yakin benar bila seseorang mampu melupakan dengan benar mantan kekasih. Tapi saya lebih suka untuk mengakui, menghilangkan rasa (yang sempat ada) dan menjauhkan pikiran saya tentang mereka. Setidaknya bila saya teringat dengan mereka tapi hati saya tidak ada pengaruhnya lagi. Bila saya memang benar-benar bisa menghilangkan mereka dalam hati (kala itu). Saat ini posisi saya adalah seorang perempuan dan tentu saja ini adalah pendapat sebagian kecil dari para perempuan di luar sana. Walaupun mereka juga memiliki pendapat yang lain tentang mantan kekasih.

Membuat sebuah polling, atau bertanya kepada mereka pengguna socmed ternyata sebuah alternatif untuk melihat cara pandang orang lain. Bisa dilihat Di sisni dan disini. Agar referensi jadi semakin banyak. Cara pandang yang berbeda merupakan keanekaragaman yang menarik. Dari perbedaan juga bisa menimbulkan sebuah pandangan baru yang lebih baik. Terutama cara pandang laki-laki dan perempuan. Setidaknya bisa menjadi sebuah masukan.

***

Sumber

Bukan hal mudah untuk mengakui (mempercayai) rasa yang masih tertinggal pada seorang mantan kekasih. Begitu juga dengan rasa yang telah hilang. Saya pernah merasakan, ketika saya belum benar-benar bisa melupakan mantan kekasih. Ini sebuah perasaan yang sangat mengganggu. Bagi saya pribadi. Ketika itu tidak ada hal yang bisa saya lakukan, selain niat untuk menjauhkan hati dan pikiran saya kepada mantan kekasih. Saya juga tidak tahu kapan pasti bisa benar-benar menjauhkan mantan kekasih dari pikiran dan hati saya. Namun, ketika kami sempat sedikit berbincang (via Socmed) hati ini benar-benar netral. Sulit untuk merasakan getaran kembali. hehe...

Memandang positif pada mantan kekasih itu perlu. Tidak selamanya, kesalahan yang pernah terjadi antara kita dan mantan kekasih murni kesalahannya. Biarkan semua yang terjadi menjadi pengalaman yang berarti. Jangan pernah mengusik kenangan pahit yang tersimpan. Biarlah ia (kenangan pahit) pergi jauh menghilang.

Sumber

***
Posting Komentar