Selasa, 25 September 2012

Pelajaran akan waktu

sumber
Kenangan itu mampu menyiksa hati. Menggantungkan ingatan pada sebuah ingatan yang terpatri. Rasa sebal sudah hal yang pasti bila kenangan itu tidak sempurna dalam ingatan. Seperti halnya malam-malam penuh berkah itu. Dengan keyakinan penuh, tidak mungkin hari esok saya merasakan yang sama pada beberapa malam itu. Canda tawa, suka duka, tangis air mata sekecil apapun mewarnai malam-malamku. Ada jeda waktu yang mungkin saya merasa tidak menikmati waktu itu. Terasa begitu cepat hari berlalu, hingga ada beberapa hal penting yang terlewatkan. Berbagai jenis karakter yang saya temui mampu mengisi hari-hari. Semua tampak mengharu biru. Pengalaman, pembelajaran itu didapatkan dari hal tak terduga. Waktu memberikan kita kesempatan untuk merasakan segalanya.

Ketika aku menangis disanalah aku memahami rasa pedih.. perih.. kecewa..
Ketika aku tertawa itulah waktu merasakan bahagia..
Saat aku kehilangan ketika itu jua aku harus mengikhlaskan..
Saat aku merasa gagal, ketika itu pula menyadari aku harus bangkit..
Sementara merasa sendiri, ketika itu aku harus menghargai kebersamaan..
Sementara kebersamaan itu ada, aku harus bisa bertenggang rasa terhadap sesama..

Sumber
Waktu tidak bisa mengulangi apa yang telah terjadi sekedar untuk beberapa selang saja..
Waktu akan terus berjalan stabil tanpa harus membedakan detak langkah kita..
Waktu dalam setiap detik akan terus berjalan walapun helaan napas kita berhenti barang sejenak..
Waktu akan menunjukan taringnya bila kita terlena olehnya..
Waktu akan memuntahkan toleransinya saat kita menyadari untuk menghargainya..



Posting Komentar