Kamis, 06 September 2012

Celotehan menjawab sebuah perjalanan


Sumber

Hahh, hati ini seperti gendang yang sedang bertabuh. Begitu kencang semakin menjadi. Tubuh ini terasa semakin hangat. Entah ini pertanda apa. Daun telinga pun turut memberi makna terselubung, hangat dan semakin panas. Ahh, saya benar-benar bingung antara bahagia ataukah kecewa. Itu yang saya rasakan kemarin malam.

Hari ini, di awali pagi yang cerah. Dengan semangat yang begitu menggebu, berharap akan rencana hari ini berjalan lancar dan membuahkan hasil. Namun kenyataannya, saya harus menundukan kepala. Merenungi perjalanan selama ini. Hanya sebuah kata "TIDAK" saya merasakan kecewa yang begitu dalam. Sempat terobati dengan perkataan seorang teman yang begitu menenangkan. Semangat saya hari ini,saya tinggalkan dijalanan dengan begitu saja. Senyum dibibir pun tak mampu menghiasi wajah ini.

Ketika beristirahat sejenak, ada seorang bapak-bapak bercerita akan segala hal. Awal kata saya berpikir bapak ini hanyalah seorang penjual Ayam Bakar dan Pecel Lele saja. Namun, ketika kami saling bercerita perjuangan hidup beliau yang patut memberikan saya petuah. Hidup memang membutuhkan perjuangan serta pengorbanan. Pengorbanan yang akan dilalui setiap manusia tentu saja berbeda. Keikhlasan dan keseriusan dalam kita menjalani hidup ini yang harus kita kedepankan. Menghargai keputusan sendiri jauh lebih baik, dari pada kita terus berpangku tangan mengharap bantuan orang lain.

***

Ingin rasanya teriak sekuat-kuatnya. Aaarrrrgghhh.... Mungkin akan terasa jauh lebih lega bila perasaan kecewa ini saya teriakan di depan lautan luas. Biar kecewa itu saya buang dalam samudera yang terbentang. Ahh, mungkin itu hanya sebuah kiasan sebagai penghibur diri. Saat ini saya ingin tertawa. Bukan untuk menertawai rasa kekecewaan. Sekedar untuk melepaskan hal yang tersembunyi dalam hati. Yuukks, kita tertawa bersama.

HAHHHAHHAAAAAAA...
HAHAHHAHHAHHHAHAHHAHAHAAAAA....
HAHAHAHHHAHAHAHHHHHAAAAAAAAAAAA...

Sumber
Lega rasanya menghibur diri sendiri dengan cara yang begitu sederhana. ;) Inilah hidup, selain harus pintar sebagai makhluk hidup kita juga mesti pintar-pintar. hehee...

Sumber

"Hidup adalah perjalanan, perjalanan membutuhkan perjuangan, pengorbanan serta keikhlasan hati"
Posting Komentar