Kamis, 16 Agustus 2012

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia 67 Tahun

Sumber

Merdeka!!..

Dahulu, 67 Tahun yang lalu para pejuang meraih kemerdekaan dengan usaha serta perjuangan. Hari ini kita sebagai  generasi penerus perjuang. Dan kini, Anggota Paskibraka di Pelosok Nusantara yang telah dikukuhkan mengemban tugas melakukan penaikan serta penurunan Sang Merah Putih. Pelatihan dan pendidikan Anggota Paskibraka merupakan proses yang harus dilalui, namun keberhasilan pengibaran serta penurunan tetaplah menjadi tanggung jawab bersama. Semoga pada hari ini seluruh Pengibaran serta Penurunan Sang Merah Putih berjalan lancar, tanpa suatu halangan apapun.

Sumber

Tepat 10 Tahun yang lalu, ketika saya menjadi anggota Paskibraka dan bertugas sebagai pengibar bendera. Perasaan saya campur aduk. Sulit untuk diungkapkan. Kebimbangan serta keyakinan melebur menjadi sebuah perasaan yang tidak mudah ditebak. Berbagai pesan dari senior dan pelatih serta semangat saya terima, semua itu tentu saja memotivasi untuk melakukan yang terbaik. Dari semua hal itu, saya memilih untuk berdiam diri. Menetapkan pikiran agar tetap konsentrasi dan fokus terhadap pengibaran. Perasaan gregetan membaur bersama rasa rindu kepada orang tua.

Ketika proses persiapan upacara selesai, hati ini semakin tidak karuan. Doa pun saya haturkan dalam hati. Serta masuk dalam barisan pasukan pengibar kala itu dengan berjuta dukungan dari berbagai pihak. Saya yakin, ketika itu seluruh anggota paskibraka diseluruh pelosok nusantara merasakan hal yang sama.

Brrrrrk, Brrrrrk, Brrrrrk, Brrrrrk....
Brrrrrk, Brrrrrk, Brrrrrrk, Brrrrrrk....
Langkah tegap seorang anggota paskibraka pun terlihat. Diiringi pasukan 45 yang berasal dari TNI dan Polri. Singkat cerita, Sang Merah Putih telah berada di tangan saya bersama rekan seperjuangan. Siap untuk dikibarkan. Dengan penuh semangat, seperti yang telah dilakukan setiap latihan bendera pun dikembangkan.

"Lapor, Pengibaran Duplikat Sang Merah Putih Siap" 
"Pada, Sang Merah Putih Hormat Senjataaaa Geraaak"
(terlebih dan terkurang seperti itu)

Lagu Indonesia raya pun dikumandangkan.
Alhamdulillah, pengibaran sukses. Walaupun saya tidak menampik adanya kekurangan diberbagai sisi.
Lamunan itu mengisi alam pikiran dengan indah, tidak sesempurna pada 10 tahun yang lalu.

Setidaknya saya memahami, bahwa perjuangan itu tidak akan pernah habis sampai kapan pun.
Setiap Warga Negara Indonesia, wajib meneruskan perjuangan dengan caranya tersendiri.
Jangan kotori kemerdekan dengan hal yang tidak penting.

Sumber



Merdeka!!!!
Posting Komentar