Kamis, 14 Juli 2011

bukan sekedar mata, tapi juga mata hatii...

"celoteh tentang aku"
Aku sempat melupakan usia yang kujalani, hari terus beganti, bulan terus aku jalani hingga sampai disaat aku tersentak dalam penglihatan aku, bahwa mereka teman-teman ku telah menjalani kehidupan baru. tapi aku disini masih berjalan begitu lambat, bahkan tanpa bergerak untuk meniti kehidupan baru yang mungkin saja akan lebih baik (aku sangat berharap itu....). di sela perkejaan yang aku jalani, pastinya aku mencoba menghibur diri disetiap malam ku dengan pasti. karena aku sadar, aku telah merasa kesepian. kesepian ini tidak abadi memang, tapi juga cukup menjengkelkan. suatu malam berkumpul dengan teman-teman ku, yahh seperti biasa aku sangat senang. merasakan hidup sebebas merpati, hihii.. merpati yang belum memiliki pasangan (geli hati mengingat hal itu)...

sekarang saatnya aku membuka mata, mencoba merasakan yang seharusnya aku rasakan, menjalani kehidupan selayaknya bagian dari mimpi yang paling indah (aku lupa kapan aku pernah mimpi indah), tapi paling tidak hari ini aku berkhayal untuk hidup ku dihari esok. berulang kali aku menjelaskan pada diriku sendiri, menegaskan yang seharusnya aku lakukan saat itu, tapi tetap saja hal lain selalu mengusik untuk aku melakukan hal yang seharusnya aku prioritaskan...

keinginan ku saat ini adalah berteriak sekencang-kencangnya, menghembuskan nafas sedalam-dalamnya dan kemudian aku ingin duduk sendiri membiarkan aku berpikir dan membiarkan sejenak mata ku berkaca-kaca (bukan kaca beneran yahhh..) begitulah keinginan aku mengekspresikan apa yang dibenak ku saat ini.

setelah aku disadarkan oleh penglihatan aku sendiri, selanjutnya aku disadarkan dengan mata hati ku sendiri.... semua yang terlihat akan dicerna oleh pikiran dan diteruskan kedalam lubuk hati, dan dari lubuk hati memberi umpan balik kepada pikiran kemudian akan diproses dengan berjuta akal dan keinginan yang masih terhambat dikepala (e.g :: rencana) dan bila saat itu keadaan memungkinkan akan aku teruskan kedalam bentuk  tindakan (ini menurut aku sendiri..) setelah itu barulah aku bisa sedikit bernafas lega, walaupun ku juga belum tahu hasil dari itu semua.

"Ku ambil hikmah dari semua yang telah aku jalani"

dan kesimpulan malam ini, aku merasa kecewa atas sikap ku sendiri, aku bercermin pada hal yang dilakukan orang lain terhadapku, tapi bagaimanapun kehidupan ini berjalan sesuai keinginan ku dan Allah SWT. aku menjalani semampu ku. sikap dan karakter ku pun terbentuk tanpa mengada-ada, semua secara lahiriah, mungkin aku harus disadarkan dengan mimpi buruk, untuk membuka segala mata yang ada dalam diri ku ini.


pesan untuk sahabat :: memulai hal baru yang jauh dari keinginan bagi ku sangat sulit. tapi aku akan menjalani bila takdirmu bersamaku..
Posting Komentar