Tampilkan postingan dengan label prakataQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prakataQ. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Keinginan Vs Kenyataan

Sumber

Hujan. Ngintip jendela rintikan hujan terlihat enggan berhenti. Udara semakin dingin banget diluar. Jadi iseng-iseng buka FB, eh ternyata ada info Giveaway Windiland.. Ihiiiiyy.. : D Setelah dibuka baca dengan seksama ketentuan yang berlaku terus melirik hadiahnya buat saya geregetan pengen ikutan. Bukan hanya karena itu, temanya “ Good Bye 2012, Say Hello to 2013” pun buat saya merinding ketika mengingat segala hal yang terjadi pada tahun ini. Berat rasanya meninggalkan tahun ini. : ) Meskipun saya menyadari kehidupan akan tetap terus berjalan meskipun kita menginginkan waktu berhenti untuk sejenak.

Yang empunya hajatan ini adalah mbak Windi Teguh.

Sumber
 
 Berbicara resolusi saya tahun 2012 mungkin tidak begitu jelas seperti apanya, semua keinginan tersimpan di hati yang paling dalam. Seperti yang tertulis dalam postingan sederhana akhir tahun lalu disini. Dan ini mungkin saatnya saya untuk menuliskannya.


F'trie Mirawati
Sumber
Keinginan saya pertama ketika itu adalah menyelesaikan skripsi saya yang telah menggantung cukup lama. Buat saya itu salah satu beban terbesar ketika belum menyelesaikan skripsi (Sidang Kompre). Target selalu saya buat, namun ujung-ujungnya target itu selalu meleset. Beberapa bulan sebelum pergantian tahun, saya sempat mengikuti test kerja, namun setelah beberapa tahap saya lewati halangan terbesar adalah perkuliahan. Saya belum menyelesaikan skripsi. Memang ketika itu saya diberi kesempatan beberapa bulan untuk menyelesaikan. Hingga bulan yang ditentukan tiba, skripsi masih menggantung pada tahap penelitian. Akhirnya saya melewatkan kesempatan untuk berkarier disalah satu bank terkemuka.

Menyesal menjadi santapan saya ketika itu. Semangat pun empat menjauh dari diri saya. Saya menyadari kuliah sambil bekerja itu tidak mudah walaupun  ditahap penyelesaian skripsi. Ditambah lagi jarak tempat tinggal ke kampus ± 90KM saya hanya bisa mempergunakan hari sabtu untuk bimbingan. Tidak mungkin saya menggunakan waktu istirahat saya untuk pergi kekampus. Pernah saya berkeinginan untuk berhenti kerja, fokus untuk skripsi dan kemudian setelah selesai mencari kerja kembali. Namun, disisi lain adalah tanggung jawab kepada keluarga yang mengharuskan saya tetap bekerja. Setidaknya untuk membantu dari segi finansial. Meskipun terlambat dan sempat beberapa kali mengharuskan saya jungkir balik untuk membagi waktu, alhamdulillah saya bersyukur semua beban ini telah terlewati. Kini nama saya dibelakang telah bertambah tiga huruf (S.Ip) :) senangnyaaaaaa...


Ada sebuah keinginan setelahnya yaitu melanjutkan pendidikan S2. Setelah cari tahu sana-sini biayanya cukup menguras kantong. Cukup menelan ludah setelah mendapatkan informasi. Saya tidak ingin memaksakan diri untuk melanjutkan pendidikan. Semoga saja di tahun 2013 saya bisa menabung untuk itu. Semoga saja. Doain yah mbak win.. :)


*** 

19 April 2012
Akhir tahun kemarin saya masih bekerja, itu merupakan rumah kedua bagi saya. Banyak pengalaman dan kenangan yang didapatkan disana. Semua kenangan itu masih terpatri di ingatan saya. Meskipun masih bekerja, akhir tahun kemarin juga saya harus berpikir keras dimanakah rumah kedua saya setelah itu? 

Saya tahu 19 April 2012 adalah hari terakhir saya berada di rumah kedua itu semua kenangan hari itu ada dipostingan yang ini.. Sampai saat ini, rumah kedua selanjutnya itu masih dalam pencaharian. Mencari dan terus mencari, berusaha dan tak mengenal lelah, berdoa dan terus berharap semoga dipermudah. Dan semoga saja, rumah kedua saya selanjutnya bisa segera saya temukan di akhir tahun ini atau di awal tahun 2013. :) Doakan saya yah mbak Win..


Menikah. Siapa wanita yang tidak ingin memasuki tahap ini, saya yakin semua tentu menginginkan. Termasuk saya. Saat ini memang saya tidak memiliki teman dekat (calon) untuk dijadikan pasangan hidup kelak. Saya ingin waktu pacaran itu setelah menikah, karena juga menurut ajaran agama yang saya anut juga lebih disarankan seperti itu. Apalagi sempat membaca masa perkenalan mbak windi dan suami yang begitu singkat, hmmm.. seperti itulah yang dinamakan takdir. Siapa yang dapat mengira kapan kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita.

Sesungguhnya menikah ditahun 2012 ini bukanlah sebuah resolusi saya. Tapi ketika memasuki usia 20an saya sempat menargetkan untuk menikah diusia seperempat abad (25 tahun). Usia itu bertepatan pada tahun ini. Ternyata saya sebagai manusia hanya bisa berencana, berkeinginan dan semua itu kembali lagi pada kehendak Allah SWT. Takdir dari-Nya ketika usia 25 tahun ini seperti yang saya jalani saat ini.

Andai saja sudah menikah ditahun ini tentu saya bisa ikutan ngirim foto disalah satu event yang temanya menceritakan foto pernikahan, gak mau kalah dong sama mbak Win.. nah lho.. :p Berhubung ini postingan untuk GAnya mbak windi, sekalian doain yah mbak semoga jodoh saya didekatkan dan berharap bisa menemukan figure ayah didalamnya. Amin. Saya merindukan sosok ayah dalam kehidupan saya. Ini saya ungkapkan dalam postingan saya Ini


Berbicara Resolusi untuk tahun 2013 mungkin menyambung dari keinginan saya yang belum sempat terpenuhi di tahun ini yaitu memiliki pekerjaan dan menikah *Masang.tampang.mupeng*. Selain itu, keinginan terbesar saya ditahun 2013 adalah merampungkan draft tulisan yang masih menggantung beberapa bulan. Sebuah karangan fiksi yang awalnya dibuat untuk mengikuti event. Tapi karena ide itu hilang timbul, sampai saat ini draft itu tidak tersentuh. Hal lain yang saya inginkan yaitu Insyallah mendekatkan diri kepad Rabb-ku, mendapatkan ketenangan bathin. Tentunya bila hati kita tenang banyak hal yang bisa dilakukan. Melaksanakan yang sempat lalai ditahun ini terutama senin-kamis yang sering terlupakan. Amin.

Itulah keinginan saya, namun kenyataan jua yang saya hadapi saat ini. Tentu saja, perjuangan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan tidak akan berakhir dipergantian tahun ini. Semangat tidak boleh pudar Ayoo Semangat Ayuu!.. Merdeka!


***

Hmm, saya ingat-ingat lupa awal kenal mbak windi. Seingat saya ketika BW ke dalam blog teman, saya ketemu blog mbak Windi. Tulisan dalam postingan mbak Windi bagi saya ringan, mengalir namun mengigit. Rasanya pengen punya gaya menulis seperti mbak windi yang mengalir seperti air itu :p. (Ayoo ayu terus menulis!)

Mbak Windi itu orangnya asik. Alasannya pernah saya mencari masukan, pendapat tentang sosok ayah itu bagaimana yah itung-itung survei kecil-kecilan. Nah, mbak windi menjadi orang pertama karena menurut saya beliau lebih dewasa dari saya, tentu saja pengalaman hidupnya jauh dari pada saya. Kedua, ketika saya meminta pandangan tentang sosok ayah, mbak windi bercerita begitu panjang. Inilah yang saya suka dari mbak Windi gaya menulisnya yang mengalir begitu deras. heheheeee... Ajarin dunk mbak Win ilmunyaaa...

Oia mbak, sesekali kalau saya nyasar ke Medan boleh donk maen ketempat mbak. Gak apa-apa dech musti pegang sapu dan kain pengepel dulu ;p (Teringat saat ninggalin jejak di event foto yang mbak windi ikutin). Wah, tanpa sengaja mbak win baca postingan ini ternyata sudah beberapa kali meng-aminkan doa saya. Nah sekarang giliran saya mendoakan mbak Windi. Semoga selalu diberikan kesehatan. Mbak Windi juga bisa menelurkan buku solonya (Ditungguuu..). Dilancarkan proses persalinannya nanti. Amin.

Semoga hadiahnya ada yang nyantol ke saya.. ;p Amin.


***

Selain blog mbak Windi saya juga senang membaca blognya mbak Rossa Indah. Sebenarnya gak kepengin menyamakan antara keduanya. Satu hal yang saya suka dari blog mbak win dan mbak Rossa, setiap postingan mereka menurut saya mengalir dan ringan. Ternyata banyak banker yang suka menulis. Termasuk juga Mbak Ika Natassa dan Kezia Evi Wiadji yang sudah menulis beberapa Novel yang harus saya ucapkan kata woow!.. Saya pengen tahu, gimana cara mereka membagi waktunya yah.. :)





Selamat Tinggal 2012.. Selamat datang 2013
Keinginanku untuk menaklukanmu  

Merdeka!!

Rabu, 06 Juni 2012

Menentukan Pilihan

Kehidupan yang terus berputar, layaknya kincir angin yang berputar meineruskan tugas pada sebuah aliran air yang kemudian menimbulkan sebuah energi. Energi ibarat seperti semangat bagi manusia. Tenaga untuk bangkit dan menjalani kehidupan. Permasalahan kehidupan tidak terbatas. Tidak hanya mengurusi sandang, pangan, papan. Kita hidup adalah kenyataan bukan pilihan untuk hidup. Tapi kehidupan ini penuh dengan pilihan. Suka tidak suka, mau tidak mau kita pasti akan memilih.

Kenyataan kita sebagai Warga Negara Indonesia, yang telah menikah atau telah berumur 17 Tahun (tujuhbelas) telah berhak untuk memiliki karti identitas, terdafatar sebagai pemilih. Dengan sistem demokrasi seperti sekarang ini anak-anak yang baru melepas masa remaja, dan pada masa peralihan harus memilih Partai, Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif Tingkat I dan II, Anggota DPD. Saya yakin bagi mereka yang memahami tugas sebagai pemilih, mereka akan memilih berdasarkan hari nurani mereka. Tetapi, segelintir anak-anak pada usia itu terkadang masih belum begitu paham tugas yang begitu terlihat mudah, tetapi berdampak untuk lima tahun kedepan. Alhasil, mereka hanya menjalankan tugas itu dengan apa adanya. Tanpa mengerti arti dari mereka memilih.

Merdeka!!

Sumber

Memilih bukanlah hal yang menyenangkan. Sulit sudah tentu. Khawatir akan pilihan pasti ada. Tetap saja, bila pilihan ada didepan mata. Pasti membingungkan. Lebih baik saya disuruh lari marathon keliling lapangan sampai lelah, ketimbang harus memilih sesuatu yang seharusnya tidak dipilih. Memilih antara menerima tanggung jawab baru (walau hati terasa berat) atau menjalani apa yang sedang dihadapi. Memilih untuk mendengarkan perkataan orang tua atau mendengar kata hati sendiri. Bagi saya sulit. Sama sulitnya ketika saya memilih untuk melabuhkan hati pada seorang pria, atau tetap untuk sendiri (curcol) J .




Sumber



Kesulitan ini bukan menandakan kita orang yang tidak punya pendirian. Tapi ini adalah cara kita dalam menghadapi suatu pilihan. Terkesan sangat dilematis, tapi bagi kebanyakan orang itu biasa saja. Memilih sebenarnya menguras emosi. Contoh kecil saja, ketika kita ingin membeli Gadget, terkadang kita telah mempunyai pilihan berdasarkan majalah, referensi teman, situs-situs penyedia artikel gadget, tetapi setelah kita melihat di toko yang dituju ternyata ada model atau merk lain yang membuat kita melirik. Yaps, pasti kita akan berpikir kembali untuk memilih yang mana.


Mari kita bercermin akan kejadian kecil yang kita alami. Masalah kecil (dalam hal menentukan pilihan) bila kita tidak selesaikan akan menjadi lebih besar, bergegas menyelesaikan itu agar tidak menimbulkan masalah yang lain. Buang rasa ragu sejenak. Biarkan alam pikiran bekerja. Berhadapan pada sebuah pilihan mengharuskan kita bersungguh-sungguh untuk berpikir. Sangat sulit untuk dipungkiri. Sebuah pilihan akan terlihat hasil dan kenyataannya pada kemudian hari. Tanpa mampu kita mengulangi pilihan itu.


Terlepas dari itu semua, pilihan itu indah akan indah pada waktunya, akan manis pada saatnya, akan menarik pada saat pilihan itu adalah tepat. Jangan menyesali pilihan kamu ketika pilihan itu salah, tapi berusaha untuk membuat pilihan itu menjadi lebih memiliki arti. 


***


Rabu, 23 Mei 2012

Serba-Serbi Kehidupan,,_

"nothing hopeless for jobless"
Pernah saya membaca kalimat diatas, namun saya lupa pastinya di mana (blog, Web, Socmed, buku maupun majalah) dan maaf bila terjadi persamaan kata.

Menjadi orang yang tidak memiliki perkerjan tetap (penangguran) terkadang membuat kita merasa risih. Namun ada satu hal yang bisa diambil hikmahnya. Kita jadi mempunyai banyak waktu untuk melakukan banyak hal di luar sana, bagi perempuan terutama—banyak hal bisa kita dapatkan di rumah, hanya saja tergantung cara kita melihat semua yang kita hadapi. Sangat tidak masuk akal. Tapi kejelian kitalah yang harus diandalkan untuk melihat kesempatan itu. Memang ini bukan suatu saran. Ini hanya sebuah gambaran agar kita mampu memaksimalkan waktu untuk menjadi freelance dalam bidang apapun. Meski pun begitu ini juga tidak menghambat kita untuk memiliki pekerjaan tetap. Kebanyakan freelance bekerja paruh waktu. Paruh waktu juga bukan berarti pengalaman dan penghasilan yang ikut separuh juga. Melainkan ini bisa dikatakan lebih. hanya saja ini bukan penghasilan tetap.

Memiliki pekerjaan paruh waktu dan pekerjaan tetap bisa saja kita lakukan bersamaan, tergantung pada jenis pekerjaan dan waktu yang kita miliki. Management waktu itu tidak sulit—ketidakbiasaan kita yang membuat kita meraa sulit. Memasang target pada sebuah almanak bukan juga pilihan yang tepat, karena itu yang membuat kita bisa mengundur-undurkan waktu lagi (memundurkan target). Semua itu harus di mulai dari hati. Keyakinan dan ketekunan yang bisa memacu semangat untuk mencapai target yang kita inginkan. Bukan target yang kita buat tanpa ada usaha dan doa di sebaliknya.

***

Di ambil dari Karikatur
Gambar di atas bagi saya begitu menarik, di ambil dari detik forum "Jasa Pembuatan Karikatur"


"Rasa Takut Ditolak Lebih Buruk Daripada Penolakan Itu Sendiri" _Nora Profit_ 
Kalimat di atas di ambil dari buku Chiken Soup For The Writer's Soul Para Penulis berbagi Cerita "Harga Sebuah Impian" pada halaman 36 (tigapuluh enam).

Kalimat diatas tersebut bila kita membaca tanpa mengetahui pokok pembahasan yang ditulis oleh penulis memiliki arti sangat jelas, mau diletakan dalam sudut pandang apapun. Bila kita kaitkan itu pada sebuah kasus pekerjaan—tentu saja itu adalah bentuk suatu kecemasan, ketidakyakinan dan keraguan. Sama halnya bila kita menggunakan sudut pandang perasaan ( masalah Cinta). Bukan hanya itu saja, Ketakutan itu alamiah. Ia akan terus berkembang bila kita tidak mampu mengatasai diri kita sendiri. Jangan mengalah pada ketakutan.

Ini merupakan sebuah cerminan yang membuat kita paham. Bahwa sesuatu yang belum pernah kita coba kita tidak akan pernah tahu hasilnya seperti apa. Rasa takut mudah menyerang bagi siapa saja. Rasa takut bukan sebuah kekurangan. Jadikan kelebihan agar kita bisa percaya pada kemampuan yang kita miliki. Yakinlah pada kesempatan yang ada.

***

Senin, 14 Mei 2012

Kaget



Yah hari ini saya benar-benar kaget, saya seperti tidak percaya ketika mendapat sebuah sms dari seorang ibu yang tiba-tiba menanyakan kenapa saya tidak pernah kelihatan lewat disekitar pasar lama (sebutan untuk nama tempat didaerah saya). Kaget?! Sudah pasti, untuk hal seperti ini sungguh kelihatan sepele, karena kebiasaan kita jalan, dalam hal ini untuk berangkat kerja menjadi suatu hal yang untuk dipertanyakan. Pertanyaan itu mungkin terdengar biasa, yang luar biasa bagi saya adalah selama ini saya diperhatikan oleh seorang ibu-ibu.

Sesungguhnya saya tidak begitu mengenal beliau, tetapi pernah beberapa kali saya berjumpa dengan beliau. Dan setelah membalas sms ibu tersebut saya pun bingung, beliau tahu nomor handphone saya dari mana, setelah ibu itu menjawab barulah saya mengingat masa lalu itu. Damn! Sebagai manusia wajar bila saya mengingat masa lalu itu. J

Ibu itu dahulu mendapatkan nomor saya karena ada yang meminta tolong dan ingin berkenalan dengan saya. Beliau meminta nomor saya dari rekan kerja saya. Walaupun sebelumnya beliau telah meminta nomor telpon dengan tetangga dan yang lainnya. Perjuangan yang cukup keras menurut saya. Dan saya menghormati itu.

Terima kasih ibu, atas semua perhatiannya selama ini. Saya tidak pernah menyangka. Dan maafkan bila selama ini saya mungkin tidak pernah menegur ibu. Jujur ini bukan karena sombong. Tapi saya benar-benar tidak mengetahui, bahwa selama ini ibu sering memperhatikan saya. Tidak ada batasan umur untuk kita semua bisa berteman, berkenalan. Hanya saja, sifat dan sikap saya yang memang seperti ini. Sekali mohon maaf ibu, karena saya belum sempat bahkan lupa untuk bertanya nama ibu siapa. Inilah kebiasaan yang mudah-mudahan tidak menjadi pembawaan diri.

Selasa, 08 Mei 2012

Surat untuk Kamu,



Dahulu, seseorang yang paling kutunggu adalah kamu. Walaupun ku tahu, kau tak akan melihat ingin ku. Ku menghitung hari untuk melihat sejauh mana aku bisa menghilangkan kamu dari pikiranku. Semua percuma. Itu hanya menambah siksa di hati ini. Detik pun telah berganti tahun. Dahulu aku masih memikirkan kamu. Aku tahu kamu telah berpunya, aku mengerti rasa sayangku tidak berbalas, aku sadar kamu bukan milikku lagi. Tapi apa aku salah ketika dahulu aku berusaha untuk menghubungi kamu. Aku tahu kehidupan kamu telah bahagia. Aku tidak ingin mengusik kala itu, aku hanya ingin kejelasan. Kejelasan atas segala permasalahan yang pernah kita alami. Dan aku ingin jujur kala itu. Bahwa aku sayang kamu. Namun, semua aku tahan segala perkataan itu. Karena sikap mu kala itu tidak menanggapi aku dengan baik. Sakit. Itu yang hanya tertahan dalam hati. Sikap mu yang membuat aku mundur teratur. Dan kemudian mengemasi dengan rapih serpihan hati yang tersisa untuk kamu. Sampai aku mampu membuka hati kembali. Semua yang pernah aku jalani dengan kamu hanyalah sebagian kecil dari kehidupan aku. Tapi, sandiwara indah yang ada dipikiran aku ternyata memang sebatas daya khayalku saja. Ketika kesempatan aku bertemu kamu dahulu. Aku senang. Walaupun aku tidak merasakan getaran yang sama ketika aku menyimpan rasa itu bertahun lamanya. Dan semua terasa biasa. Walaupun kamu terkadang masih mengisi alam pikiranku. Terima kasih, atas penjelasan waktu lalu. Walaupun terlambat. Aku tahu, ini memang jalan yang terbaik untuk kita. Semoga saja, kamu bisa memaafkan aku dan orang sekitar ku kala itu. Terima kasih bijaksana! J


Jumat, 30 Maret 2012

Counting Down 2

Membicarakan kegelisahan itu sama seperti kita curhat. Hanya saja membagi kegelisahan pada saat ini bisa dengan berbagai cara. Banyak media yang tersedia, jejaring sosial saat ini adalah hal yang paling dituju. Tentu saja, ketika kita menceritakan apa yang dipikirkan dan diteruskan melalui tulisan itu dapat diartikan dalam hal yang berbeda. Terkadang juga, ada beberapa orang diluar sana yang salah kaprah menggunakan media ini. Yahh, setiap hal yang kita lakukan tergantung niat. Dan setidaknya saya harus mengakui. saya gelisah untuk menghitung mundur, tetapi saya bahagia untuk menghitung mundur yang lainnya.


Di ambil dari Counting Down

Dahulu, ketika ada sebuah permasalahan yang biasa menurut pendapat saya, tetapi ketika itu semakin menjadi, dan membuat saya sangat tidak nyaman. Saya pun memilih untuk berbagi kepada orang lain. Tidak ada niat sedikit pun untuk menyudutkan seseorang. Hanya untuk mencari bukti akan suatu kebenaran. Tapi ternyata, ketika semua telah saya dapatkan, mengapa saya yang seperti disalahkan. entahlah..

Kembalilah pada suatu kenyataan, kehidupan itu ada baik dan buruk. Kehidupan itu tidak hanya yang terlihat oleh mata. Menghitung hari untuk hari yang menyenangkan sungguh membahagiakan, wajah ini dibuat senyum sepanjang hari. Tapi bila menghitung hari untuk suatu hal yang memberatkan, hufff... Ini mungkin bagian dari proses dalam hidup. Dimana kita harus bisa menyikapi ini pada hal positif. berpikir bahwa kesempatan itu ada. Menyemangati diri untuk tetap konsisten dalam menjalani sisa hari. Setiap awal yang pasti ada akhir, ingin sekali memulai hal baru lagi. Dengan segala semangat yang menggebu dan ketika menerima kenyataan bahwa kesempatan itu ada hambatan, itulah yang membuat kita kalah dalam diri. Kalah dalam arti menyerah. Disaat ini, dimana aku akan menghitung mundur sisa hari itu, dan aku akan menghitung mundur dengan cepat untuk  hari yang aku tunggu lainnya. Dua hal yang berbeda tetapi, tapi aku akan tetap menghitung. Semoga saja tepat dihari itu. Semua berjalan dengan baik. 

Sabtu, 10 Maret 2012

# Galau 2

Masalah itu datang tanpa diundang, bisa terjadi hanya karena kesalahpahaman, ketidakjujuran, kurang komunikasi, terlalu percaya, bahkan dari niat sebuah surprise pun bisa mengakibatkan sebuah hal yang fatal. Berbicara tentang kejujuran, di zaman dan dunia seperti sekarang ini, tidak perlu menafikan diri sendiri. terkadang untuk jujur itu sulit. Ini bukan karena terbiasa untuk berbohong. Tetapi adakalanya orang beranggapan, berbohong untuk kebaikan. Entah, saya harus percaya atau meyakini berbohong untuk kebaikan itu benar atau tidak. Saya yakin, orang baik sekali pun pasti pernah berbohong di masa hidupnya. Orang sejujur apapun secara lisan pasti pernah berdusta pada hati dan nuraninya sendiri.

Saya mungkin bukan orang yang baik, bukan bermaksud untuk merendahkan diri sendiri. Ini hanya bermaksud menyadari atas seluruh kesalahan dalam bentuk apapun itu. Karena kebaikan itu tidak dapat diukur atas sebuah prestasi, dari sebuah hitungan materi , apakah lagi dari sebuah akumulasi perjalanan hidup pribadi. Tidak selamanya berada pada lingkungan yang memahami kita, akan terhindar dari masalah. Apapun bentuk masalah itu, terlihat ataukah tidak tentu akan menjadi beban dan keresahan tersendiri. 

Semakin bertambah usia, saya menyadari batas permasalahan yang akan saya hadapi juga semakin meluas, lingkungan yang saya hadapi tentunya bukan saja seperti zaman sekolah atau anak-anak. Dahulu, semasa kecil entah dorongan dari mana, saya ingin sekali cepat merasakan namanya fase dewasa. Ketika pernah berkunjung ke salah satu kantor pemerintahan ingin seperti mereka, ketika berada pada sebuah Bank, ingin bekerja di Bank, ketika saya melihat sebuah acara televisi, banyak para model berjalan, saya juga ingin bisa seperti mereka. Lantas itu semua hanyalah rasa ingin yang begitu besar ketika masa kecil. Itu juga sebagian dari mimpi saya sedari kecil.

Ketika dahulu pun saya berpikir, menjalin hubungan (pacaran) saat dewasa mungkin indah, lebih berwarna, lebih serius, dan pasti lebih dari segala-galanya. Tetapi ketika saya menjalani masa ini. Semua berjalan sama. Tidak ada yang terlihat jauh berbeda. Hanya saja kedewasaan sikap yang dimiliki tiap-tiap orang tentu memiliki kadar yang berbeda. Huft, disaat telah memasuki pembicaraan masalah pasangan hidup. Mungkin bisa di bilang kurang beruntung(versi saya). Seringnya mendapatkan pertanyaan, "kapan nikah?", "sekarang pacarnya siapa?". Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu membuat hati semakin galau. Ternyata inilah kehidupan fase dewasa. Fase dimana, kita akan menghadapi dan menjalani fase masa akan datang. Inilah masa yang menentukan akan seperti apa kita esok hari, akan seperti apa kita 10 tahun bahkan 30 tahun mendatang. 

Kehidupan memanglah seperti roda berputar. Semua itu juga memerlukan tahapan untuk kita menikmati hidup yang lebih baik. Tahapan itu sesungguhnya bisa dimulai dari kecil. tetapi tidak terlambat bila kita memulainya saat ini.



***


Semasa SMA, saya sering merasakan kejadian yang sama persis dalam dunia hayal ataupun yang pernah terlintas dalam pikiran saya. Entah, itu yang dinamakan Deja Vu.  Tetapi itu semua saya ingat setelah saya menjalani kenyataan itu beberapa saat. Alam sadar mengingatkan saya akan hal yang pernah saya jalani sebelumnya. Dan kejadian itu terjadi untuk beberapa kali. Bermacam kejadian dari sebuah pemilihan, berkumpul dengan teman sampai bermimpi sekalipun. Saya yakin, diluar sana banyak yang bisa merasakan seperti itu, bahkan jauh lebih sering dari saya. Dahulu ketika saya belum mengerti apa itu yang sedang terjadi, hanya menanggapi dengan perkataan polos. "kayanya sudah pernah seperti ini". 

Untuk penyebab mengapa itu terjadi, saya pun belum begitu memahaminya. Dan dari segala sumber yang saya temukan dari google. Setidaknya saya mendapat informasi bahwa Deja Vu itu pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Untuk jenis Deja Vu itu sendiri terbagi dalam beberapa jenis, bisa dilihat Disini.


Di ambil dari Deja Vu

Setelah semakin tertarik dan penasaran dengan istilah Deja Vu kemudian terbacalah tentang Recognition Memory. Ini adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya. Memiliki arti yang hampir serupa. ini bentuk fenomena yang terjadi dalam alam pikiran kita. Tentu saja, ini semua merupakan kuasa Allah SWT yang emmberikan kita akal serta pikiran untuk bisa merasakan segala sesuatu di dunia ini.

Di ambil dari Deja Vu


Dari berbagai macam fenomena alam pikiran yang pernah saya alami. Itu sudah membuat saya cukup paham. Bahwa kehidupan itu penuh dengan kejutan. Kejutan yang berasal dari mimpi, angan serta keinginan yang kuat hingga menjadi sebuah kenyataan. 

Nikmati kegalauan itu dengan positif. Jadikan itu sebuah pijakan untuk hari esok. Mari kita berDeja vu ria. heheee.... Untuk bisa merasakan hari esok pada masa kini. (emang bisa DejaVu diminta??)  *berpikir.keras.kembali*
;p

Kamis, 08 Maret 2012

#Galau 1

Masa lalu dan kini yang terpatri itu sungguh sulit untuk kita hindari, Sekuat apapun kita menghilangkan rasa itu dengan jauh, tentu "ia" akan kembali lagi. Ia mampu membangkitkan emosi, tangis serta suka cita yang begitu mendalam. Ia juga mampu mengubah yang biasa menjadi luar biasa. Ia sering menjadi bagian hidup seseorang, tanpa disadari. Ia bisa dijadikan alasan untuk seseorang menuangkan isi kepala dengan cara yang sedikit frontal. Sebut saja rasa itu dengan *Galau*. Bahasa yang lagi nge-Trend dan wara-wiri disetiap jejaring sosial, media massa, maupun media visual termasuklah salah satunya pada tulisan ini. Hmm, sebuah perkataan yang biasa tetapi mampu menyihir setiap orang yang merasakan kegalauan itu.

Perkataan yang dengan sekejap waktu menghipnotis kalangan anak ABG, dewasa maupun tua, apalagi teman sebaya, seolah-olah setiap hari dirundungi rasa galau (hasil pengamatan dijejaring sosial). Entah, saya tidak mendapatkan informasi lebih jelas, tentang perkataan *Galau* ini dipopulerkan oleh siapa. Dan tentunya saya tidak berniat untuk mengcopy dari semua yang telah ada. Seperti adanya acara disalah satu stasiun televisi, dari cerita FTV, talkshow, acara musik tentunya ada saja yang bersinggungan dengan kegalauan. Seperti lagu yang dinyanyika oleh Citra Skolastika (maaf bila penulisan namanya salah, berbagai macam versi penulisan yang pernah saya baca dan lihat), merupakan salah satu finalis Indonesia Idol. lirik dan lagu bisa di dengarkan dan download disini.

Di ambil dari Galau

Salah satu yang menjadi kegalauan saya saat ini, belum mampu menyatukan dua orang yang terlibat perang dingin. Ini sebenarnya hanyalah sebuah komunikasi yang tidak begitu baik di masa lalu. Dan masa di mana emosi labil remaja masih menjadi faktor utama satu dengan yang lain tidak ingin mengalah. Perang dingin disini hanyalah ungkapan untuk mengisyaratkan sebuah pertengkaran dalam pertemanan di masa lalu. Tapi mengapa, sulit sekali mempertemukan titik terang agar kedua belah pihak mampu berdamai dengan hati mereka. Menurut saya, percuma juga bila kata maaf itu terucap, kalau saja jauh dilubuk hati masih menyimpan setitik emosi (biar terlihat lebih manis), dan pengakuan tidak bisa menerima kejadian masa lalu. Terasa diiris hati ini ketika mendengar pernyataan itu. Tetap saja, saya meningingkan perdamaian dua orang teman ini. *suatu.saat.pasti.bisa*

Mungkin bila waktu bisa diputar seperti kartun "Doraemon", mengenang masa saya masih menyukai kartun. Masih melekat diingatan, doraemon bisa masuk kedalam lorong waktu masa lalu dan masa depan. Dan sampai saat ini saya tidak pernah percaya akan adanya lorong waktu. Menurut saya, mungkin itu hanya sebagai kiasan untuk mengungkapkan suatu masa yang diinginkan. Ketika saya menyadari dan mengetahui, bahwa mendamaikan dua hati, atau dua kubu yang sedang berseteru itu tidak mudah. Harus adaya rasa kesadaran dalam diri.

Di ambil dari Lorong waktu *doraemon*

Banyak hal yang akan saya benahi, salah satunya tentang pertemanan saya dan mereka. Saat ini, dimana kita sudah sama-sama dewasa, mempunyai pemikiran yang jauh lebih matang dan emosi yang bisa terkontrol. Mengapa kita tidak duduk bersama, menyelesaikan semua ini dengan kepala dan hati yang dingin. Ini menjadi keinginan terbesar saya. Dibalik keegoan dan idealisme kalian, tentunya kalian mempunyai hati nurani yang mampu mengalahkan keegoan itu. Ini untuk kebaikan kita bersama teman. Jangan sampai ini berlanjut kepada anak cucu kita nantinya.

Saya mengerti, kesalahan dan kekhilafan itu pasti ada. Namun, bagaimana kita menyikapi itu semua diperlukan kesadaran untuk saling memaafkan. Saya tahu, emosi kalian terkadang tepancing ketika mengingat hal itu. Tapi, masa itu telah lama kita tinggalkan. dan kita akan menjalani masa depan itu dengan ketidaktentraman ini. entahlah..

"Teruntuk mu teman, bairlah masa lalu kita menghilang dengan indah diingatan, jangan biarkan hati dan pikiran anda dihantui dengan rasa ego. Jadikan kesalahan kita dimasa lalu sebagai cerminan untuk menghadapi hari esok"

***


Berbagai macam jenis kegalauan yang orang rasakan. Baik itu tentang pekerjaan, pertemanan, keluarga, percintaan, masa lalu dan ketika menjalani masa ini. Semua itu hal yang wajar untuk kita. Tetapi, sebagai manusia biasa tentunya kita ingin ada seseorang yang mengerti tentang apa yang kita rasakan. Tempat yang paling nyaman bagi saya untuk mengadu adalah Allah SWT. Begitu ringan semua yang ada di kepala ini ketika semua kegalauan itu terlah terucap kepadaNya. Tanpa ragu, untuk mengeluarkan butiran air mata, bukan bermaksud untuk berpura-pura, seperti bak adegan sinetron. Tapi inilah kenyataan yang menurut saya bisa sedikit mengurangi kegaluan kita tentang berbagai macam hal.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hati ini risau, memikirkan waktu yang terus berjalan,
Jiwa ini resah mengingat hal yang tertunda,
Pikiran ini sungguh lelah,
Seolah enggan untuk menampung segala Risau, Resah dan lelah,
Tubuh ini terasa mengambang, kebingungan menentukan arah,
Hendak di bawa kemana kaki ini akan berpijak nantinya,
Tujuan itu bak persimpangan yang menunjukan arah,
Namun tidak bisa kujejaki persimpangan itu karena suatu hal.
Apakah ini yang dinamakan Galau??
seperti inikah masa Dewasa yang harus dijalani??
Entahlah,,_

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bila semua beban bercampur jadi satu kesatuan dan menghuni isi dalam kepala dan hati kita, disaat itulah kita akan merasa menjadi orang yang galau. Orang yang paling kurang beruntung, merasa bahwa inilah masalah atau cobaan yang terberat yang sedang menghampiri. Bila itu terjadi, hal yang harus diingat adalah, Allah SWT tidak akan mencoba diluar batas kemampuan umatnya. Semoga saja kegalauan hari lalu, hari ini dan esok dapat dijadikan manfaat disisi yang lain. Amin.